Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by DIANTY PUSPITASARI 14405241048 -
Number of replies: 8

Devi Novita Sari               (14405241026)

Erry Ersani                        (14405241028)

Hilda Nurdiyah R                         (14405241034)

Dianty Puspitasari             (14405241048)

Paulinawati                       (14405241049)

 

Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

Kota Batam Kepulauan Riau

 

Kota Batam terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Kota Batam mempunyai luas 3990 km2. Luas ini terdiri dari luas daratan dan lautan. Luas wilayah darat sebesar 1040 km2 dan luas wilayah laut sebesar 2950 km2. Kota Batam mempunyai lebih dari 400 pulau, 329 diantaranya telah bernama. Kota Batam secara geografis mempunyai letak yang sangat strategis, yaitu di jalur perdagangan dunia internasional. Letaknya yang sangat strategis menjadikan daerah kota Batam menjadi andalan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi bagi Provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia.

Bentuk lahan yang mendominasi di pada wilayah ini adalah bentuk lahan kepesisiran. Pantai di wilayah batam ini memiliki gelombang laut yang relatif cukup tenang diandingkan dengan gelombang di pantai barat sumatera. Wilayah batam terdiri dari pulau-pulau, maka masyarakat Batam sangat bergantung dengan kondisi laut yang ada di Batam. Terlebih arus dan gelombang laut yang relatif cukup tenang membuat banyak biota laut yang hidup dan berkembang pada wilayah tersebut. Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang terdapat di provinsi ini terdiri dari berbagai hasil perikanan laut, wisata bahari dan pantai, ekosistem mangrove, terumbu karang dan rumput laut serta beragam jenis biota laut lainnya.

Karena potensi perikanan dan kelautan yang tinggi, terlebih kota Batam merupakan kepulauan sehingga sebagian masyarakat bekerja sebagai nelayan yang selalu menggantungkan transportasi dengan kapal-kapal kecil atau perahu klotok (di Batam disebut pompong). Sebagian besar masyarakat Batam tinggal di daerah pesisir, ada juga yang tinggal di atas laut dengan mendirikan tempat tinggal, dan ada juga yang tinggal di atas perahu. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, mereka telah akrab dengan pasang surut air laut sehingga mereka menyiasatinya dengan mendirikan rumah panggung yang pondasinya dari kayu yang kuat dan tidak mudah lapuk oleh air. Mereka mendirikan rumah panggung di pesisir supaya jarak antara tempat tinggal dan tempat kerja –laut- tidak terlalu jauh sehingga dapat menghemat waktu. Disebabkan sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai nelayan serta kekayaan hayati berupa hasil laut menjadikan makanan laut/ seafood bukanlah makanan mewah dan dan merupakan hal umum dapat ditemui dengan mudah di Batam.

                       

In reply to DIANTY PUSPITASARI 14405241048

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by TOIFAH 14405241039 -

hai teman-teman...

yang saya tangkap dari tulisan teman-teman, berkaitan dengan budaya dan sumber daya hayati yang ada di wilayah kepesisiran Sekupang kota Batam kepulauan Riau yakni, bahwa bentuklahan yang dibahas adalah bentuklahan asal proses marine. bentuklahan tersebut ternyata berpengaruh terhadap kehidupan, serta hasil budaya masyarakat sekitar, sebagai bentuk adaptasi(penyesuaian diri) manusia dengan alam. selain itu juga terdapat potensi sumber daya hayati yang  kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.dari sana kita dapat melihat bahwa terdapat keterkaitan (keterpaduan) antara aspek fisik dan aspek sosial budaya di kepesisiran Sekupang ini. masing-masing aspek saling pengaruh mempengaruhi . nah, karena adanya fenomena yang komprehensif-integratif dari aspek fisik dan manusianya yang ada dalam suatu ruang, maka kepesisiran Sekupang termasuk suatu region.

kalau boleh bertanya, terkait dengan kondisi wilayah batam yang memiliki gelombang laut yang relatif cukup tenang dibandingkan dengan gelombang di pantai barat sumatera. apakah dari kondisi tersebut dapat menjadi salah satu karakteristik yang membedakan antara region ini dengan region lain? bagaimana pengaruh bentuklahan di kepesisiran Sekupang terhadap kehidupan masyarakat apabila dilihat dari aspek bencana alam? 

mohon di tanggapi nggih

terimakasih:)   

In reply to DIANTY PUSPITASARI 14405241048

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by PUTRI LARASATI 14405241023 -

Secara administratif lokasi Batam terletak berdekatan dengan wilayah Singapura , dengan lokasi yang berdekatan pastinya mengakibatkan adanya interaksi yang muncul antara sesama penduduk. Dengan adanya interaksi tersebut pasti adanya pertukaran budaya maupun informasi. Menurut kelompok kalian apakah dengan adanya interaksi tersebut menimbulkan dampak negatif maupun positif bagi kearifan lokal untuk masyarakat Batam ? dan seperti apakah dampak tersebut ?

In reply to PUTRI LARASATI 14405241023

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by HILDA NURDIYAH RONIFIA 14405241034 -
Kami akan mencoba menjawab pertanyaan dari mba Putri. Menurut kami tentu saja kota Batam yang berdekatan dengan Negara Singapura melakukan interaksi. Dari interaksi tersebut pula terdapat beberapa bahkan banyak dampak positif maupun negatif yang muncul dari interaksi tersebut. Namun bukan hanya pertukaran budaya dan informasi saja tetapi banyak hal lain pula seperti ekonomi, teknologi, dsb. Dalam hal pertukaran informasi, maka antara kota Batam dengan Singapura sangatlah mudah. Hal tersebut dikarenakan jaraknya yang dekat yang menyebabkan antara ke dua wilayah tersebut dapat berinteraksi secara langsung dengan mudah yang dapat menguntungkan ke dua pihak. Mereka dapat melakukan kerjasama. Misalnya dalam hal ekonomi, kota Batam yang berada di jalur perdagangan Selat Malaka yang sangat ramai dilalui kapal-kapal tanker maupun kapal barang. Jumlahnya mencapai ribuan dalam sebulan. Sehingga menjadikan Batam sangat cocok untuk pengembangan industri. Karena barang yang diproduksi di Batam lebih mudah dan murah diangkut ke Singapura untuk selanjutnya dikapalkan ke berbagai negara di seluruh dunia. Selain itu kota Batam yang memiliki pemandangan indah pun dapat dijadikan daya tarik wisatawan Singapura yang nantinya akan menambah peluang kota Batam untuk inovasi seperti pembuatan objek wisata secara khusus, pembuatan restoran, hotel-hotel berbintang, dsb yang nantinya akan menambah pendapatan kota Batam, memperluas lapangan pekerjaan, menumbuhkan produk lokal, dsb. Jika dilihat dari dampak negatif interaksi antara kota Batam dengan Singapura maka dengan mudahnya arus barang maka muncul adanya perdagangan bebas yang dapat mengurangi rasa nasionalisme. Nah, mengenai budaya maka interaksi antara kota Batam dengan Singapura pun ada dampak positif dan negatifnya. Dampak positif bagi Batam sendiri misalnya kota Batam dapat meniru masyarakat Singapura yang rata-rata penduduknya memiliki rasa disiplin tinggi dan menghargai waktu sedangkan dampak negatifnya yaitu dengan adanya perdagangan bebas seperti yang sudah disebutkan maka bagi kota Batam sendiri dapat menimbulkan kesenjangan sosial. Selain itu interaksi ini dapat menimbulkan pergaulan bebas sehingga dapat muncul sifat matrealistis, westernisasi, dll.
In reply to HILDA NURDIYAH RONIFIA 14405241034

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by TOIFAH 14405241039 -

kalau boleh menanggapi lagi jawaban hilda terkait pertanyaan putri mengenai bagaimana intensitas interaksi antara masyarakat Batam dan Singapura, bahwa ternyata dari lokasi Batam yang secara fisik berdekatan dengan Singapura ternyata membuat interaksi masyarakat kedua wilayah tersebut intensitasnya tinggi, nah dampak adanya interaksi tentu saja ada yang positif dan negatif. yang saya soroti adalah mengenai dampak negatif adanya perdagangan bebas, maka bagi kota Batam sendiri dapat menimbulkan kesenjangan sosial.maksud dari kesenjangan sosial disini yang seperti apa? dengan interaksi antara kota Batam dengan Singapura maka dengan mudahnya arus barang maka muncul adanya perdagangan bebas yang dapat mengurangi rasa nasionalisme. bagaimana perdagangan bebas dapat mengurangi rasa nasionalisme?selain itu, interaksi kedua wilayah ini dapat menimbulkan pergaulan bebas sehingga dapat muncul sifat matrealistis, westernisasi, contoh konkritnya seperti apa? berarti dari dampak positif dan negatif yang telah di sebutkan tadi dapat mempengaruhi budaya yang ada di Batam?bagaimana solusi agar nilai-nilai budaya yang menjadi suatu kearifan lokal masyarakat di kepesisiran Sekupang Batam ini dapat tetap terjaga? menurut kalian saja...

kemudian setelah membahas interaksi antar masyarakat Batam dengan masyarakat singapura , lantas bagaimana interaksi masyarakat Batam apabila dikaitkan dengan bentuklahan yang ada di sana?

 

In reply to TOIFAH 14405241039

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by HILDA NURDIYAH RONIFIA 14405241034 -
Saya mencoba menanggapi pernyataam mba Toifah. Salah satu dampak negatif dari interaksi antara kota Batam dengan Singapura yaitu munculnya kesenjangan sosial. Yang dimaksud kesenjangan sosial disi yaitu terkait perdagangan bebas. Menurut saya jika perdagangan bebas dilakukan maka prosedur perdagangan legal tidak dilaksanakan seperti dalam pembayaran pajak, dsb. Hal tersebut dapat menguntungkan terjadinya perdagangan sedangkan perdagangan yang dilakukan secara legal atau sesuai prosedur maka pembayaran pajak dan syarat lainnya dilaksanakan sehingga terjadi kesenjangan sosial. Mengenai perdagangan bebas dapat mengurangi rasa nasionalisme tentu saja bisa terjadi karena aturan negara tidak dilaksanakan. Jika melewati negara Singapura maka harus melewati laut. Nah, disini berarti terdapat adanya bentuklahan marine. Laut di Batam ini banyak memiliki potensi ikan, rumput laut dan minyak bumi. Hasil dari itu semua dapat di ekspor ke Singapura untuk menambah devisa. Mungkin pendapat saya seperti itu.
In reply to HILDA NURDIYAH RONIFIA 14405241034

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by ERRY ERSANI 14405241028 -

Terimakasih kepada mbk Toifah dan Mbk Putri yang sudah menaggapi dan trimakasih juga kepada mbk Hilda yang sudah membantu menjawab :)

saya ingin menambahkan jawaban atas pertanyaannya mbk Putri:

Menambahkan: contoh lain dari kearifan lokal di Batam yang mulai luntur yaitu: dulu nelayan di Batam sering disebut dengan nama suku laut. Masyarakat suku laut percaya terhadap hal-hal yang berbau mistis dan tahayul. Mereka percaya tempat-tempat tertentu di laut tidak boleh di eksploitasi. Ketika zaman dan pengetahuan sudah mulai maju dilakukanlah berbagai penelitian dan ternyata di tempat tersebut merupakan tempat tumbuhnya terumbu karang untuk keseimbangan ekosisitem laut. Pada saat sekarang ini keberadaan suku laut semakin terancam karena desakan nelayan bermodal besar dari berbagai daerah atau mancanegara terutama dari negara Singapura yang memiliki pandangan dan teknologi modern. Mereka malah akan mengeksploitasi daerah yang merupakan tempat tumbuh terumbu karang tersebut karena tahu bahwa di tempat itu potensi ikannya sangat banyak. Mereka menangkap ikan lebih cepat karena menggunakan kapal besar yang dilengkapi dengan berbagi alat canggih seperti sistem navigasi dan radar penangkap ikan sehingga ikan yang mereka dapatkan juga banyak. Hal ini menimbulkan kecemburuan terhadap suku laut, akhirnya mereka juga ikut mengeksploitasi tempat yang pada mulanya dianggap kramat karena tuntutan kebutuhan. Akhirnya nilai kearifan lokal itu luntur. 

In reply to DIANTY PUSPITASARI 14405241048

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by ROSA AMBAR ASTITI 14405241017 -

Saya mau tany. Masyarakat membuat tempat tinggal di pantai. Nah apakah masyarakat disana apa kegiatan semacam sedekah laut juga seperti ug ada di jawa?? Kemudian apakah sekarang orang yang tinggal di daerah pantai yg membuat rumah panggung tersebut semakin banyak?

In reply to ROSA AMBAR ASTITI 14405241017

Re: Budaya dan Sumberdaya Hayati Wilayah Kepesisiran Sekupang

by ERRY ERSANI 14405241028 -

Mbk Rosa mau bertanya? Iya boleh, hehe terimakasih mbk Rossa sudah menanggapi :)

Sepengetahuan saya di sana tidak ada upacara sedekah laut karena di sana tidak berkembang mitos pemilik pantai pesisir Batam itu siapa, sedangkan di Jawa berkembang mitos bahwa pemilik pantai selatan adalah Kanjeng Nyai Ratu Kidul. Namun mereka juga mempunyai kebudayan sebagai bentuk rasa syukur juga berupa upaca adat di pesisir yang di pimpin oleh kepala suku mereka.

Mengenai pertanyaan apakah sekarang orang yang tinggal di daerah pantai yg membuat rumah panggung tersebut semakin banyak?

Menurut saya itu semakin sedikit, hal ini terbukti dengan pemberitaan di berbagai media seperti Batam Pos yang pemerintah daerah berupaya penggalakn pembangunan rumah di daratan. Hal ini dilakukan karena berkaitan dengan program-program pemerintah seperti pendidikan agar anak-anak dapat bersekolah seperti anak-anak lainnya. Jika mereka tetap tinggal di rumah panggung tersebut tentunya mereka akan kesulitan dalam bersekolah sehingga mereka akan memilih tinggal di rumah saja atau membantu kedua orang tuanya mencari ikan padahal salah satu tujuan negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.Â