Salah satu gambaran dari pengaruh kondisi geologis region Indonesia terhadap sumberdaya alam adalah distribusi energi geothermal yang tidak merata di seluruh wilayah. Geothermal merupakan salah satu energi terbarukan dengan potensi tinggi. Indonesia memiliki sekitar 252 lokasi panas bumi dengan total potensi sekitar 27 GWe. Dengan potensi tersebut, Indonesia merupakan negara dengan potensi geothermal terbesar di dunia. Lokasi panas bumi di Indonesia tersebar mengikuti jalur pembentukan gunungapi yang membentang dari Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Maluku. Wahyuningsih (2005) menjelaskan bahwa sekitar 80% lokasi panas bumi di Indonesia berasosiasi dengan sistem vulkanik aktif antara lain Sumatra (81 lokasi), Jawa (71 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (27 lokasi), Sulawesi Utara (7 lokasi). Sedangkan di lingkungan non vulkanik aktif yaitu di Sulawesi (43 lokasi), Bangka Belitung (3 lokasi), Kalimantan (3 lokasi), Papua (2 lokasi). Berikan tanggapan saudara mengenai kondisi tersebut!
Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Number of replies: 11Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Mengapa potensi geothermal banyak dijumpai di wilayah tektogen?
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
menurut saya dikarenakan adanya gesekan yang menyebabkan panas dan menghasilkan magma, seperti itu pak
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Geothermal banyak ditemukan di wilayah tektogen karena pada wilayah tektogen lah zona subduksi terbentuk. dengan adanya zona subduksi ini maka akan menghasilkan kantung-kantung magma yang nantinya akan sangat berpotensi untuk geothermal.
lain halnya dengan wilayah kratogen (sudah tidak aktif) sehingga tidak ada zona subduksi yang berarti tidak ada pula kantung-kantung magma.
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Apabila kita cermati, di daerah kalimantan dan bangka-belitung yang relatif stabil terhadap aktivitas tumbukan lempeng juga terdapat potensi energi panas bumi? bagaimana tanggapan saudara?
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Seingat saya pak dulu pas belajar sama teman-teman, di Kalimantan itu lempengnya sudah tidak aktif lagi pak dan telah bergeser ke pulau jawa sebagai buktinya dikalimantan gunung-gunung banyak yang telah mengalami denudasi sehingga tidak lagi tempak berbeda dengan di jawa yang mana banyak terdapat gunung, bahkan kalau tidak salah dijawa ada 47% hampir 50% gunung aktif di Indonesia seperti yang pak Ari ajarkan kemarin.
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Menurut sumber yang saya baca:
http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
Yang saya unduh hari ini, dijelasakn bahwa:
Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan oleh Budihardi (1998) sebagai berikut. Ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng India‐Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. Tumbukan antara lempeng India‐Australia di sebelah selatan dan lempeng Eurasia di sebelah utara mengasilkan zona penunjaman (subduksi) di kedalaman 160 ‐ 210 km di bawah Pulau Jawa‐Nusatenggara dan di kedalaman sekitar 100 km (Rocks et. al,1982) di bawah Pulau Sumatera. Hal ini menyebabkan proses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di bawah Pulau Jawa atau Nusatenggara. Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya berbeda. Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya akan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas. Oleh karena itu, reservoir panas bumi di Pulau Jawa umumnya lebih dalam dan menempati batuan volkanik, sedangkan reservoir panas bumi di Sumatera terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan pada kedalaman yang lebih dangkal.
Seperti halnya Sumatera, Kalimantan dan Bangka Belitung memang berpotensi adanya panas bumi (energi geothermal) namun sifatnya tidak sebanyak yang ada di Pulau Jawa yang aktivitas penunjamannya lebih agresif dibandingkan dengan lempeng di Kalimantan yang relatif stabil.
Sepemahaman saya, di daerah lempeng yang menunjam semua berpotensi. Namun, semakin agresif lempeng itu menunjam maka akan terbentuk zona penunjaman yang dalam sehingga menghasilkan kantung-kantung magma yang lebih besar dan banyak serta menghasilkan energi panas bumi yang lebih besar. Dan dicirikan dengan banyaknya aktivitas vulkanik yang banyak. Sedangkan di daerah yang stabil, penunjamannya tidak sedalam yang agresif. Sehingga tetap berpotensi adanya energi geothermal, namun tak sebanyak dari daerah dengan penunjaman yang agresif.
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
berarti dapat dikatakan tetap ada potensi geothermal di daerah kartogen meskipun tidak sebesar di wilayah tektogen?
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Menurut sepenangkapan saya pembentukan energi panas bumi ini seperti memasak air yang ketika mendidih akan mengeluarkan uap air. Seperti memasak air, pembentukan energi panas bumi (geothermal) ini bermula ketika air tanah yang terjebak di dalam batuan yang kedap dan terletak di atas dapur magma atau batuan yang panas karena kontak langsung dengan magma, otomatis akan memanaskan air tanah yang terletak diatasnya sampai suhu yang tinggi. Hal ini menyebabkan air tanah yang terpanaskan akan mengalami proses penguapan menjadi uap air. Nah uap air inilah sebagai cikal bakal energi panas bumi. Berkaitan dengan pertanyaan kenapa di daerah Kalimantan yg sekarang tidak dijumpai aktivitas vulkannya lagi tetapi ada potensi energi geothermal karena: Meskipun aktivitas vulkan tidak aktif, namun di Kalimantam ditemukan sisa-sisa vulkanisme. Nah berarti inikan mengindikasikan bahwa masih ada sisa-sisa magma yang dapat memicu proses pemanasan.
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
setuju dengan pendapat yang Erry sampaikan
sepertinya saya juga pernah mendengar penjelasan dari pak Arie tempo hari pada saat di kelas 204 kalau tidak salah..
air bergerak menyusup melalui batuan kemudian mengalami kontak langsung dengan magma kemudian menjadi uap-uap air panas. dan timbulah energi panas bumi yang dapat dimanfaatkan setelah terlebih dahulu di tambang.
potensi energi geotermal memang paling dominan ada pada wilayah tektogen. namun demikian tidak menutup kemungkinan jika daerah kratogen jugan terdapat potensi energi geothermal (panas bumi), walaupun tidak sebesar di wilayah tektogen.
Kalimantan yg sekarang tidak dijumpai aktivitas vulkannya namun terdapat potensi energi geothermal karena: Meskipun aktivitas vulkan tidak aktif, namun di Kalimantan dulunya terdapat vulkan2 aktif, dan kini mungkin ada sisa-sisa energi panas buminya.
:D duu bingung,.. ada yang berpendapat lain?
Re: Pengaruh Kondisi Geologis Region Indonesia terhadap Distribusi Energi Geothermal
Ayo teman-teman yang lain mungkin bisa ikut berdikusi di besmart mari kita manfaatkan!