Nama Anggota Kelompok :
- Iftakh Nur Latifah             (14405244001)
- Desy Amanta SÂ Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â (14405244003)
- Isna Nur Said                   (14405244006)
- Anna Roswita Sari           (14405244010)
- Daqiqatul Fauziyati PÂ Â Â Â Â Â Â (14405244019)
- Diah Arini                        (14405244023)
Kelas B
Â
       Bentuklahan fluvial adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika, maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi, yang disebabkan oleh aksi air permukaan, baik yang merupakan air yang mengalir secara terpadu (sungai), maupun air yang tidak terkonsentrasi (sheet water).Â
      Dalam kajian geografi regional Indonesia, bentang lahan fluvial dikaitkan dengan aktivitas masyarakat disekitarnya. Bentuklahan fluvial terdapat tiga zona, antara lain: zona hulu, zona tengah, dan zona hilir. Dalam pembahasan ini kami akan mengulas zona tengah, contohnya Sungai Gendol di daerah Ngerdi, Sindumartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
       Sungai Gendol merupakan sungai yang termasuk dalam zona tengah dapat dilihat dari karakterisitiknya. Aliran sungai di Dusun Ngerdi yang tidak begitu deras dan terjadi proses sedimentasi (pengendapan) karena kecepatan air mulai berkurang. Sungai ini juga memiliki karakteristik erosi lateral yaitu terjadinya erosi yang mengarah kesamping, sehingga sudah mulai terbentuk kelokan-kelokan. Pada sungai ini juga terjadi proses transportasi hasil erosi dari hulu, yang terletak di merapi.
       Di sekitar Sungai Gendol dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dimana hal tersebut selaras dengan mata pencaharian penduduk sekitar sebagai petani. Masyarakat setempat menggunakan pertanian lahan basah. Aliran Sungai Gendol dimanfaatkan juga sebagai irigasi utama, sehingga akan lebih menghemat biaya pertanian apabila harus menggunakan sumur.
       Material Gunungapi Merapi yang mengalir di Sungai Gendol memiliki potensi sebagai bahan sumberdaya. Material Gunungapi Merapi pada alur Sungai Gendol berpotensi sebagai bahan galian tambang golongan C. Untuk itu warga banyak memanfaatkannya dengan menambang disekitar sungai yang kemudian dijual kembali atau hanya sekedar dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Dari segi ekonomi hal tersebut akan menambah dan meningkatkan perekonomian penduduk setempat.
        Selain memiliki potensi bahan sumberdaya material yang dapat dimanfaatkan, sungai gendol juga berpontensi bahaya misalnya lahar hujan. Lahar hujan merupakan salah satu bentuk bahaya dari gunungapi meletus yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi. Wujud lahar biasanya berupa banjir lumpur yang terbawa aliran air hujan dan meluncur di lereng gunungapi melalui lembah sungai berupa material piroklastik. Dengan adanya lahar hujan tersebut berdampak pada jebolnya tanggul sungai yang berada di sebelah utara Dusun Ngerdi, Sindumartani, Ngemplak, Sleman karena volume lahar hujan tinggi. Adanya bencana tersebut merubah kehidupan masyarakat setempat karena sebagian permukiman dari masyarakat rusak sehingga beberapa warga memutuskan untuk pindah dari lokasi tersebut.
       Keberadaan sungai Gendol memunculkan suatu kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan tradisi atau budaya yang memiliki tujuan tertentu berupa cara-cara untuk menghadapi bahaya, misalnya bahaya akan datangnya lahar hujan berupa suara gemuruh dan air yang keruh.