MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Number of replies: 36Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Dalam framework universalistik dijelaskan bahwa beberapa praktik HR secara universal efektif. Nah. kefektivitasan pratik HR tersebut dinilai dari faktor-faktor apa saja??
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Keefektivitasannya dilihat dari praktek mana yang digunakan diantara "Tujuh praktek strategi HR". Contohnya, ketika sebuah perusahaan memilih praktek yang mengenai internal career opportunities maka faktor yang dinilai dari kemampuan karyawan mereka menyelesaikan tugas yang diberikan dsb
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
saya menambahkan jawaban mba rayi, menurut saya faktor keefektifan HR juga dipengaruhi oleh hubungan anggota, atasan dan bawahannya, dan sistem yang jelas dalam pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai kemampuan mereka dan bidang masing-masing, sehingga dengan faktor tersebut praktek HR dapar efektif.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Pada slide 2 "dari teori imbedded"
Pada pernyataan tersebut, maksudnya gimana? Teori imbedded itu apa dan penjelasannya seperti apa?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
kalau di translate-kan ke bahasa indonesia sih artinya "Tertanam" di, tapi secara teori aku juga kurang tahu artinya seperti apa.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
dalam perspektif konfigurasional, kenapa konfigurasi ini diasumsikan untuk menjadi tipe ideal yang teoritikal konsepnya daripada fenomena empirically observable?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Saya ingin mencoba membantu tim penyaji untuk menjawab pertanyaan dari mbak Medha.
Menurut saya, karena Perspektif Konfigurasional merupakan konsep yang berlandaskan pada teori - teori yang telah ada dan bukan berlandaskan pada observasi atau bukan sebuah spekulasi. hal ini juga telah disebutkan pada kalimat "configurational theories draw on the holistic principle of inquiry" dan pada kalimat "configurational theorists working in SHRM must theoritically derive internally consistent configurations of Human Resource practices, or employment systems, that maximize horizontal fit, and then link these employment systems to alternative strategic configurations to maximize vertical fit."
kalimat - kalimat tersebut memperjelas bahwa Perspektif Konfigurasional merupakan konsep teoritis.
Perspektif Konfigurasional menjadi konsep yang ideal karena penyelidikannya lebih kompleks dibandingkan dengan perspektif sebelumnya (universalistik dan kontingensi).Â
membalas dari Medha
Teori konfigurasional memiliki alasan yang kuat dari pada teori yang lainnya. Yang pertama, teori konfigurasional seimbang atas prinsip analisis keseluruhan dari penyelidikan untuk identifikasi konfigurasional à tau corak unik dari faktor, yang faktanya lebih efektif dan maksimal. Kedua, teori konfigurasi memasukkan asumsi dari equafinality dengan mengatakan bahwa konfigurasi unik multipel dari faktor relevan dapat menghasilkan performa maksimal.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Pada slide 3 "hubungan antara independen variabel dan dependen variabel"
Independen variabel dan dependen variabel pada MSDM Stratejik itu seperti apa? Apakah mirip dengan yang dipelajari di metopen atau bagaimana?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menurut kelompok kami iya, secara umum makna dari independen variabel dan dependen variabel memang sama. Variabel independen (independent variable) adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Variabel dependen (dependent variable) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. jadi disini saya menarik kesimpulan dimana variabel dependen tersebut dipengaruhi oleh variabel independen.
contohnya variable dependen efektifitasan kinerja, maka variable independennya yaitu yang mempengaruhi keefektifan kinerja tersebut.
mungkin ada yang salah, atau terbalik mohon klarifikasi. terimakasih
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
bagaimana karakteristik dari strategi prospector, analyzer, dan defender ?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
sebenarnya dislide sudah ada. tapi saya ulangi lagi dari sepengetahuan saya karakter dari ketiga tersebut yaitu:
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Apa pengaruhnya terhadap perusahaan ketika kita menggunakan atau tidak menggunakan ketiga strategi tersebut?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menurut kami, pasti perusahaan menggunakan salah satu dari ketiga tersebut. karena merupakan poin penting dari membuat strategi. jadi dengan memilih salah satu dari ketiga tersebut maka perusahaan akan lebih mudah dalam menentukan tujuan, dapat melihat peluang dan juga mengatasi masalah yang mungkin timbul karena strategi yang dibuat. jadi itu merupakan seperti senjata atau kunci perusahaan agar dapat bertahan, berkembang dan mencapai tujuan.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Maaf, tapi maksud saya pengertian atau definisi dari teori imbedded sendiri itu apa?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
teori imbedded itu ya ketiga teori yang dijelaskan itu berupa universalistik, kotingensi dan konfigurasional.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
maaf sebelumnya, saya membantu penyaji menjawab pertanyaan mbak abisag. Â sepertinya sudah dijelaskan pada materi penyaji. sepemahaman saya, strategi prospectors itu lebih bertahan pada produk yang ada dan segemen pasar yang ada. Â
strategi defender lebih pada mencari dan mengembangkan produk yang ada kemudian diinovasi pada pasar yang berbeda.
strategi analyzer itu lebih pada menganalisis produk yang sudah ada, apa yang kurang dari produk tersebut dan melakukan pengembangan tetapi tetap pada pasar yang sama.Â
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
saya akan coba membantu menjawab kelompok ini, tentang pertanyaan abysag tentang karakteristik strategi defender, prospector, dan analyzer
Â
Â
Â
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Pada situasi apa perusahaan memilih untuk menerapkan perspektif Kontingensi? Padahal perspektif universalitik lebih mengorientasikan pada profit yang tinggi dan lebih sederhana dibandingkan Kontingensi. Terimakasih
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
mau mencoba menjawab pak cesar. menurutku keduanya ini juga sama sama orientasinya kinerja yang efektif lalu profit tinggi. tapi yang membedakan adalah cara pandang. kalau universalistik itu frameworknya hanya konsen pada praktek HR misal adanya training formal. nah kalau, kalau kontingensi lebih dari itu. misalnya, jika perusahaan akan mengadakan training pada suatu job baru atau sistem baru tetapi juga harus menerapkan strategi "ngirit" atau high financial return, maka dengan perspektif ini perusahan bisa melakukan job on training, atau pelatihan sambil bekerja dan pelatihnyad dari alumni atau bisa dari dalam. ini akan dapat duaduanya, training dapat dan ngiritnya dapat. dibanding mengadakan pemusatan latihan disuatu tempat
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Andre : itu ngiritnya dilihat dari hal apa ya, bukankah melakukan training tentu saja sama2 mengeluarkan biaya??
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
mungkin yang dimaksud mas Andre itu biaya yang ditimbulkan akan lebih murah atau ekonomis ketika menggunakan tenaga pengajar (trainer) dari dalam perusahaan. dan kalau dari dalam, kan bisa sekalian kerja (on the job training).
bisa irit biaya dan irit waktu.
Â
kalau menggunakan trainer dari luar, kan, biayanya akan lebih mahal dibandingkan trainer dari dalam organisasi. selain itu juga tidak mungkin metodenya menggunakan on the job training. pasti perlu penggunaan tempat khusus untuk kegiatan training ini berlangsung.Â
cenderung memakan waktu dan boros.
Â
tapi perlu diketahui, penggunaan trainer dari dalam dan dari luar memiliki kelebiha dan kelemahannya masing - masing. kalau dari segi biaya tentu trainer dari dalam organisasi lebih irit.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menambahkan pendapat andre, saya menarik kesimpulannya ketika sebuah perusahaan menggunakan universalistik perspective maka perusahaan tersebut hanya terfokus pada hasil akhir yg berupa profit. hanya berfokus pada satu hal. sedangkan dalam kontingensi perpective itu berfokusnya pada cara bagaimana menuju tujuan dengan mengedepankan keefektifan dalam membuat strategi.Â
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
saya ingin membantu penyaji menjawab pertanyaan caesar, menurut artikel yang saya baca, asumsi pada perspektif kontingensi adalah ketika para pengambil keputusan mempunyai tujuan yang sama dan tujuan tersebut adalah untuk melayani kepentingan organisasi. Maka perspektif kontingensi ini digunakan, mungkin contohnya saat organisasi mempunyai masalah sdm yang kurang aktif seperti itu, untuk menyatukan tujuan yang sama antara sdm dan organisasi.Â
kalau tentang perspektif universalitik lebih mengorientasi pada profit, karyawan juga adalah asset perusahaan? Â menurut anda lebih penting profit apa asset?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menurut saya lebih penting asset karena untuk mendapatkan profit juga memerlukan asset dan untuk mempertahankan perusahaan juga perlu untuk mempertahankan aset.
terimaksih atas tambahannya
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Apabila perusahaan berada pada grafik menurun, perusahaan cocok nya mengunakan persepektif apa? Dan mengapa?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
jika grafik yang dimaksud adalah mengenai profit perusahaan maka perusahaan akan lebih baik memilih perspektif dari teori universalistik karena dengan menggunakan teori ini seperti menanamkan tujuh praktek strateginya maka akan mendapatkan profit yang maksimal.
jika grafik yang menurun adalah kinerja perusahaan maka prespektif yang diambil lebih baik yaitu perspektif konfigurasional karena dalam teori ini berfokus pada kinerja perusahaan dan menjelaskan tentang cara untuk memaksimalkan kinerja karyawan.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
maaf ini grafik apa ya? grafik sales? apa gimana?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menurut saya yang cocok Perpektif bihavioral yang menyatakan bahwa kesuksesan implikasi dari strategi bisnis secara keras bergantung pada perilaku pekerja. kemungkinan ada yang kurang benar dalam perilaku pekerjanya atau ada yang salah dalam internalnya.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
apakah ketiga perspektif tersebut ditentukan langsung oleh perusahaan atau bisa melalui pendapat karayawan?
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
menurut saya, inilah luarbiasanya orang SDM :D kita harus bisa peka dan tahu tindakan yang tepat. jadi jelas, ini adalah bagian dari orang SDM dan keputusan ada di pimpinan paling atas (direktur/CEO)
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
nah terimakasih atas tambahannya andre.
saya ingin membenarkan pendapat andre dimana SDM membantu CEO untuk menentukan mana yang akan dipilih, dan pemilihan tersebut dilihat dari tujuan perusahaan ingin mencapai ke arah yang mana. keefektifan kah? atau profit kah? dengan sudah menentukan tujuan maka kemudian dengan analisis tersebut SDM mampu menyimpulkan mana yang akan dipilih.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
yes, mau dilihat dari profit ataupun dari segi pembenahan di bagian SDMnya, setiap perusahaan pasti sudah merencanakan dan melihat risiko-risiko yang bisa terjadi. kalaupun utamanya profit, menurut saya setiap perusahaan sudah menyiapkan strategi untuk membuat produk yang punya nilai di masyarakat.
Jika dilihat dari pembenahan SDM, tentu dapat disimpulkan bahwa perusahaan menginginkan profit tapi tidak secara langsung. Namun melalui SDM2 yang berkompeten pasti profit bisa dicapai.
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara memberikan training yang baik dan berkualitas kepada karyawan baru atau karyawan yang masih awam tentang pekerjaan ? karena proses training sangat menentukan hasil karyawan tersebut baik atau tidaknya kedepan untuik perusahaan tersebut. terima kasih
Re: MODES OF THEORIZING IN STRATEGIC HUMAN RESOURCE MANAGEMENT
Mencoba menjawab pertanyaan mas Akbar.
Menurut pendapat saya, Pelatihan yang diberikan bisa berbentuk kursus ataupun masa percobaan dengan beberapa tugas yang telah diatur dan direncanakan.Â
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keberhasilan dalam program pelatihan karyawan yang berkualitas antara lain adalah adanya sasaran pelatihan, mentor ataupun pelatih, materi pelatihan, metode pelatihan, dan peserta pelatihan itu sendiri. Kelima komponen tersebut tentunya saling berkaitan untuk bisa mencapai pelatihan yang sukses dan sesuai dengan target perusahaan sehingga dalam menyelenggarakan pelatihan hendaknya dipersiapkan dan direncanakan secara matang.
Kemudian untuk mempersiapkan program pelatihan karyawan bisa dimulai dengan melakukan inventarisasi kebutuhan pelatihan pada perusahaan tersebut sehingga pelatihan yang dilaksanakan akan sesuai dengan kebutuhan dan target (sasaran). Selain itu, pelatihan yang direncanakan sebaiknya juga memiliki target karyawan yang tepat untuk program tersebut. Pemilihan mentor ataupun pelatih juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Memilih mentor yang memiliki kualitas bagus akan membuat pelatihan tersebut memberikan lebih banyak manfaat bagi karyawan dan perusahaan. Terimakasih.