Pada pertemuan minggu ini saya belajar mengenai model pembelajaran cooperative learningÂ
1. Group investigation
Â
Group investigation adalah kelompok kecil untuk menuntun dan mendorong siswa dalam keterlibatan belajar. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam keterampilan proses kelompok (group process skills). Hasil akhir dari kelompok adalah sumbangan ide dari tiap anggota serta pembelajaran kelompok yang notabene lebih mengasah kemampuan intelektual siswa dibandingkan belajar secara individual.
Â
2. Think pair and share
Â
Cooperative Learning adalah pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Tipe Think Pair and Share yaitu pembelajaran kelompok dimana siswa diberi kesempatan untuk berfikir mandiri dan saling membantu dengan teman yang lain.Â
Â
3. Snowball throwing
Â
Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran yang dikemas dalam suatu permainan menarik yaitu saling melemparkan bola dari kertas yang berisi pertanyaan. Dalam model pembelajaran ini ditekankan pada kemampuan peserta didik untuk merumuskan suatu pertanyaan tentang materi pembelajaran yang disajikan. Pembelajaran yang dikemas dalam permainan ini membutuhkan suatu kemampuan sederhana, sehingga dapat dilakukan oleh seluruh peserta didik. Selain itu, kemampuan peserta didik dalam bekerja sama dengan teman maupun kemampuan individunya dapat diukur melalui model pembelajaran ini.
Â
4. STAD ( Student Team Achievement Division )
Â
Dalam tipe pembelajaran ini, siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya seluruh siswa mengerjakan kuis tentang materi itu secara individu.Â
Â
5. Jigsaw
Â
pembelajaran jigsaw adalah sebuah tipe pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, dimana dalam kelompok tersebut terdiri dari beberapa siswa yang bertanggung jawab untuk menguasai bagian dari materi ajar dan selanjutnya harus mengajarkan materi yang telah dikuasai tersebut kepada teman satu kelompoknya.
Â
6. Number heads together
Â
Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik. Tipe ini dikembangkan oleh Kagen dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Numbered Heads Together (NHT) atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Teknik Kepala Bernomor Terstruktur, hal ini memudahkan pembagian tugas. Dengan teknik ini, siswa belajar melaksanakan tanggung jawab pribadinya dalam saling keterkaitan dengan rekan-rekan kelompoknya.Â
Â
7. Tim group tournament
Teams Games Tournaments (TGT) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras yang berbeda. Kemudian diadakannya suatu games tournments antar kelompok
Â
Perbedaan antar metode pembelajran
Â
1.Â
Group Investigation
Dibentuk kelompok siswa, kemudian diberi suatu permasalahan , tahap tahap siswa dalam berdiskusi:
1. Tahap pemecahan masalah,
2. Tahap pengelolaan kelas,
3. Tahap pemaknaan secara perseorangan.
Konsep dalam metode group investigation
1. Penelitian (inquiry)
2. Pengetahuan
3. Dinamika belajar kelompok
Â
2.Â
Think pair and share
Dibentuk kelompok siswa dengan teman sebangkunya, kemudian diberi waktu untuk berdiskusi, guru memanggil kelompok siswa secara acak untuk menjelaskan jawabanya kepada siswa kelas, guru menilai kemampuan individu dan kelompokÂ
Â
3.Â
Snowball throwing
Dibentuk kelompok terdiiri dari beberapa siswa, guru memanggil setiap ketua kelompok dan memberikan penjelasan tentang suatu materi, kemudian masing-masing ketua kelompok kembali kekelompoknya dan menjelaskan materi yang telah dijelaskan oleh Guru. Kemudian setiap siswa diberi lembar kerja kertas untuk menuiskan sebuah pertanyaan, kertas pertanyaan dibuat seperti bola dan dilemparkan ke siswa lain, kemudian siswa menjawab pertanyaan tersebut
Â
4.Â
STAD
Dibentuk kelompok yang terdiri dari beberapa siswa, kemudian menentukan skor awal setiap individu dan kelompok, guru memberikan suatu permasalahan untuk didiskusikan pada setiap kelompok , lalu guru mengadakan kuis atau tes untuk mengetahui tingkat kepahaman siswa, kemudian guru menghitung skor individu dan kelompok dan dibandingkan dengan skor awal untuk mengetahui tingkat kemajuan siswa
Â
5.Â
Jigsaw
Dibentuk kelompok terdiri dari beberapa siswa yang bertanggung jawab untuk menguasai bagian dari materi ajar yang berbeda, kemudian setiap siswa yang memiliki materi sama akan berkumpul untuk membentuk kelompok ahli dan berdiskusi mengenai materi tersebut dan selanjutnya harus mengajarkan materi yang telah dikuasai tersebut kepada teman satu kelompoknya.
Â
6.Â
Number heads together
Dibentuk kelompok terdiri dari beberapa siswa dan diberikan nomor yang berbedabeda, mereka saling berdiskusi terhadap suatu pertanyaan atau permasalahan yang diajukan oleh guru, kemudian guru secara acak memanggil siswa untuk menjelaskan kepada seluruh kelas mengenai jawaban yang telah didiskusikan oleh kelompoknya, sehingga dengan memanggil secara acak siswa dapat dengan sungguh sungguh belajar dan aktif berdiskusi agar memahami materi
Â
7.Â
Teams group tournament
Dibentuk kelompok yang terdiri dari beberapa siswa, kemudian diadakannya games tournament dimana setiap siswa yang bersaing merupakan wakil kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya ditempatkan dalam meja-meja tournament. Permainan dimulai dengan memberitahukan aturan permainan setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu kartu soal untuk bermain, jika permainan didesain menggunakan kartu-kartu. Contoh langkah-langkah permainan:
1. Setiap pemain dalam tiap meja menentukan dahulu pembaca soal dan pemain pertama dengan cara undian.
2. Pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal.
3. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain.
4. Soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal. Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditanggapai oleh penantang, dengan urutan searah jarum jam.
5. Pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan mengoreksi jawaban dari pemain atau penantang, skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar.
Penghargaan kelompok dihitung melalui skor yang mereka kumpulkan dari games tersebut
Â