Metakognitif Week 2

Metakognitif Week 2

by NURRITA SABRINA 14301244010 -
Number of replies: 0

Pada pertemuan ini membahas mengenai tingkatan berfikir seseorang berdasarkan pengklasifikasian dari Bloom atau yang biasa disebut Taksonomi Bloom. Untuk versi lama, Bloom menjelaskan terdapat enam tahapan berfikir seseorang yaitu 1. Knowledge, jenjang ini menekankan pada kemampuan dalam mengingat kembali materi yang telah dipelajari. Ketercapaian jenjang ini dilihat dari peserta didik mampu menjawab pertanyaan berdasarkan dengan hapalan saja. Contoh strategi yang digunakan pada jenajang ini aalah Mnemonics 2. Comprehension peserta didik mampu memahami materi tertentu yang dipelajari. Ketercapaian jejang ini dilihat dari peserta didik menjawab pertanyaaan dengan kata-katanya sendiri dan dengan memberikan contoh baik prinsip maupun konsep. 3. Application peserta didik mampu menerapkan pemahamannya dengan cara menggunakannya secara nyata. 4. Analysis peserta didik mampu menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian menemukan asumsi, dan membedakan pendapat dan fakta serta menemukan hubungan sebab akibat 5. Synthesis peserta didik mampu menghasilkan hipotesis atau teorinya sendiri dengan memadukan berbagai ilmu dan pengetahuan. 6. Evaluation peserta didik mampu menilai manfaat suatu hal untuk tujuan tertentu berdasarkan kriteria yang jelas. Merka mengevaluasi informasi dengan melakukan justifiaksi ataupun pembuatan keputusan dan kebijakan. Jika tahap keempat dan keenam tercapai maka akan menghasilkan critical thingking. Sedangkan taksonomi bloom versi terbaru adalah : 1. Remembering 2. Understanding 3. Applying 4. Analyzing 5. Evaluating 6. Creating Pada tingkatan yang baru ini creating berarti peserta didik mampu menciptakan. Keenam tingkatan ini saling berpengaruh satu sama lain. Tingkatan yang awal ini melandasi tingkatan selanjutnya. Selain memperhatikan tingkatan berfikir siswa dalam mengembangkan Strategi Pembelajaran Matematika pendidik harus mengetahui seberapa kompleks konsep pembelajaran yang akan pendidik itu utarakan nantinya, baiknya pembelajaran dimulai dari materi yang sederhana dahulu lalu berkembang ke materi yang lebih kompleks. Selain itu pendidik dalam mengembangkan strategi belajar matematika harus mempertimbangkan tingkatan berfikir , prior knowledge , karakter peserta didik dan memberikan gambaran mengenai tujuan peserta didik mempelajari materi ini dalam hal ini adalah belajar matematika. Selain itu salah satu bagian penting dalam mengembangkan strategi pembelajaran matematika adalah menciptakan proses belajar yang bermakna (Meaningful Learning), bermakna disini berarti peserta didik memahami mengenai apa yang mereka pelajari. Pembelajaran bermakna ini tercapai jika peserta didik dalam tingkatan berfikirnya understand atau memahami baik itu sifatnya konseptual maupun faktual. Pemahaman disini berarti siswa itu sendiri nantinya yang mengkonstruk pengetahuan untuk terciptanya proses pembelajaran yang bermakna. Siswa dikatakan telah melakukan belajar bermakna ketika mampu memenuhi prinsip belajar bermakna yakni : 1. Pengetahuan baru yang diterima siswa dilandaskan oleh pengetahuan awal 2. Selama proses pembelajaran, siswa mampu mengaitkan prior knowledge dengan pengetahuan yang baru 3. Factual and conceptual knowledge 4. Metakognitif, artinya siswa mengetahui tentang apa yang terjadi pada dirinya, Dari keempat prinsip pembelajaran tersebut Metacognitive merupakan salah satu strategi yang diarahkan untuk dapat dikembangkan oleh siswa. Dengan mengetahui prinsip belajar bermakna tersebut diharapkan pendidik mampu meyusun strategi pembelajaran matematika untuk menciptakan proses belajar bermakna.

456 words