Pada minggu kedelapan perkuliahan, dijelaskan oleh bu Endah beberapa materi, diantaranya :
Teori konstruktivistik
Yaitu salah satu teori belajar yang berpusat pada siswa (siswa membangun pengetahuannya sendiri), sedangkan guru hanya sebagai fasilitator.
Karakteristik MTK
- Deduktif
- Terdiri dari simbol-simbol
- Abstrak
- Kaku
- Terstruktur/hierarkis
- Problem solving
- Aktivitas untuk menyelesaikan masalah
- Alat untuk menyelesaikan masalah
No 7 dan 8 menjadi dasar dalam menemukan konsep/prosedur
Heuristic Strategy/General Problem Solving oleh George Polya
1. Mencari apa yang diketahui (Identify)
2. Mencari apa yang ditanyakan (Plan)
3. Menyelesaikan masalah, dengan mencari hubungan antara yang diketahui dengan yang ditanyakan (Carry Out)
4. Look back
Strategi diatas dapat menggunakan trial and error, means-ends analysis, dan working backward. Pada means-ends analysis dan working backward, siswa bisa jadi hanya menghafalkan saja, atau malah lupa.
   Ada 2 jenis problem solving, yaitu well-defined dan ill-defined. Maksudnya, bisa jadi suatu masalah dapat diselesaikan dengan 1 cara dan mendapatkan 1 jawaban, bisa juga diselesaikan dengan 1 cara tetapi mendapat banyak jawaban. Bisa juga dengan banyak cara akan mendapat 1 jawaban, atau banyak cara dapat menghasilkan banyak cara pula.
      Prior knowledge digunakan untuk memahami info yang didapatkan siswa, juga digunakan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa. Apabila prior knowledge siswa cukup, siswa dapat menyelesaikan masalah dengan baik, bahkan dapat menemukan pengetahuan baru. Namun apabila tidak mempunyai cukup prior knowledge, siswa tidak bisa menyelesaikan masalah dengan baik, dan sulit untuk mendapatkan pengetahuan baru.
    Apabila prior knowledge siswa cukup, guru dapat menerapkan pembelajaran PBL, PjBL, CBL, DL, ataupun IL. Keempat strategi pembelajaran tersebut memiliki karakteristik yang hampir sama, filosofinya sama, dan termasuk pembelajaran implisit, sama-sama memuat suatu masalah, mencari penyelesaian (oleh individu maupun kelompok), dan dapat melatih komunikasi siswa. Perbedaannya, dalam DL dan IL, siswa sendiri yang mencari masalah, dan menyelesaikannya sendiri pula.
Kelemahan dari dipakainya keempat pembelajaran diatas diantaranya :
- Saat siswa tidak memiliki prior knowledge yang cukup, siswa menggunakan heuristic strategy, yang mana tidak membantu siswa dalam menemukan pengetahuan baru
- Saat siswa tidak memiliki prior knowledge yang cukup, waktu yang digunakan dalam pembelajaran menjadi lebih lama
- Kompetensi dasar minimal bisa jadi tidak tercapai, padahal telah ada penilaian secara nasional/UN
Lalu alternatifnya adalah menerapkan strategi EBL maupun GPBL. Kedua strategi pembelajaran ini termasuk dalam pendekatan langsung/eksplisit. Cara-cara yang dapat digunakan guru yaitu :
1. Guru memberi contoh, model, dan petunjuk yang memudahkan siswa untuk memahami materi. Petunjuk yang baik adalah yang tidak mengakibatkan heavy cognitive load, dan tidak redundant (terlalu banyak). Juga jangan terpisah-pisah (split attention)
2. Guru membuat pertanyaan-pertanyaan terbimbing