Kelompok 5

Kelompok 5

by LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037 -
Number of replies: 9

Setiap organisasi memiliki tujuan dan juga manfaat masing-masing. Oleh karena itu, dalam memilih atau mengikuti organisasi harus mengetahui karakteristik organisasi tersebut agar dapat meyatukan hasrat dan cita dalam menggapai tujuan bersama.

Setiap organisasi memiliki karakteristik yang berbeda dengan organisasi lainnya. Karakteristik organisasi dapat dilihat dari hirarki, tugas-tugas yang dijalankan, wewenang dan tanggung jawab suatu jabatan, sistem penghargaan dan sistem kontrol yang ditetapkan

In reply to LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037

Re: Kelompok 5

by setyabudi indartono -

Oleh karena itu, dalam memilih atau mengikuti organisasi harus mengetahui karakteristik organisasi tersebut agar dapat meyatukan hasrat dan cita dalam menggapai tujuan bersama.

Referensinya apa? LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 

In reply to setyabudi indartono

Re: Kelompok 5

by LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037 -

Referensi terbesarnya muncul dari pengalaman saya sendiri pak, dikarenakan jika seseorang mengikuti sebuah organisasi tanpa tahu latar belakang dan bagaimana karakteristik organisasi tersebut, orang tersebut tidak akan bisa beradaptasi dengan lingkungan organisasinya dan akhirnya tidak adanya hasrat untuk menjalani setiap kegiatan organisasi, dan cita atau tujuan yang telah direncanakan tidak akan tercapai dengan baik.

In reply to LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037

Re: Kelompok 5

by setyabudi indartono -

Fahmi Andari     

Jelaskan karakteristik organisasi apa saja yang paling mempengaruhi budaya kerja?

In reply to setyabudi indartono

Re: Kelompok 5

by FAHMI ANDARI 16808141069 -

Secara umum karakter organisasi dibagi menjadi tiga yaitu
Klaster/kelompok bisnis, budaya, struktur organisasi.

1. Kelompok usaha adalah
konsentrasi geografis yang manghubungkan antar kepentingan bisnis,
pemasok, dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu. Cluster dianggap
mampu meningkatkan produktivitas sehingga perusahaan dapat bersaing
secara nasional dan global. Terminologi klaster bisnis ini juga dikenal sebatai
klaster industry, klaster persaingan dan atau klaster Porterian. Klaster bisnis
dapat dibagi menjadi kelompok geografis, gelompok bisnis sektoral seperti
sector kelautan, kehutanan, dan lainnya, klaster horizontal seperti hubungan
antar bisnis dalam kerjasama sumberdaya, dan klaster vertical seperti
kelompk bisnis suplychain.

2. Karakter organisasi kedua adalah karakter budaya. Budaya organisasi
adalah sebuah pola asumsi dasar bersama yang ditemukan atau
dikembangkan yang dianggap sah dan diajarkan kepada anggota sebagai
cara yang benar untuk memahami, berpikir dan merasa sesuatu dalam
beraktivitas. Budaya organisasi juga diasumsikan sebagai sekelompok nilainilai dan norma-norma spesifik yang dibagikan dalam kelompok dalam
sebuah organisasi dan menjadi pengendali dalam interaksi mereka dengan
pemangku kepentingan dilura organisasi. Sedangkan Ravasi dan Schultz
(2006) mengatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat
kesepakatan asumsi mental yang mengarakhan cara pandang dan perilaku
dalam sebuah organisasi dengan menentukan perilaku yang diterima dalam
berbagai kondisi.

3. Karakter ketiga organisasi adalah struktur organisasi. Struktur
organisasi teridi atas berbagai aktivitas seperti alokasi tugas, koordinasi dan
supervisi, yang diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi. Berbagai tipe
struktur organisasi dalam dunia bisnis diantaranya adalah stuktur pra
birokratis, birokrasi, fungsional, divisional, matrik, struktur ramping, struktur
tim, struktur jaringan, struktur virtual, dan model hirarki komunitas

In reply to LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037

Re: Kelompok 5

by setyabudi indartono -

Lilis Kurnia Sari,

Bagaimana mengelola perbedaan Size (Ukuran) organisasi?

In reply to setyabudi indartono

Re: Kelompok 5

by LILIS KURNIA SARI 16808144008 -

1. Bagaimana mengelola perbedaan size (ukuran) organisasi?

Ukuran Organisasi adalah pembahasan mengenai besar kecilnya suatu organisasi serta apa dan bagaimana dampaknya terhadap pengelolaan organisasi tersebut. Besar atau kecilnya suatu organisasi dapat dilihat dari jumlah personilnya.

Mengelola perbedaan size organisasi yaitu :

  • Ukuran Organisasi dan Karakteristik Struktural

Menurut Robbins (1990:161), batas untuk menentukan bahwa suatu organisasi besar lebih kurang adalah antara 1500-2000 orang. Artinya, karakteristik struktural organisasi di atas dua ribu orang (misalnya tiga ribu atau empat ribu orang) adalah kurang lebih sama dengan karakteristik struktural organisasi berjumlah dua ribu orang.

  • Ukuran Organisasi dan Formalisasi

Formalisasi diartikan sebagai derajat sejauh mana pekerjaan-pekerjaan di dalam suatu organisasi di standardisasi. Formalisasi tertulis dari banyaknya aturan dan prosedur yang diciptakan, maka formalisasi tidak tertulis dapat dilihat dari sejauh mana prosedur-prosedur kerja itu ditanamkan dan aturan-aturan ditegakkan oleh pengelola organisasi kepada para anggotanya.

  • Ukuran Organisasi dan Sentralisasi

Sentralisasi merupakan suatu dimensi organisasi yang lebih sulit dan lebih banyak diperdebatkan ketimbang dua dimensi yang telah dibahas sebelumnya. Menurut Hatch (1997:168), kesulitan dalam mengukur tingkat sentralisasi adalah terletak pada beragamnya jenis keputusan di dalam organisasi itu sendiri. Artinya, suatu organisasi bisa bersifat sentralis dalam satu hal, dan desentralis dalam hal lain.

  • Organisasi Organisasi dan Birokrasi

Tiga karakteristik struktur yang telah dijelaskan (kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi), tampaknya merupakan karakteristik-karakteristik pokok untuk membedakan satu organisasi dengan organisasi lainnya. Namun, ketiga karakteristik ini cukup untuk membedakan tiga tipe pokok organisasi, yaitu organisasi organik, mekanistik, dan birokratik (Hatch, 1997:170).

  • Komponen Administratif

Menurut Porter, aktivitas-aktivitas organisasi pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua: (1) aktivitas-aktivitas pokok (primary activities), yang menciptakan nilai; dan (2) aktivitas-aktivitas pendukung (support activities), yang dibutuhkan agar organisasi mampu menjalankan aktivitas-aktivitas pokok.

  • Konsep Birokrasi

Weber mengajukan suatu model birokrasi yang rasional, efisien, dan netral. Karakteristik birokrasi yang dibayangkan oleh Weber adalah suatu organisasi yang sistematis di mana berbagai tujuan dan sasaran jelas, dan posisi jabatan tersusun secara piramidal berdasarkan jenjang otoritas yang teratur.

  • Fase Perkembangan Kehidupan Organisasi,
  • Fase Entrepreneurial

Pengelolaan yang dilakukan secara langsung dan personal ini, para anggota mudah mengetahui apa yang diharapkan dari mereka karena mendapat umpan balik dan pengawasan secara langsung. Ketika aktivitas organisasi meluas, biasanya penggagas atau entrepreneur membutuhkan pengelola profesional untuk menangani aktivitas-aktivitas yang makin kompleks. Hal ini menimbulkan krisis dalam organisasi, disebut krisis kepemimpinan (leadership crisis).

  • Fase Kolektivitas

Membangun integrasi kolektif di antara bagian-bagian yang telah terdeferensiasi di dalam organisasi. Di ujung kolektivitas, sekali lagi terjadi krisis. Kali ini adalah krisis otonomi (autonomy crisis). Bagian-bagian tertentu dalam organisasi mulai merasa perlu wewenang yang lebih besar untuk mengelola aktivitasnya dan tidak bersedia lagi dikontrol melalui pengambilan keputusan yang terpusat.

  • Fase Delegasi

Organisasi mulai mendelegasikan keputusan-keputusan ke bawah. Struktur organisasi mulai diformalisasi dengan aturan-aturan dan prosedur yang lebih formal, dengan tujuan mempertahankan efisiensi dan stabilitas organisasi. Ketika organisasi mengalami pertumbuhan yang lebih kompleks, maka terjadi lagi krisis baru, yaitu krisis kontrol (control crisis). Artinya, desentralisasi pengambilan keputusan menyebabkan pengelola organisasi kehilangan atau berkurang kemampuannya untuk mengontrol keseluruhan organisasi.

  • Fase Formalisasi

Pada fase ini cara-cara kontrol birokratik mulai diterapkan. Dengan melakukan standardisasi terhadap berbagai aktivitas, maka organisasi dapat dikontrol secara lebih efisien dan efektif. Sampai pada suatu ketika, kontrol birokratik yang makin detail dan rumit menyebabkan gejala over-bureaucracy atau birokrasi yang berlebihan. Organisasi menjadi tidak efektif dan efisien lagi, serta berkurang daya adaptasinya terhadap perubahan-perubahan lingkungan. Hal ini menimbulkan krisis yang disebut krisis birokratik (red-tape crisis). Berkurangnya kemampuan kontrol dari mekanisme birokratik biasanya direspons oleh para pengelola organisasi dengan menambah aturan-aturan dan prosedur yang justru lebih ketat.

  • Fase Kolaborasi

Organisasi mencoba mengatasi cara kerja birokrasi yang terlalu rasional dan impersonal, dengan mengembangkan kerja tim

In reply to LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037

Re: Kelompok 5

by setyabudi indartono -

Nova Try Anti     

Jelaskan siapa yang paling memberikan pengaruh pada pembentukan karakter organisasi? jelaskan!

In reply to setyabudi indartono

Re: Kelompok 5

by NOVA TRY ANTI 16808144026 -

Nova Try Anti/16808144026

 

Abdul Azis Wahab (2008:4) menjelaskan beberapa karakteristik dari organisasi diantaranya adalah 1) Sebuah entitas sosial; 2) Bertujuan atau diarahkan oleh tujuan (goal directed) 3) Memiliki sistem kegiatan terstruktur yang disengaja dan; 4) dengan batas-batas yang jelas. Sedangkan menurut Gerlof (1998:6) karakteristik dari sebuah organiasi yaitu : 1) Tujuan; 2) Orang; 3) Rencana.

Sedangkan beberapa pendapat lain mengenai karakteristik organisasi adalah:

  1. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun
  4. Instrumen social yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

Yang paling memberi pengaruh dalam pembentukan karakter organisasi yaitu leader dari organisasi itu sendiri. Tetapi Tidak hanya pemimpin, namun seluruh karyawan dan anggota tim juga berpengaruh pada pembentukan karakter organisasi yang efektif.  Organisasi yang sukses sangat mengedepankan kepemimpinan efektif untuk mencapai hasil maksimal.

In reply to LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037

Re: Kelompok 5

by ROSITA PANGESTI 16808141055 -

Disebutkan bahwa dalam makalah sebagian besar perusahaan di Indonesia didominasi perusahaan keluarga, dimana mereka mempunyai budaya mementingkan hasil daripada prosesnya. Mengapa solusi yang kelompok kalian tawarkan hanya mengidentifikasi budaya mereka ? Apakah dengan melakukan hal tersebut dapat mempertahankan perusahaan ?Â