Section outline
-
Keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis menjadi aspek penting dalam belajar bahasa. Keempat keterampilan berbahasa tersebut erat kaitannya antara yang satu dengan lainnya. Keempat keterampilan tersebut juga mempunyai kedudukan yang saling mendukung dalam pencapaian keterampilan berbahasa seseorang. Pemerolehan berbahasa secara umum dikuasai secara bertahap, yaitu mula-mula menyimak, berbicara, membaca, dan kemudian menulis. Keempat keterampilan tersebut akan didapatkan seseorang pada saat pengajaran bahasa. Seseorang harus menguasai keempat aspek tersebut agar terampil berbahasa. Sehingga pembelajaran keterampilan berbahasa pada dunia pendidikan tidak hanya menekankan pada teori saja, tetapi seseorang dituntut untuk mampu menggunakan bahasa sebagaimana fungsinya, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi.
Keterampilan berbahasa yang pertama adalah menyimak atau mendengar Subyantoro dan Hartono (2003:1-2) menyatakan bahwa mendengar adalah peristiwa tertangkapnya rangsangan bunyi oleh pancaindra pendengar yang terjadi pada waktu kita dalam keadaan sadar akan adanya rangsangan tersebut, sedangkan mendengarkan adalah kegiatan mendengar yang dilakukan dengan sengaja penuh perhatian terhadap apa yang didengar, sementara itu menyimak intensitas perhatiannya terhadap apa yang disimak. Pembelajaran menyimak menuntun siswa mampu menguasai berbagai pengetahuan informasional, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Keterampilan berbahasa yang kedua adalah berbicara. Pada dasarnya ketrampilan berbicara dilakukan dengan motivasi untuk mengemukakakan sesuatu kepada orang lain, atau karena ingin memberikan reaksi terhadap sesuatu yang didengarnya (Nurgiyantoro, 2011: 442). Keterampilan berbahasa yang ketiga adalah membaca. Membaca dapat didefinisikan sebagai “proses menerima komunikasi tertulis”. Unsur yang harus ada dalam kegiatan membaca adalah pemahaman. Kegiatan membaca yang tidak disertai dengan pemahaman bukanlah kegiatan membaca (Zucdi, 2012:3). Keterampilan berbahasa yang keempat adalah menulis. Menulis merupakan suatu proses merekam ide-ide atau gagasan yang rumit secara terorganisir, terutama pada pemilihan diksi dan ejaan yang memiliki peranan yang sangat penting (Abaye, 2015: 272).
-
Keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis menjadi aspek penting dalam belajar bahasa. Keempat keterampilan berbahasa tersebut erat kaitannya antara yang satu dengan lainnya. Keempat keterampilan tersebut juga mempunyai kedudukan yang saling mendukung dalam pencapaian keterampilan berbahasa seseorang. Ketrampilan berbahasa sangat penting diaplikasikan pada kelas BIPA
-
ANALISIS TAGMEMIK DALAM SURAT KABAR REBUPLIKA PADA KOLOM OPINI RUBRIK “SUARAPUBLIKA”
Nabiyya Zarbali (19705261036)
-