Pada perkuliahan minggu ini, setiap kelompok mempresentasikan kembali hasil diskusinya mengenai tipe pembelajaran cooperative learning. Untuk mengaktifkan kembali prior knowledge mahasiswa. Kemudian bu endah menambahkan hal-hal berikut:
Pada awalnya pembelajaran cooperative learning ini ditemukan di Amerika karena di Amerika masyarakatnya heterogen sehingga ketika dalam pembelajaran cooperative learning akan saling membantu dan bekerjasama. Di Amerika juga sekolahnya berbentuk moving class yang mana eksplorasi sumber belajarnya luas sedangkan di Indonesia lebih kepada classical class atau bahan ajarnya kurang.
Ada 5 prinsip pembelajaran secara berkelompok atau cooperative learning, yaitu:
- Face to face interaction, dalam semua tipe cooperative learning tentunya tercipta interaksi antara anggota kelompok sehingga setiap anggota mampu untuk memberikan gagasannya dalam pemecahan masalah.
- Student accountability, yaitu setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab dalam kelompok tersebut.
- External motivation, penghargaan atau hadiah menjadi penyemangat siswa dalam belajar. Pada proses penilaian terdapat 2 jenis yaitu penilaian individu dan kelompok. Untuk penilaian individu biasanya tidak hanya melihat dari nilai akhir melainkan usaha atau effort dia dalam bekerjasama dengan kelompokmya yang menjadi indikator penting dalam penilaian.
- Communication skills, dalam cooperative learning kemampuan komunikasi lebih meningkat, bagaimana dia bisa menghargai gagasan atau pendapat temannya dalam berkelompok.
- Positif interdependence, ketergantungan yang positif.
Pembelajaran cooperative learning lebih menekankan pada pemecahan berbasis masalah atau problem based learning, materi prasyarat atau prior knowledge sangat penting dalam cooperative learning, sehingga cooperative learning mampu membantu siswa dalam mengaktifkan prior knowledgenya.