Metakognitif 15

Metakognitif 15

by ARI DHAMAYANTI 14301241045 -
Number of replies: 0

Metakognitif, 24 Mei 2016

COOPERATIVE LEARNING

Salah satu strategi pembelajaran yang bisa dijadikan pilihan seorang guru adalah cooperative learning. Cooperative learning adalah suatu model pembelajaran

Group investigation

Model pembelajaran ini adalah salah satu cooperative learning di mana siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang kemudian diberikan suatu materi (masalah) dan bekerja secara bersama-sama untuk mencari solusi secara mandiri.

Tujuan model pembelajaran ini antara lain :

  • Meningkatkan pemahaman siswa melalui investigasi
  • Melatih jiwa kerjasama siswa karena prosesnya dilakukan secara cooperative
  • Siswa dapat mengembangkan ketrampilan yang mereka miliki saat menginvestigasi suatu masalah

Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah :

 

Kelebihan :

  • Siswa lebih aktif
  • Melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan
  • Pembelajaran lebih aktif karena kelompoknya heterogen
  • Siswa bisa lebih mengenali dirinya sendiri

Kekurangan dari tipe ini adalah siswa hanya memahami materi yang diberikan kepada kelompoknya karena materi yang diberikan berbeda di setiap kelompok.

Think pair share

Strategi cooperative learning dengan tipe Thing, Pair and Share adalah suatu model pembelajaran di mana siswa berpikir secara mandiri kemudian berpasangan untuk berdiskusi dan saling bertukar pendapat tentang hasil pekerjaannya.

Langkah pelaksanaan tipe ini :

Kelebihan dari tipe Think, Pair and Share antara lain :

  1. Siswa berlatih mengajukan pertanyaan
  2. Siswa dituntut untuk memahami konsep dalam menyelesaikan masalah
  3. Siswa lebih aktif dan melatih presentasi

Sedangkan kekurangan dari tipe ini antara lain :

  1. Model pembelajaran ini sulit diterapkan pada siswa yang memiliki kemampuan rendah
  2. Waktu yang terbatas
  3. Banyak kelompok yang melapor dan dimonitor
  4. Hanya sedikit ide yang muncul
  5. Tidak ada penengah apabila terjadi perselisihan

 Snowball throwing

Strategi cooperative learning dengan tipe Snowball throwing adalah salah satu model pembelajaran di mana siswa dilatih meningkatkan kreativitasnya dalam membuat soal dan memahami suatu materi yang telah diberikan dengan menjawab pertanyaan yang diperoleh.

Langakah pelaksanaan :

 

Kelebihan tipe Snowball Throwing :

  1. Melatih kreativitas dalam membuat soal
  2. Siswa lebih aktif
  3. Suasana menyenangkan dan pembelajaran efektif
  4. Dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik

Kelemahan tipe Snowball Throwing :

  1. Ketua harus bisa menjelaskan kepada anggota kelompok
  2. Suasana bisa menjadi gaduh jika guru tidak bisa mengkondisikan suasana kelas

Jigsaw

Model pembelajaran Jigsaw merupakan salah satu tipe dari strategi cooperative learning di mana siswa diharapkan bisa menguasai materi yang diberikan dan menjelaskan kepada teman satu kelompoknya.

Langkah pelaksanaan model pembelajaran jigsaw :

 

Kelebihan tipe Jigsaw :

  1. Pembelajaran lebih efektif
  2. Meningkatkan sosialisasi antar siswa
  3. Siswa lebih aktif dan dapat menyamapaikan pendapat
  4. Materi yang diberikan lebih merata

Kelemahan tipe Jigsaw :

  1. Tidak bisa digunakan untuk materi yang bersifat kompleks
  2. Membutuhkan banyak waktu
  3. Menimbulkan multi presepsi

STAD

Strategi cooperative learning dengan tipe Student Team Achievement Division (STAD) adalah model pembelajaran di mana siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa mengerjakan kuis tentang materi itu secara individu.

Langkah Pelaksanaan :

            Kelebihan tipe STAD :

  1.             Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan bertanya, membahas suatu masalah, lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah.
  2. Dapat mengembangkan bakat kepemimpinan dan mengajarkan keterampilan berdiskusi, serta menghargai pendapat orang lain.
  3. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah, karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya.
  4. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.
  5. Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan.
  6. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama

            Kelemahan tipe STAD :

  1. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet
  2. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan, yaitu kurang dari empat, misalnya tiga, maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas.
  3. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif, maka kerja kelompok akan kurang efektif.
  4. Kerja kelompok hanya melibatkan mereka yang mampu memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang pandai dan kadang-kadang menuntut tempat yang berbeda dan gaya-gaya mengajar berbeda.
  5. Adanya perpanjangan waktu karena kemungkinan besar tiap kelompok belum dapat menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan sampai tiap anggota kelompok memahami kompetensinya. Sehingga emerlukan waktu dan biaya yang banyak untuk mempersiapkan dan kemudian melaksanakan pembelajaran kooperatif tersebut. Karena membutuhkan waktu yang lebih lama, target kurikulum sulit tercapai.
  6. Guru dituntut bekerja cepat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pembelajaran yang telah dilakukan, antara lain koreksi pekerjaan siswa, menentukan perubahan kelompok belajar.
  7. Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif.
  8. Menuntut sifat tertentu dari peserta didik, misalnya sifat suka bekerja sama.

Number Head Together

Number Head Together (NHT) merupakan salah satu model pemelajaran yang menekankan pada struktur khusus untuk memengaruhi interaksi siswa dan unuk meningkatkan penguasaaan materi. Tujuan pembelajaran ini antara lain :

  1.  hasil belajar akademik struktural,
  2. pengakuan adanya perbedan dan
  3. pengembangan ketrampilan sosial.

Langkah pelaksanaan model pembelajaran NHT :

 

Kelebihan model pembelajaran tipe Number Head Together :

  1. Merasa harga dirinya tinggi (karena memiliki tanggung jawab)
  2. Pemahaman lebih mendalam
  3. Melatih toleransi dan kepekaan
  4. Wawasan lebih berkembang

Kelemahan model pembelajaran tipe Number Head Together adalah suasana kelas akan menjadi gaduh jika sulit dikondisikan.

Teams Games Tournament

Cooperative learning  dengan tipe Teams Games Tournament adalah model pembelajaran di mana siswa dikelompokkan 5-6 orang untuk memahami materi, melakukan games dan tournament.

Langkah pelaksanaan TGT :

 

Kelebihan dan kelemahan tipe TGT :

a)      Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas

b)      Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu

c)      Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam

d)     Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa

e)      Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain

f)       Motivasi belajar lebih tinggi

g)       Hasil belajar lebih baik

h)      Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi

 

947 words