Pada minggu ke 13 ini saya mempelajari mengenai penggunaan strategi Questions and Answer. Strategi Questions and Answer dapat menjadi alternatif yang dapat guru gunakan untuk membimbing ataupun menantang para murid-murid. Untuk siswa yang notabennya memiliki prior knowledge rendah guru dapat memberikan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang mampu menuntun siswa untuk menemukan dan mengkonstruk pengetahuan sendiri. Sedangkan untuk siswa yang memiliki prior knowledge yang cukup ataupun tinggi guru dapat memberikan suatu pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk lebih memahami suatu konsep pengetahuan.
Questions and Answer strategy ini dapat digunakan untuk siswa-siwa yang sifatnya free rider dalam suatu kelompok (hanya menumpang nama). Guru dapat memberikan pertanyaan untuk setiap individu yang berimplikasi pada semua siswa setidaknya memahami konsep dasar materi yang guru berikan. Strategi ini dirasa cukup efektif untukmenanggulangi siswa-siwa yang sifatnya free rider dalam suatu kelompok.
Guru dalam memberikan respons dapat dilakukan dengan dua cara yakni verbal dan non verbal.
- Verbal Teacher Responses
- Acceptance, yakni dimana guru baik secara ekplisit ataupun implicit menerima apa yang siswa katakan sebagai sesuatu yang benar.
- Praise, guru memberikan komentar secara jelas sebagai pujian ataupun penguatan yang positif. Ini contohnya dapat berupa pujian ataupun motivasi. Penggunaan praise ini juga harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial ataupun kesalah pahaman sosial di siswa lainnya.
- Higher level questioning, guru memberikan tantangan kepada siswa untuk lebih berfikir kembali mengenai pengetahuan yang baru dipahami siswa (proses metakognisi) dengan tujuan memperdalam pemahaman siswa mengenai suatu konsep pengetahuan. Response ini sanagt disarankan terutama untuk pembelajaran dengan pendekatan problem solving. Disini guru tidak hanya memberikan pertanyaan namun juga memberikan petunjuk , guru dapat meminta siswa untuk menjelaskan , memperkirakandan lain sebagainya.
- Critism, guru memberikan komentar dan membenarkan pekerjaan siswa atau meluruskan suatu miskonsepsi siswa dan perilaku siswa. Respons ini kurang direkomendasikan untuk digunakan.
- Non verbal Teacher Response
- Wait time, guru tidak langsung memberikan respons pada siswanamun dialihkan ke permasalahn ataupun data yang berbeda dahulu. Atau dengan meminta pendapat teman kelas lainnya.
- Physical closeness, guru mendekati dan memperhatikan siswanya dengan jarak yang dan gesture tubuh yang berbeda-beda. Biasanya ini digunakan sebagai bahan observasi guru yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat memahami ataupu menangkan materi yang guru berikan dandiakhir biasanya guru memberikan suatu feedback berdasarkan hasil observasinnya yang tadi.
Dalam suatu kelas terdapat beberapa tipe siswa
- Free riding , merupakan tipe yang pendiam, pasif
- Social loafing, tipe siswa yang mendominasi dalam suatu kelompok ataupun kelas biasanya siswanya aktif. Tipe ini bisa dijadikan sebagai parameter untuk teman-teman yang lainnya yakni dengan memberikan response verbal di depan teman-teman lainnya.
Untuk siswa yang memilik low knowledge guru dapat memberikan implicit instruction yang berupa general problem solving ataupun spesifik problem solving. Sedangkan untuk siswa yang memiliki high knowledge guru dapat memberikan implicit instruction untuk lebih menantang siswanya.