Meta-cognitif week 15

Meta-cognitif week 15

oleh IKA AGUSTINA FITRIANI 14301241018 -
Jumlah balasan: 0

Pada minggu ini, semua mahasiswa di kelas melakukan persentasi tentang Cooperative Learning, dimana setiap kelompok mempresentasikan tipe yang berbeda. Dari beberapa tipe tersebut, kelompok saya mendapatkan tipe Think Pair and Share. Berikut beberapa tipe pembelajaran yang ada dalam model Cooperative Learning.

Group Investigation (GI)

Yaitu salah satu tipe dari Cooperative Learning yang menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi atau keterampilan proses kelompok. Tahapan yang ada dalam GI ini diantaranya yaitu tahapan pemecahan masalah, tahapan pengelolaan kelas, dan tahapan pemaknaan secara perseorangan.

Think Pair and Share

Yaitu yaitu pembelajaran kelompok dimana siswa diberi kesempatan untuk berfikir mandiri dan saling membantu dengan teman yang lain. Tipe ini dikembangkan oleh Frank Lyman, dkk dari Universitas Maryland pada tahun 1985 sebagai salah satu struktur kegiatan cooperative learning.

Langkah-langkah (syntaks) dari Think Pair and Share yaitu:

  • Tahap pendahuluan, dimana guru akan menjelaskan aturan main dan batasan waktu untuk setiap kegiatan di pembelajran, memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, daj menjelaskan kopetensi yang harus dicapai oleh siswa.
  • Tahap Think, dimana guru menggali pengetahuan awal siswa melalui kegiatan demonstrasi, memberikan Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada seluruh siswa, dan kemusian siswa mengerjakan LKS tersebut secara individu.
  • Tahap Pair, siswa dikelompokkna secara berpasangan (misal teman sebangku) untuk berdiskusi mengenai jawaban tugas yang telah dikerjakan.
  • Tahap Share, yaitu satu pasang siswa dipanggil secara acak untuk berbagi pendapat kepasa seluruh siswa di kelas dengan dipandu oleh guru.
  • Tahap penghargaan, yaitu siswa dinilai secara individu dan kelompok.

Kelebihan:

  • Memungkinkan siswa untuk merumuskan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan,,
  • Siswa akan terlatih menerapkan konsep, karena bertukar pendapat dengan temannya untuk memecahkan masalah,
  • Siswa lebih aktif,
  • Siswa memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan diskusinya,
  • Memungkinkan guru untuk banyak memantau siswa dalam pembelajaran.

Kekurangan:

  • Sangat sulit diterapkan di sekolah yang kemampuan siswanya rendah dan waktu terbatas,
  • Banyak kelompok yang melapor dan perlu dimonitor,
  • Lebih sedikit ide yang muncul,
  • Jika ada perselisihan, tidak ada penengah.

Snowball Throwing

Yaitu salah satu pembelajaran yang dikemas semenarik mungkn dengan cara melempar bola kertas yang berisi pertanyaan dari pembelajaran. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat kelompok-kelompok kecil. Kemudian setelah disajikan materi pembelajaran, disetiap kelompok diminta untuk membuat beberapa pertanyaan, yang kemudian dibuat bola-bola kertas. Setelah ada perintah dari guru, satu kelompok melempar bola kertas tersebut ke kelompok yang lain. Jika ada kelompok yang mendapatkan lemparan tersebut, maka kelompok itu harus menjawab pertanyaan yang ada dikertas tersebut. Model pembelajaran yang seperti ini melatih siswa untuk tetap siap dalam segala kondisi, melatih kerja sama dengan anggota yang lainnya, serta melatih konsentrasi. Namun terdapat kekurangan dari metode ini, yaitu jika ada siswa yang tidak memperhatikan perintah, maka hanya akan membuat gaduh di dalam kelas.

Student Team Achievement Division

Dalam tipe pembelajaran ini, siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa mengerjakan kuis tentang materi itu secara individu.

Jigsaw

Yaitu tipe pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, dengan pembentukan kelompok awal dan kelompok khusus. Kelompok awal merupakan kelompok di awal pembentukan kelompok oleh guru. Kelompok khusus merupakan kelompok dari perwakilan setiap kelompok yang akan mempelajari suatu materi pembelajaran secara mendalam. Kemudian, jika anggota dalam kelompok khusus tersebut sudah memahami materi pembelajaran yang harus dikuasainya, maka semua harus kembali ke kelompok awal, dan menjelaskan materi yang sudah dikuasainya. Dalam hal ini, tipe ini menuntut siswa untuk percaya dengan temannya karena siswa akan bergantung dengan pengetahuan orang lain.

Number Head Together

Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Numbered Heads Together (NHT) atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Teknik Kepala Bernomor Terstruktur, hal ini memudahkan pembagian tugas. Dengan teknik ini, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya.

Tim Group Tournament

Teams Games Tournaments (TGT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras yang berbeda. Kemudian diadakannya suatu games tournments antar kelompok.

709 kata