Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Kurikulum berbasis kompetensi merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah. Kurikulum ini berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri peserta didik melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat diwujudkan sesuai dengan kebutuhannya. Penerapan KBK berorientasi pada pembelajaran tuntas (mastery learning).
Landasan Hukum KBK
- Tap MPR/GBHNÂ Tahun 1999-2004
- UU No. 20/1999 – Pemerintah-an Daerah
- UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. 20/2003
- PP No. 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan
Indikator Keberhasilan KBK
- Adanya peningkatan mutu pendidikan sekolah sebagai hasil dari sekolah dalam mengelola dan mendayagunakan sumber-sumber yang tersedia.
- Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas, dan transparan.Â
- Adanya peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang dicapai melalui pengambilan keputusan bersama.
- Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah, wali murid dan masyarakat pada umumnya berkaitan dengan mutu sekolah baik dalam intra maupun ekstrakurikuler.Â
- Adanya kompetisi yang sehat antar sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan wali murid, masyarakat dan pemerintah daerah setempat.Â
- Tumbuhnya kemandirian dan berkurangnya ketergantungan di kalangan warga sekolah, bersifat adaptif dan proaktif serta memiliki jiwa kewirausahaan tinggi.Â
- Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif yang lebih menekankan pada 4 pilar pendidikan, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.
- Terciptanya iklim sekolah yang aman, nyaman dan tertib sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tenang.
- Adanya proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.Â
Ranah Kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak), segala upaya yang menyangkut aktivitas otak termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Tingkatan ranah kognitif ini disebut Taksonomi Bloom seperti yang telah dibahas ada pertemuan sebelumnya.
Ranah Afektif
Ranah Afektif mencakup segala sesuatu yang terkait dengan emosi, misalnya perasaan, nilai, penghargaan, semangat, minat, motivasi, dan sikap. Ada lima kategori ranah afektif. Jika diurutkan mulai dari perilaku yang sederhana hingga yang paling kompleks yaitu :
- Penerimaan => mampu menunjukkan atensi dan penghargaan terhadap orang lain
- Responsif => berpartisipasi aktif dalam pembelajaran
- Nilai yang dianut/nilai diri => menunjukkan nilai yang dianut dalam setiap perilaku untuk membedakan mana yang baik dan buruk
- Organisasi => mampu membentuk sistem nilai dan budaya organisasi dengan mengharmonisasikan perbedaan nilai
- Karakterisasi => mampu mengendalikanperilaku berdasarkan nilai yang dianut
Metode untuk mengukur ranah afektif : observasi dan penilaian diri.
Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik berkaitan dengan kerja otot yang menjadi penggerak tubuh dan bagian-bagiannya, mulai dari gerak yang sederhana seperti gerakan-gerakan dalam berolahraga. Ranah ini menitikberatkan kepada kemampuan fisik dan kerja otot. Ranah psikomotorik dibagi berdasarkan urutan yang paling sederhana sampai paling kompleks, yaitu:
- Persepsi =>Â mengenal dan memilih berbagai objek berdasarkan tindakan yang akan diambil
- Kesiapan =>Â menanggapi dan mempraktekan suatu kegiatan dengan mental, ketrampilan, dan sikap yang sudah dimiliki dan dipersiapkan.
- Respon terpimpin =>Â mampu melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh.
- Mekanisme =>Â mampu melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis.
- Respon tampak yang kompleks =>Â mampu melaksanakan suatu ketrampilan yang terdiri atas beberapa komponen dengan lancar, tepat, dan efisien.
- Penyesuaian =>Â mampu memodifikasi tanpa mengurangi kebenaran dan tindakan tersebut.
- Mencipta =>Â mampu menciptakan pola-pola pikiran baru agar sesuai dengan situasi yang dihadapi.