Anggota Kelompok:
- Musfira Akyuni Salsabila 14405241011
- Rosa Ambar Astiti 14405241017
- Ridhotun Rohmah 14405241029
- Isnani Nurkholifah 14405241030
- Anisa Ainurrohmah 14405241033
- Toifah 14405241039
PENGARUH GEOMORFOLOGI BENTUK LAHAN FLUVIAL TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT SEKITAR
Keberadaan Sungai Opak dan Pemanfaatannya
1 Sungai Opak
Bentuk lahan fluvial adalah salah satu bentuk lahan yang sangat sering dijumpai. Bentuk lahan ini terbentuk akibat adanya proses aliran air baik yang terkonsentrasi yang berupa aliran sungai maupun yang tidak terkonsentrasi yang berupa limpasan permukaan. Di dalam pembentukan bentuk lahan fluvial ini, yang lebih dikhususkan pada aliran sungai, terdapat tiga sistem sungai, yakni erosi, transportasi dan deposisi. Sehingga akan mengakibatkan adanya dinamika perkembangan aliran sungai.
Sungai merupakan massa air yang secara alami mengalir pada suatu lembah, sedangkan lembah merupakan bentuk di permukaan bumi yang cekung, sebagai hasil pengikisan air yang mengalir yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Terbentuknya sungai terjadi oleh tiga proses: (1) erosi, (2) transportasi, dan (3) deposisi.
Sungai Opak merupakan sungai yang mengalir di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hulu sungai ini berada di Gunung Merapi dan alirannya melintasi Kabupaten Sleman sampai Kabupaten Bantul. Sungai Opak memiliki anak sungai yakni Sungai Code, Sungai Gajahwong, dan Sungai Oyo yang bermuara di Samudra Hindia. Keberadaan hulu Sungai Opak yang berada di lereng Gunung Merapi menyebabkan aliran sungai ini banyak mengangkut material erupsi dari Gunung Merapi. Material – material yang diangkut berupa batu dan pasir yang akan di transportasikan sepanjang Sungai Opak.
2 Pemanfaatan Sungai Opak
Keberadaan material – material dari erupsi Gunung Merapi yang terdapat di Sungai Opak dimanfaatkan warga sekitar di beberapa daerah sepanjang aliran Sungai Opak. Salah satu contohnya yaitu di desa Bembem Trimulyo Jetis Bantul Yogyakarta. Warga setempat memanfaatkan keberadaan Sungai Opak sebagai sumber mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Adanya aliran sungai ini, warga di sekitar sungai merasa diuntungkan, karena sungai tersebut memiliki beberapa sumber daya pokok yang dibutuhkan oleh manusia, seperti air yang melimpah. Air sungai biasa digunakan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari, misalnya memandikan ternak, keramba, dan irigasi. Sehingga masyarakat di sekitar sungai memanfaatkannya sebagai salah satu mata pencaharian.
Selain itu, bentuk pemanfaatan keberadaan Sungai Opak di desa Bembem seperti mencari pasir untuk dijual sebagai bahan bangunan. Dahulu sebelum ada penambangan pasir, sungai sering meluap ketika hujan. Namun, setelah adanya penambangan pasir menyebabkan pendalaman sungai. Adanya pendalaman sungai saat ini mengakibatkan sungai memiliki kapasitas menampung air lebih banyak.
Kearifan lokal yang ada di masyarakat setempat yakni membangun rumah tidak boleh menghadap sungai dan di belakang rumah harus ditanami pohon bambu. Jika di korelasikan dengan geografi hal ini sangat sinkron, karena apabila tepi sungai tidak ditanami pohon-pohon (bambu) tepi sungai tersebut tanahnya akan mudah tergerus oleh aliran sungai. Jadi masyarakat setempat sejak dulu telah diajarkan untuk tidak membangun rumah mengahadap sungai untuk mengantisipasi bencana khususnya banjir dan erosi oleh aliran sungai.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui adanya keterkaitan dan hubungan antara geografi dan aktivitas masyarakat yang ada di desa Bembem Trimulyo Jetis Bantul Yogyakarta yaitu kondisi hidrologi di suatu daerah mempengaruhi mata pencaharian, dan kearifan lokal.