keuntungannya adalah mereka bisa menentukan keputusan dan memutuskan keputusan yang kira-kira sesuai dengan kondisi perusahaan. kelompok kepentingan sangat berpengaruh terhadap semua keputusan yang akan di ambil dari suatu kondisi yang terjadi di perusahaan juga dalam menentukan hasil suatu proses politik. karena kelompok kepentingan lebih banyak memiliki kepentingan terhadap perusahaan tentang harapan dibanding karyawan atau yang lain.
Peta pemangku kepentingan menurut Mitchell, Agle et al. (1997)
mengusulkan klasifikasi stakeholder berdasarkan kekuatan untuk
mempengaruhi, legitimasi hubungan masing-masing stakeholder dengan
organisasi, dan urgensi klaim stakeholder pada organisasi. Hasil klasifikasi ini
dapat menetapkan kelompok stakeholder yang layak atau memerlukan
perhatian manajer. Sedangkan Fletcher, Guthrie et al. (2003) pemangku
kepentingan dipetakan berdasarkan nilai hierarki dan area kinerja kunci.
Menurut Cameron, Crawley et al. (2010) peringkat stakeholder dibagi
berdasarkan kebutuhan dan kepentingan relatif stakeholder kepada orang
lain dalam jaringan. Savage, Nix et al. (1991) menawarkan cara untuk
mengklasifikasikan stakeholder sesuai dengan potensi ancaman dan potensi
kerjasama. Sedangkan Turner, Kristoffer dan Thurloway (2002) menganggap
peta pemangku kepentingan adalah hasil dari identifikasi, penilaian
kesadaran, dukungan, dan pengaruh yang mengarah pada strategi
komunikasi dan kepuasan pemangku kepentingan. Dimensi kepentingan
yang mewakili pemangku kepentingan adalah dimensi kekuatan (tinggi,
sedang, rendah), dukungan (positif, netral, negatif), Pengaruh (tinggi atau
rendah), dan dimensi kebutuhan (kuat, menengah, lemah)