SPM Metacognitive Week 6

SPM Metacognitive Week 6

by PONY SALIMAH NURKHAFFAH 14301241006 -
Number of replies: 0

        Pada pertemuan keenam, saya belajar lanjutan materi mengenai dasar-dasar filosofis pengembangan strategi pembelajaran yang telah dipelajari minggu kelima. Yang pertama, mengenai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum berbasis kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kurikulum ini berorientasi pada hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik serta keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhannya. Indikator keberhasilan dari KBK diantaranya adalah: (1) adanya peningkatan mutu pendidikan yang dapat dicapai oleh sekolah; (2) adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan; (3) adanya peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan; (4) adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah, wali murid dan masyarakat pada umumnya berkaitan dengan mutu sekolah; (5) adanya kompetisi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan; (6) tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan di kalangan warga sekolah; (7) terwujudnya proses pembelajaran yang efektif; (8) terciptanya iklim sekolah yang aman; dan (9) adanya proses evaluasi secara berkelanjutan. 

        Materi kedua yaitu mengenai ranah kognitif dan dimensinya. Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Tujuan mempelajari ranah kognitif dan dimensinya adalah untuk menerapkan strategi yang tepat, guna mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan indikator adalah apa yang menandakan tujuan pembelajaran telah tercapai. Ranah kognitif erat kaitannya dengan Taksonomi Bloom. Adapun struktur taksonomi Bloom setelah direvisi terdiri dari dua dimensi yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi isi. Dimensi proses terdiri atas (1) Remember dengan indikator Recognizing dan Recalling; (2) Understand dengan indikator Interpreting, Exemplifying, Classifying, Summarizing, Inferring, Comparing, Explaining; (3) Apply dengan indikator Executing dan Implementing; (4) Analyze dengan indikator Differentiating, Organizing, dan Attributing; (5) Evaluate dengan indikator Checking dan Critiquing; (6) Create. Sedangkan dimensi isi terdiri dari pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi.

        Materi ketiga adalah ranah afektif dan psikomotorik. Ranah Afektif mencakup segala sesuatu yang terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, penghargaan, semangat,minat, motivasi, dan sikap. Kategori dari ranah afektif adalah penerimaan, responsif, nilai yang dianut, organisasi, dan karakterisasi. Adapun pengukuran aspek afektif berdasarkan karakteristik-karakteristiknya terdiri dari pengukuran sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral.

        Sedangkan ranah psikomotorik erat kaitannya dengan kerja otot yang menjadi penggerak tubuh dan bagian-bagiannya, mulai dari gerak yang sederhana seperti gerakan-gerakan dalam berolahraga. Ranah ini menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot. Pembagian ranah psikomotorik menurut Simpson terdiri dari persepsi, kesiapan, respon terpimpin, mekanisme, respon tampak yang kompleks, penyesuaian, dan mencipta. Jenjang ranah psikomotorik terdiri dari peniruan, penggunaan, ketepatan, perangkaian, dan naturalisasi.

 

 

415 words