Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati

Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati

by RONI MARUDUT SITUMORANG 14405241016 -
Number of replies: 2

Tingkat perubahan iklim sekarang melebihi semua variasi alami dalam 1000 tahun terakhir.  Debat tentang iklim perubahan telah sekarang mencapai suatu langkah dimana kebanyakan ilmuwan  menerima bahwa, emisi gas rumah kaca mengakibatkan perubahan iklim yang berdampak berbagai sendi-sendi kehidupan. Salah satu sendi kehidupan yang vital dan terancam oleh adanya perubahan iklim ini adalah keanekaragaman hayati (biodiversitas) dan ekosistem. Biodiversitas sangat berkaitan erat dengan perubahan iklim. Perubahan iklim berpengaruh terhadap perubahan keanekaragaman hayati dan ekosistem baik langsung maupun tidak langsung. 

1. Dampak langsung perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati :

Pada bagian ini akan dibahas tentang dampak langsung perubahan iklim yang paling berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati :

a) Spesies ranges (cakupan jenis)

Perubahan Iklim berdampak pada pada temperatur dan curah hujan. Hal ini mengakibatkan beberapa spesies tidak dapat menyesuaikan diri, terutama spesies yang mempunyai kisaran toleransi yang rendah terhadap fluktuasi suhu.

b) Perubahan fenologi

Perubahan iklim akan menyebabkan pergeseran dalam siklus yang reproduksi dan pertumbuhan dari jenis-jenis organisme, sebagai contoh migrasi burung terjadi lebih awal dan menyebabkan proses reproduksi terganggu karena telur tidak dapat dibuahi. Perubahan iklim juga dapat mengubah siklus hidup beberapa hama dan penyakit, sehingga akan terjadi wabah penyakit. 

c) Perubahan interaksi antar spesies

Dampak yang iklim perubahan akan berakibat pada interaksi antar spesies semakin kompleks (predation, kompetisi, penyerbukan dan penyakit). Hal itu membuat ekosistem tidak berfungsi secara ideal.

d) Laju kepunahan

Kepunahan telah menjadi kenyataan sejak hidup itu sendiri muncul. Beberapa juta spesies yang ada sekarang ini merupakan spesies yang berhasil bertahan dari kurang lebih setengah milyar spesies yang diduga pernah ada. Kepunahan merupakan proses alami yang terjadi secara alami. Spesies telah berkembang dan punah sejak kehidupan bermula. Kita dapat memahami ini melalui catatan fosil. Tetapi, sekarang spesies menjadi punah dengan laju yang lebih tinggi daripada waktu sebelumnya dalam sejarah geologi, hampir keseluruhannya disebabkan oleh kegiatan manusia. Di masa yang lalu spesies yang punah akan digantikan oleh spesies baru yang berkembang dan mengisi celah atau ruang yang ditinggalkan.

Pada saat sekarang, hal ini tidak akan mungkin terjadi karena banyak habitat telah rusak dan hilang. Kelangsungan hidup rata-rata suatu spesies sekiar 5 juta tahun. Rata-rata 900.000 spesies telah menjadi punah setiap 1 juta per tahun dalam 200 juta tahun terakhir. Laju kepunahan secara kasar diduga sebesar satu dalam satu persembilan tahun. Laju kepunahan yang diakibatkan oleh ulah manusia saat ini beratus-ratus kali lebil tinggi. Perubahan iklim yang lebih menyebar luas tampaknya akan terjadi dalam pada masa mendatang sejalan dengan bertambahnya akumulasi gas-gas rumah kaca dalam atmosfer yang selanjutnya akan meningkatkan suhu permukaan bumi. Perubahan ini akan menimbulkan tekanan yang cukup besar pada semua ekosistem, sehingga membuatnya semakin penting untuk mempertahankan keragaman alam sebagai alat untuk beradaptasi.

Apakah mungkin spesies manusia dapat punah akibat iklim? Tanggapan anda bro, pake analitis dan sintesis ya... jawabnya hehe :D

In reply to RONI MARUDUT SITUMORANG 14405241016

Re: Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati

by ERRY ERSANI 14405241028 -

Mencoba menanggapi:

Menurut saya kehidupan manusia dapat punah akibat iklim. Hal ini terbukti dari beberapa kejadian seperti ketika Gunung Toba dulu meletus hebat yang mempengaruhi iklim dan berdampak pada kehidupan manusia. Ketika Gunung Toba meletus hebat yang terjadi sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu ini menyebabkan perubahan iklim global yang berdampak hingga ribuan tahun setelahnya. Dampak letusan tersebut seperti:

  1. sebanyak 5.000 juta ton partikel asam belerang masuk ke atmosfer;
  2. partikel gas ini menghalangi sinar matahari hingga 90 %, sekaligus mencegah terjadinya penguapan air ke atmosfer;
  3. hujan tidak turun, kekeringan bertahun-tahun, kering sekaligus dingin;
  4. kegelapan total dan suhu dingin tiba-tiba
  5. pepohonan mati, hanya rerumputan yang bertahan

Pada kenyataannya iklim itu mempengaruhi kehidupan manusia. Kesibukan petani, nelayan, dan peternak banyak yang diatur oleh irama iklim setempat. Selain itu, para pedagang pun juga memperhatikan pengaruh musim penghujan dan kemarau terhadap usaha mereka. Peredaran musim dan guncangan cuaca dapat sewaktu-waktu menyimpang dari pola umum sehingga orang harus memperhitungkannya agar tidak menderita kerugian.                                                                                                        

Perubahan iklim global akibat pemanasan global saat ini dapat mengancam keberadaaan manusia di bumi ini. Pencairan gletser, es di kutub, pelepasan metana, pelepasan hidrogen sulfida, dan perubahan iklim merupakan contoh utama terjadinya pemanasan global. Fenomena-fenomena tersebut membuat kerusakan lebih lanjut, seperti terjadinya bencana alam, penyakit, gagal panen, dan lain sebagainya.

Menurut laporan PBB, sembilan dari sepuluh bencana yang terjadi dalam beberapa tahun ini adalah akibat fenomena itu. Bencana banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi dan menewaskan ribuan orang dari berbagai negara setiap tahun. Bencana tersebut terjadi karena curah hujan yang ekstrem akibat gangguan cuaca seperti siklon tropi dan juga meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global.

 

 

In reply to RONI MARUDUT SITUMORANG 14405241016

Re: Dampak perubahan iklim terhadap keanekaragaman hayati

by SELI ADEAS 14405241047 -

Saya mencoba menaggapi:
Dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim yang terjadi di bumi ini sangat mengancam kehidupan manusia. Perubahan iklim juga akan sangat memengaruhi sistem tepian pantai dengan adanya peningkatan permukaan laut dan peningkatan badai gelombang laut. Intensitas dan frekuensi fenomena ini akan terus meningkat dan berlanjut. Diperkirakan, sekitar 46 juta orang pertahun mengalami resiko terlanda banjir akibat gelombang badai. Pada tempat-tempat yang kering, udaranya menjadi semakin kering, temparaturnya lebih tinggi dan kemaraunya akan lebih ekstrem. Di tempat lain, siklus hidrologi yang juga semakin eksterm, karena jika atmosfer semakin panas maka udara akan mengandung lebih banyak uap air. Lebih lanjut jika hujan turun kemungkinan akan terjadi hujan lebat dan lebih tinggi sehingga mempertinggi kemungkinan terjadinya banjir yang parah.
Selain terjadinya bencana yang menewaskan lebih dari 60.000 jiwa yang diakibatkan perubahan iklim pada tahun-tahun terakhir ini. Bencana akibat perubahan iklim juga diyakini sebagai penyebab munculnya wabah penyakit yang mengancam kesehatan manusia. Berbagai penyakit yang ditimbulkan parasit juga meningkat terutama diwilayah yang sering mengalami kekeringan dan banjir. Nyamuk sebagai vektor itu akan berkembangbiak sangat cepat pada temperatur yang hangat. Tiga penyakit serius akibat gigitan nyamuk yaitu malaria, cikungunya, dan demam berdarah dengue. Di Indonesia kita sudah merasakan langsung, yaitu tingginya angka korban yang menderita demam berdarah hingga meninggal dunia. Selain itu meningkatnya temperature rata-rata global, yakni penyakit yang menyerang saluran pernapasan (gelombang panas menyebabkan jumlah materi dan debu di udara meningkat). Pemanasan global juga mengakibatkan meningaktnya kasus flu burung (avian influenza) karena peningkatan temperatur udara mendorong pengingkatan penguapan sehingga kondisi udara lebih lembap. Sementara itu, virus flu burung sangat menyukai kondisi lembap dan dingin.