Saya mencoba menaggapi:
Dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim yang terjadi di bumi ini sangat mengancam kehidupan manusia. Perubahan iklim juga akan sangat memengaruhi sistem tepian pantai dengan adanya peningkatan permukaan laut dan peningkatan badai gelombang laut. Intensitas dan frekuensi fenomena ini akan terus meningkat dan berlanjut. Diperkirakan, sekitar 46 juta orang pertahun mengalami resiko terlanda banjir akibat gelombang badai. Pada tempat-tempat yang kering, udaranya menjadi semakin kering, temparaturnya lebih tinggi dan kemaraunya akan lebih ekstrem. Di tempat lain, siklus hidrologi yang juga semakin eksterm, karena jika atmosfer semakin panas maka udara akan mengandung lebih banyak uap air. Lebih lanjut jika hujan turun kemungkinan akan terjadi hujan lebat dan lebih tinggi sehingga mempertinggi kemungkinan terjadinya banjir yang parah.
Selain terjadinya bencana yang menewaskan lebih dari 60.000 jiwa yang diakibatkan perubahan iklim pada tahun-tahun terakhir ini. Bencana akibat perubahan iklim juga diyakini sebagai penyebab munculnya wabah penyakit yang mengancam kesehatan manusia. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama diwilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Nyamuk sebagai vektor itu akan berkembangbiak sangat cepat pada temperatur yang hangat. Tiga penyakit serius akibat gigitan nyamuk yaitu malaria, cikungunya, dan demam berdarah dengue. Di Indonesia kita sudah merasakan langsung, yaitu tingginya angka korban yang menderita demam berdarah hingga meninggal dunia. Selain itu meningkatnya temperature rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan (gelombang panas menyebabkan jumlah materi dan debu di udara meningkat). Pemanasan global juga mengakibatkan meningaktnya kasus flu burung (avian influenza) karena peningkatan temperatur udara mendorong pengingkatan penguapan sehingga kondisi udara lebih lembap. Sementara itu, virus flu burung sangat menyukai kondisi lembap dan dingin.