SPM-PMI 2014
Jumat, 27 Mei 2016

Pembelajaran kooperatif merupakan suatu metode pembelajaran yang mulai berkembang di Amerika Serikat sekitar tahun 1980-an. Metode ini digunakan karena di Amerika terdapat heteroginitas yang sangat tinggi. Ras kulit hitam yang dianggap sebelah mata mengakibatkan kurangnya bersosialisasi mengungkapkan pendapat mereka. Dengan adanya pembelajran kooperatif diharapkan semua siswa mempunyai kesempatan sama untuk menyalurkan aspirasi mereka.
ย
5 unsur dalam model pembelajaran kooperatif (Roger dan David Johnson) :
1. Positive interdependence ( saling ketergangtungan positif )
Unsur ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif ada 2 pertanggungjawaban kelompok. Pertama, mempelajari bahan yang ditugaskan kepada kelompok. Kedua, menjamin semua anggota kelompok secara individu mempelajari bahan yang ditugaskan tersebut.
2. Personal responsibility ( tanggung jawab perorangan )
Tanggung jawab perorangan merupakan kunci untuk menjamin semua anggota yang diperkuat oleh kegiatan belajar bersama.
3. Face to face interaction
Unsur ini penting untuk dapat menghasilkan saling ketergantungan positif.
4. Interpersonal skill ( komunikasi antar anggota / ketrampilan )
Dalam unsur ini berarti mengkoordinasikan kegiatan peserta didik dalam pencapaian tujuan peserta didik
5. Group processing ( pemrosesan kelompok )
Dalam hal ini pemrosesan berarti menilai. Melalui pemrosesan kelompok dapat diidentifikasi dari urutan atau tahapan kegiatan kelompok dan kegiatan dari anggota kelompok.
ย
Pembelajaran Kooperatif yang dilaksanakan di Indonesia
Di Indonesia siswa kurang bisa mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki. Di Amerika Serikat menggunakan sistem moving class sehingga peralatan yang ada berbeda di setiap kelas. Di sana siswa bisa mengeksplorasi pengetahuan secara lebih luas.