~Meta-cognitive Week 2 SPM~

~Meta-cognitive Week 2 SPM~

by PONY SALIMAH NURKHAFFAH 14301241006 -
Number of replies: 0

META-COGNITIVE WEEK 2

Selasa, 16 Februari 2016

Pada pertemuan kedua mata kuliah Strategi Pembelajaran Matematika, kami membahas mengenai tingkatan berfikir seseorang berdasarkan Taksonomi Bloom. Untuk Taksonomi Bloom versi lama, menjelaskan bahwa terdapat enam tahapan berfikir seseorang yaitu (1) knowledge; (2) comprehension; (3)application; (4) analysis; (5) synthesis, dan (6) evaluation. Keenam tahapan tersebut kemudian direvisi menjadi (1) remembering; (2) understanding; (3) applying; (4) analyzing; (5) evaluating; dan (6) creating. Tahap berfikir yang pertama adalah remembering yang merupakan sebuah proses untuk mengingat pengetahuan dan informasi yang telah didapatkan sebelumnya, seperti mendeskripsikan, mendata, mencocokkan, mendefinisikan, dan lain-lain. Strategi yang dapat digunakan dalam tahap berfikir ini adalah strategi Mnemonics yaitu menggunakan akronim. Tahap kedua yaitu understanding. Pada tahap ini, kita dapat menginterpretasikan, menjelaskan, mengklasifikasikan, membandingkan, meringkas, dan lain sebagainya. Strategi yang dapat digunakan adalah concept map dan flash card. Tahap ketiga adalah applying, artinya pada tahap ini kita mampu mengaplikasikan apa yang telah kita peroleh dalam situasi tertentu. Tahap keempat adalah analyzing, maksudnya dapat menganalisa suatu permasalahan secara tepat. Tahap kelima adalah evaluating, artinya memberikan justifikasi atas solusi permasalahan yang telah kita pecahkan. Apabila tahap keempat dan tahap kelima dapat tercapai, maka disebut critical thingking. Tahap terakhir adalah creating yang artinya mencipta. Keenam tahapan tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Selain itu, hal lain yang saya peroleh dari pertemuan kali ini adalah guru harus memahami tujuan dan seberapa kompleks materi yang akan diberikan. Sebagai contoh, dalam proses pembelajaran matematika terlebih dahulu guru harus memahami karakteristik matematika, karakteristik pengetahuan, serta tahapan berfikir untuk menciptakan suatu pembelajaran yang bermakna (meaningful learning). Meaningful Learning adalah learning with understanding, artinya siswa paham benar mengenai pengetahuan yang diberikan. Pemahaman siswa dapat terjadi ketika siswa sendiri yang mengkonstruk pengetahuannya. Adapun prinsip-prinsip pembelajaran yang bermakna adalah (1) pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan awal; (2) selama proses pembelajaran, prior knowledge Β siswa harus dikaitkan (harus ada koneksi); (3) factual and conceptual knowledge; (4) metakognitif, artinya siswa perlu tahu tentang apa yang terjadi pada dirinya, sehingga secara sadar mengarahkan proses belajarnya. Dengan mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran yang bermakna, diharapkan guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran.

Β 

Β 

338 words