kelompok 1

kelompok 1

by ROSITA PANGESTI 16808141055 -
Number of replies: 10

Risa Prasetyo (16808141004)

Rosita Pangesti (16808141055)

Muh. Afnan Razzak G. ( 16808141067)

Heni Ambarwati (16808144025)

Lutfhi Aziz Satya P. (16808144037)

 

Para Stakeholder adalah semua pihak didalam masyarakat, baik itu individu, komunitas atau kelompok masyarakat, yang memiliki hubungan dan kepentingan terhadapa sebuah organisasi/perusahaan dan isu/permasalahan yang sedang diangkat.

pihak yang memiliki peran dalam stakeholder yaitu :

1. pemilik/pemegang saham

2. karyawan

3. kreditor

4. pemasok

5. pelanggan

6. pesaing dan,

7. pemerintah.

In reply to ROSITA PANGESTI 16808141055

Re: kelompok 1

by setyabudi indartono -

Risa Prasetyo : sebutkan dan jelaskan pengaruh positif dan negatif stakeholder pada pengembangan bisnis sebuah peruasahaan!

 

In reply to setyabudi indartono

Re: kelompok 1

by RISA PRASETYO 16808141004 -

Dampak positif dengan adanya stakeholder adalah :

1. Menjadi mitra kerja dari perusahaan sehingga beban dari perusahaan bisa berkurang.

2. Memberi arahan mengenai gerak perusahaan. perusahaan bisa mencari rekan berdiskusi menenai dimana perusahaan akan dibawa

3. Meningkatkan pendapatan. dari hubungan dengan pemasok perusahaan bisa mendapatkan sumber produksi yang murah sehingga bisa mendorong pendapatan yang didapat oleh perusahaan

 

Dampak negatif dengan adanya stakeholder adalah :

1. Perusahaan tidak bisa semena-mena menjalankan apa yang diinginkan karna ada kontroling dari pihak pemerintah

2. Perusahaan harus melaporkan dan mempertanggungjawabkan hasil kinerjanya selama satu tahun kepada para pemegang saham.

In reply to ROSITA PANGESTI 16808141055

Re: kelompok 1

by setyabudi indartono -

Rosita Pangesti : jelaskan perbedaan pengaruh kebijakan pemerintah tentang pajak pada bisnis jasa dan manufaktur

 

In reply to setyabudi indartono

Re: kelompok 1

by ROSITA PANGESTI 16808141055 -

Menurut saya perbedaan kebijakan pajak pada bisnis jasa dan manufaktur dapat terlihat dari segi harga . Dimana ketika pajak yang diberlakukan pemerintah tidak akan terasa begitu signifikan pada bisnis jasa. Karang pajak yang dikenakan berupa pajak langsung yang berupa ppn. Sedanhkan pada pajak manufaktur dikenakan pada barang tersebut sehingga dapat melalui berbagai pihak yang mengakibatkan harga barang tersebut melonjak tinggi. Pajak pada manufaktur pun berbagai macam seperti pajak masuk, keluar, dan lain -lain.

In reply to ROSITA PANGESTI 16808141055

Re: kelompok 1

by setyabudi indartono -

Muh. Afnan Razzak G. : jelaskan beda core competencies karyawan Menurut Hasibuan “Dalam Manulang, 2002", yang paling dibutuhkan bisnis jasa dan manufaktur 

 

In reply to setyabudi indartono

Re: kelompok 1

by MUH AFNAN RAZZAK GUNARTO 16808141067 -

Core Competency merupakan kompetensi yang dibutuhkan oleh seluruh job roles yang ada di sebuah organisasi. core competency ini wajib dimiliki oleh semua anggota organisasi. Sehingga karena core competency ini merupakan kompetensi dasar, maka untuk menentukannya harus melihat kembali kepada business driver dan corporate values yang dimiliki organisasi. Dalam proses competency profiling, sangat diperlukan visionary meeting dengan direktur yang tentunya memahami dan dapat menerjemahkan business driver dan corporate values sehingga dapat ditentukan core competency dalam organisasi. Dengan demikian, bisnis jasa dan manufactur tentu memiliki core competencies yang berbeda-beda sebagai syarat terkualifikasinya karyawan yang diterima.

Pada industri jasa akan menekankan pada kualifikasi teknologi, pelayanan, partnership, dan knowledge. Sedangkan pada industri manufaktur core competencies perlu mempertimbangkan beberapa pertanyaan seperti berapa lama dominasi bisnis dapat dipertahankan apabila kompetensi tidak dikontrol, kesempatan apa yang akan hilang dimasa depan tanpa kompetensi tersebut, apakah kompetensi memberikan akses lebih di pasar, dan apakah kustomer mendapat keuntungan dari kompetensi itu.

Belum lagi, specific competencies yang harus dimiliki karyawan pada bisnis jasa dan manufaktur akan semakin berbeda. 

In reply to ROSITA PANGESTI 16808141055

Re: kelompok 1

by setyabudi indartono -

Heni Ambarwati : sebutkan salah satu contoh kerjasama antar stakeholder yang menguntukan perkembangan suatu bisnis UMKM

In reply to setyabudi indartono

Re: kelompok 1

by HENI AMBARWATI 16808144025 -

Salah satu stakeholder adalah pemerintah. Pada tanggal 31 Juli 2008,  Bank Indonesia, Pemerintah Jawa Barat dan P3UKM  mengadakan acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat tentang “Kerjasama Pengembangan Ekonomi Dan Peningkatan Daya Saing Daerah” dan peringatan 5 tahun P3UKM. Selain itu ditandatangani pula Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT. (Persero) Asuransi Kredit Indonesia  tentang “Pengembangan Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (KUMKM) Melalui Pola Penjaminan Kredit”. Semua upaya ini merupakan ikhtiar bersama stakeholder dalam memadukan sumberdaya yang dimilikinya secara sinergis guna Pengembangan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Jawa Barat dan tentu saja meningkatkan kesejahteraan UMKM disana.

In reply to ROSITA PANGESTI 16808141055

Re: kelompok 1

by setyabudi indartono -

Lutfhi Aziz Satya P. : Jelaskan keterlibatan utama dari pemerintah dan kreditor yang diharapkan dalam bisnis

In reply to setyabudi indartono

Re: kelompok 1

by LUTHFI AZIS SATYA PERMANA 16808144037 -

Keterlibatan utama dari pemerintah yang diharapkan dalam bisnis adalah dipermudahnya urusan administrasi dan kebijakan lainnya dalam menyelenggarakan sebuah kegiatan bisnis, dikarenakan perijinan merupakan sesuatu yang krusial dalam membuat sebuah bisnis dimana hal tersebut turut membangun kepercayaan masyarakat terhadap sebuah perusahaan atau produk yang telah dihasilkan. Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk memberikan kebijakan yang meringankan perusahaan bisnis dalam pembayaran pajak.

 

Sedangkan keterlibatan kreditor yang diharapkan dalam bisnis adalah dibukanya kesempatan agar para kreditor berpartisipasi dan mempunyai kesadaran untuk berinvestasi atau memberikan kredit kepada perusahaan bisnis agar mampu mengembangkan kegiatan bisnisnya agar bisa bersaing dengan produk lokal maupun internasional. Selain itu, kebijakan tentang bunga kredit yang ada juga diharapkan dapat dipermudah.