Hubungan Antara Aspek Sosial dengan Bentuklahan Asal Proses Solusional Kabupaten GunungKidul, DIY

Re: Hubungan Antara Aspek Sosial dengan Bentuklahan Asal Proses Solusional Kabupaten GunungKidul, DIY

by Arif Ashari, S.Pd., M.Sc. 198603022020121003 -
Number of replies: 0

Tambahan: salah satu bentuk upaya mengelola sumberdaya air adalah bersih sumber, bersih telaga. bahkan ada pula larangan untuk membuang sampah atau kotoran ke dalam luweng. sebenarnya kearifan lokal masyarakat di kawasan karst sangat banyak dan tidak hanya terbatas pada pengelolaan sumberdaya air saja. kearifan lokal tersebut berkembang terutama berkaitan dengan peri kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik bentanglahan karst, diantaranya adalah sebagai berikut:

Sejak Danau Purba Wonosari mengering, dan komunitas manusia gua turun ke dataran aluvial bekas danau, kehidupan agraris mulai berkembang. Perkakas tulang dan batu kemudian digantikan oleh perkakas pertanian dari besi. Di wilayah ini rumah-rumah sederhana sudah dibangun di perkampungan-perkampungan menggantikan tradisi penghunian gua yang sedah berlangsung puluhan ribu tahun. Jejak-jejak perkampungan awal masih dapat dijumpai pada lokasi keramat seperti petilasan, sendang (mataair), kompleks kubur batu megalitik, dan situs-situs candi. Hingga kini beberapa lokasi tersebut tetap dimuliakan saat ritual Rasulan berlangsung (Yuwono, 2011). Rasulan merupakan bentuk syukur dari masyarakat akan hasil panen yang telah diperoleh dalam satu tahun sekaligus membuka lembaran tahun berikutnya yang penuh berkah. Melalui Rasulan masyarakat memberikan sedekah kepada orang lain sebagai ungkapan rasa syukur tersebut.

Ternak juga memiliki posisi penting dalam budaya masyarakat karstik Gunungkidul. Di beberapa tempat terdapat ritual khusus untuk ternak seperti Gumbregan. Ritual ini juga rutin diadakan setiap tahun disamping ritual budaya lain seperti Rasulan, Bersih Dusun, Bersih Desa, Bersih Sumber, dan Ruwatan. Ritual Gumbreg dilakukan dengan mengumpulkan berbagai hewan ternak di tanah lapang, diberi penghormatan dengan serangkaian doa, kemudian diakhiri dengan pesta warga masyarakat. Di dusun yang tidak melaksanakan ritual gumbreg hewan ternak tetap mendapatkan bagian untuk menikmati berkah perhelatan adat. Di Gunungbang, Karangmojo seusai ritual Bersih Sumber di Sendhang Sejati rombongan kesenian berkeliling rumah warga hingga malam hari dengan tujuan memberkahi ternak dan sumur masing-masing wargaΒ  (Yuwono, 2011).

referensi: Yuwono, J.S.E. 2011. Napak Tilas Penghunian Awal Gunungsewu, dalam Bakosurtanal. 2011. Ekspedisi Geografi Indonesia Karst Gunungsewu 2011. Pusat Survei Suberdaya Alam Darat, Bakosurtanal