Meta-Cognitive Activity (WEEK-8)

Meta-Cognitive Activity (WEEK-8)

by KHOIRUDIN 14301244002 -
Number of replies: 0

SPM-PMI 2014

Selasa, 05 April 2016

Pada pertemuan kedelapan ini topik yang didiskusikan yaitu tentang Problem-Based Learning (PBL). 

Problem-Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) adalah metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan (Duch, 1995)

 

Ternyata ada Pembelajaran lain yang hampir sama dengan Problem-Based Learning (PBL). 

1. Project Based Learning (PjBL)
Project Based Learning (PjBL) atau Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) merupakan tugas-tugas komplek, yang didasarkan pada pertanyaan-pertanyaan yang menantang  atau permasalahan, yang melibatkan para siswa di dalam desain, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, atau aktivitas investigasi; memberi peluang para siswa untuk bekerja secara otonomi dengan periode waktu yang lama; dan akhirnya menghasilkan  produk-produk yang nyata atau  presentasi-presentasi (Thomas, 2000)

2. Case Based Learning (CBL)
Case-based learning adalah upaya mendekatkan jarak antara peserta didik dengan dunia nyata yang kelak akan dijumpainya

3. Discovery Learning (DL)
Discovery Learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan mengorganisasi sendiri.

4. Incquiry Learning (IL)
suatu pendekatan yang digunakan dan mengacu pada suatu cara untuk mempertanyakan, mencari pengetahuan (informasi), atau mempelajari suatu gejala. Guru melibatkan siswa di dalam proses belajar melalui penggunaan cara-cara bertanya, aktivitas problem solving, dan berpikir kritis.  

 

Matematika mempunyai beberapa karakterristik antara lain:

1. Deduktif
2. Simbol-simbol
3. Terstruktur
4. Abstrak
5. Kaku
6. Pemecah suatu masalah

Dalam Pembelajaran Berbasis Masalah, ada kelemahan yang sangat dirasakan. Kelemahan tersebut akan terjadi apabila siswa dihadapkan dengan suatu masalah yang di mana prior knowlednya dan juga pengetahuan pra syaratnya belum cukup untuk menyelesaikan masalah tersebut sehingga siswa akan menggunakan Heuristic Strategy.

"Strategi Heuristik merupakan strategi umum yang tidak berkaitan dengan subjek materi yang membantu pemecah masalah dalam usaha untuk mendekati dan memahami masalah serta menggunakan kemampuannya untuk menemukan solusi dari masalah."

1. Trial and error
Siswa dengan prior knowlede yang belum cukup akan mencoba menebak-nebak hasil dari suatu penyelesaian masalah sehingga siswa tersebut belum mampu menemukan konsep yang benar mengenai penyelesaian suatu masalah.

2. Means-Ends Analysis
penyelesaian dengan melihat nilai akhir akhir saja.

3. Working backward
strategi yang digunakan untuk menyelesaikan soal-soal khusus saja

 

Salah satu solusi agar pembelajaran menjadi efektif yaitu dengan General Problem Solving Strategy yang dikemukakan oleh Polya, yaitu:

1) mengidentifikasi masalah
Problem apa yang dihadapi? Bagaimana kondisi dan datanya? Bagaimana memilah kondisi-kondisi tersebut? Tanpa adanya pemahaman terhadap masalah yang diberikan, siswa tidak mampu ujung masalah tersebut menyelesaikan dengan benar.

2) menentukan rencana strategi penyelesaian masalah, (mengingat-ingat, membuat diagram)
Menemkan hubungan antara data dengan hal-hal yang belum diketahui. Apakah pernah problem yang mirip? Setelah siswa dapat memahami masalahnya dengan benar, mereka selanjutnya harus mampu menyusun rencana penyelesaian masalah. Kemampuan melakukan fase kedua ini sangat tergantung pada pengalaman menyelesaikan masalah siswa dalam,. pada umumnya, semakin bervariasi pengalaman mereka, ada kecenderungan siswa lebih dalam, menyusun rencana kreatif penyelesaian suatu masalah.

3) Carry Out : Eksekusi strategi, menyelesaikan strategi penyelesaian masalah
Menjalankan rencana guna menemukan solusi, periksa setiap langkah dengan seksama untuk membuktikan bahwa cara itu benar. dan Jika rencana penyelesaian suatu masalah telah dibuat, baik secara tertulis atau tidak, selanjutnya dilakukan penyelesaian masalah sesuai rencana dengan yang paling tepat dianggap.

4) Look back: memeriksa kembali jawaban yang diperoleh.
Melakukan penilaian terhadap solusi yang didapat. Dan langkah terakhir dari proses penyelesaian masalah menurut polya adalah melakukan pengecekan atas apa yang telah mulai dari dilakukan fase pertama sampai fase penyelesaian ketiga. Dengan cara seperti ini maka berbagai kesalahan yang tidak njaluk dapat terkoreksi kembali sehingga siswa dapat sampai pada jawaban yang benar sesuai dengan masalah yang diberikan.

 

to be continued...

593 words