Kelompok 3 :
1.Danik Fitri A. (16808141007)Â
2.Della Yuniar (16808141009)Â
3. Sonia Ayu A. (16808141014)Â
4. Muhammad Harir M. (16808141030)Â
5. Rahmad Ali A. (16808144012)Â
Â
Kelompok 3 :
1.Danik Fitri A. (16808141007)Â
2.Della Yuniar (16808141009)Â
3. Sonia Ayu A. (16808141014)Â
4. Muhammad Harir M. (16808141030)Â
5. Rahmad Ali A. (16808144012)Â
Â
Danik Fitri A.,
jelaskan hubungan karakter organisasi dengan capaian kinerja individu dan organisasi!
Karakteristik organisasi merupakan perilaku dan tingkah laku suatu badan/institusi terhadap kondisi yang ada diluar institusi itu maupun didalam institusi itu sendiri, artinya dalam dunia bisnisnya selalu fokus kepada pelanggannya yang bukan hanya dari luar perusahaan itu tapi juga orang-orang di dalam perusahaan yang merupakan aset perusahaan itu sendiri. Dimana dalam suatu organisasi itu sendiri terdapat beberapa individu yang memiliki karakter masing-masing. Karakter organisasi yang sudah terbentuk dalam sebuah institusi juga bisa disebut dengan budaya organisasi itu. Maka, mau tidak mau para individu yang terlibat didalamnya harus mengikuti budaya yang ada di perusahaan itu sendiri. Karakter organisasi tersebut tentu akan memengaruhi bagaimana kinerja individu masing-masing pekerja, jika karakter budayanya baik, maka kinerja individu beserta organisasinya akan berjalan secara efektif dan efisien. Sedangkan jika karakter yang dimiliki perusahaan buruk, maka juga akan memengaruhi kinerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga akan menciptakan citra yang buruk pada organisasi tersebut.
Della Yuniar.,
Jelaskan bagaimana peran leadership dalam membentuk kultur organisasi!
Leadership sangat berperan dalam membentuk budaya organisasi karena budaya organisasi dapat dihidupkan pertama-tama melalui seleksi, yaitu memperoleh anggota yang setidak-tidaknya memiliki nilai-nilai yang sama dengan budaya organisasi yang ada,manajemen atas, dalam hal ini pemimpin mempunyai peran yang sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai dan norma-norma melalui tindakan-tindakannya; sosialisasi, budaya yang ada hendaknya terus-menerus disosialisasi baik anggota baru maupun anggota lama, prosesnya dapat berupa orientasi dan pelatihan melalui cerita-cerita tentang pendiri, ritual-rital yang ada, simbol-simbol, dan sebagainya. pendiri memiliki peran yang sangat besar, karena bagaimana visi dan misi organisai yang bersangkutan tidak terlepas pada bagaimana nilai-nilai pendiri tersebut. Pada akhirnya nilai-nilai tersebut harus diaktualisasikan dan menjadi nafas bagi organisasi yang ada. Dengan demikian dapat dipahami bagaimana pemimpin memiliki pengaruh besar karena harus dapat bertindak sebagai model bagi terciptanya nilai-nilai yang ada. Adanya kepemimpinan juga diperlukan dalam pencapaian tujuan organisasi. Perilaku pemempin sendiri adalah model peran yang mendorong anggota untuk mengidentifikasi dan menginternalisasi keyakinan, nilai-nilai, dan asumsi-asumsi dalam organisasi.
Sonia Ayu A.,
Apa peran cluster dalam mengembangkan stratagi MSDM?
Terimakasih Pak Tya atas pertanyaanya, saya akan mencoba menjawab
Peran cluster dalam mengembangkan stratagi MSDM yaitu kelompok industri dengan focal/core industry yang saling berhubungan secara intensif dan membentuk partnership, baik dengan supporting industry maupun related industry. Hal ini baik untuk mengembangkan Strategi MSDM karena akan terjalin hubungan yang baik antar karyawan. Hal ini juga memberi kesempatan kepada karyawan untuk menyalurkan ide dan gagasan
Perusahaan yang berkembang adalah perusahaan yang mau menerima ide dan gagasan dari para karyawannya. Dalam suatu perusahaan, karyawan juga berkontribusi dalam mengembangkan perusahaan atau sebagai roda penggerak suatu perusahaan. Memberikan penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi merupakan salah satu strategi pengembangan SDM. Dengan begitu, karyawan lain akan termotivasi untuk menjadi lebih baik, dan berdampak besar dalam perkembangan perusahaan.Â
(Sumber:Â https://www.scribd.com/document/87728597/Apa-Itu-Klaster-Industri)
Muhammad Harir M.,
Apa tantangan SDM di perusahaan Indonesia yang melakukan ekspansi ke luar negeri? jelaskan!
Menurut survei yang dilakukan EIU (Economist Intelligence Unit)/SHRM (Society for Human Resource Management) Foundation di tahun 2013, tantangan terbesar dalam pengembangan sumber daya manusia terampil di tengah era globalisasi ini adalah ketidakselarasan antara kompetensi yang dihasilkan oleh institusi bersistem pendidikan tradisional dengan kompetensi yang sesungguhnya dibutuhkan oleh pelaku industri.
Tantangan lain yang dihadapi secara global termasuk lemahnya ‘soft-skills’, kemampuan beradaptasi dan ‘interpersonal communication’ seperti dinyatakan dalam ‘Global Talent Index’ yang dirilis oleh EIU (Economist Intelligence Unit) di tahun 2012. Sebesar 52 persen pelaku industri di Asia Pasifik mengatakan bahwa kelemahan terbesar dari sumber daya manusia yang tidak lolos proses rekrutmen adalah lemahnya soft-skills secara khusus kreatifitas dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan ketrampilan komunikasi yang baik.
Rahmad Ali A.,
Tantangan pengembangan kultur organisasi seperti apa yang dihadapi bisnis di Indonesia dalam MEA?
Tantangan pengembangan kultur di Indonesia adalah dalam hal penerapan-penerapan hak untuk berkreasi dan inovasi, dalam beberapa perusahaan atau organisasi cenderung memiliki budaya yang formal dan terlalu saklek dengan apa yang dikehendaki suatu perusahaan. Banyak organisasi diluar negeri menerapkan budaya yang longgar tetapi tetap dalam jalur. Yang di maksud adalah karyawan diperbolehkan memilih cara mereka bekerja, jadwal yang di ambil, dan berhak berinovasi sesumau mereka tetapi tetap di dalam tujuan perusahaan. Budaya seperti itu akan membantu perusahaan dan karyawan tidak terlalu terkekang.