Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030 -
Number of replies: 10

Kelompok 3 HRM STRATEGIC:

Riska Noor Isnaini                 (16808141008)

Anggara Nuruningtyas S        (16808141024)

Risna Putri Linuwih                (16808144023)

Heni Ambarwati                    (16808144025)

Kinanthi Agatha P                  (16808144030)

 

Saat ini persaingan dunia usaha semakin ketat. Perusahaan semakin keras dalam memperebutkan konsumen dan sumberdaya yang langka. Globalisasi yang terjadi telah menjadikan dunia semakin sempit. Seiring dengan perubahan lingkungan bisnis, pekerjaan dan karyawan juga berubah menjadi semakin beraneka ragam. Dalam konteks organisasional, keragaman dapat digambarkan sebagai sejumlah karakteristik penting dari manusia yang berpengaruh pada nilai-nilai, kesempatan, dan persepsi individu pada dirinya dan orang lain. Karakteristik ini akan meliputi karakteristik utama, seperti usia, etnis, gender, kemampuan, ras, dan termasuk karakteristik lainnya yaitu geografi, pengalaman kerja, pendapatan, agama, bahasa, gaya berkomunikasi, status keluarga, gaya bekerja, dan pendidikan.

Meskipun kita mengetahui manfaat dari keberagaman di tempat kerja terhadap organisasi, manajer masih menghadapi tantangan dalam menciptakan lingkungan kerja yang dapat menampung dan aman bagi karyawan yang beragam.. dalam hal ini kita akan membahas tantantang dalam mengelola keberagaman, yaitu Prasangka Pribadi dan langit-langit kaca

In reply to KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by setyabudi indartono -

Riska Noor Isnaini               : jelaskan bagaimana mengelola keragaman sumber daya manusia dengan baik menurut Thomas dan Ely (1996), dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan!

 

In reply to setyabudi indartono

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by RISKA NOOR ISNAINI 16808141008 -

Pegelolaan sumber daya manusia harus diperhatikan, karena setiap karyawan memiliki kreativitas, rasa dan inisiatif untuk membangun sikap, maka sikap inilah yang mendasari perilaku dan tindakan mereka, terlebih didunia kerja. Manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan harus membuat kebijakan dalam mengelola tenaga kerjakaryawan, misalnya mempekerjakan karyawan profesional, memberikan pelatihan dan pengembangan serta fasilitas. Terdapat beberapa faktor dalam membentuk kepuasan kerja karyawan, antara lain: faktor individu, faktor hubungan dengan karyawan, faktor-faktor eksternal. Aspek-aspek motivasi untuk mencapai kepuasan kerja bagi karyawan adalah kewajiban dari setiap perusahaan, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang dipercaya untuk mendorong dan mempengaruhi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan mempengaruhi kinerja karyawan. Seorang manajer juga diperlukan untuk memberikan suasana kerja yang baik dan menyenangkan menjamin keselamatan kerja karyawan akan merasa puas. Semua yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki akan secara langsun akan meningkatkan kinerja yang berimbas pada profitabilitas perusahaan.

In reply to KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by setyabudi indartono -

Anggara Nuruningtyas S       : jelaskan bagaimana perbedaan Terminal Values dan Instrument Values dapat meningkatkan kinerja perusahaan

 

In reply to setyabudi indartono

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by ANGGARA NURUNINGTYAS SINTA 16808141024 -

Menurut Rokeach, nilai-nilai terdiri dari terminal values dan instrumental values. Terminal values adalah akhir dari sebuah maksud/keinginan, dan target yang akan dicapai seseorang dalam kurung waktu tertentu. Sedangkan instrumental values adalah cara dan mekanisme perilaku dari seseorang yang ditujukan untuk mencapai salah satu tujuan terminal value. Sementara itu Robin Williams Jr. menjelaskan bahwa values bukan hanya berfungsi sebagai kriteria atau standar untuk melakukan tindakan tetapi  juga befungsi sebagai kriteria atau standar untuk melakukan penilaian, menentukan pilihan, bersikap, berargumentasi maupun menilai performance. Kedua definisi tsb menegaskan bahwa pilihan seseorang atau sekelompok orang atas beberapa pilihan lainnya yang didasarkan pada suatu kriteria tertentu akan menjadikan pilihan tersebut sebagai keyakinan abadi.

Jadi, sesuai dengan fungsi values tersebut maka terminal dan instrumental values dapat meningkatkan kinerja karena sudah menjadi suatu standar yang harus dijaga maupun lebih dikembangkan lagi.

In reply to KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by setyabudi indartono -

Risna Putri Linuwih         :  jelaskan peran Personality ( kepribadian ) dalam menangani work family conflict!

In reply to setyabudi indartono

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by RISNA PUTRI LINUWIH 16808144023 -

Work-family conflict adalah bentuk tekanan atau ketidakseimbangan peran antara peran dipekerjaan dengan peran didalam keluarga (Greenhaus & Beutell,1985). Work-family conflict dapat didefenisikan sebagai bentuk konflik peran dimana tuntutan peran dari pekerjaan dan keluarga secara mutual tidak dapat disejajarkan dalam beberapa hal. Hal ini biasanya terjadi pada saat seseorang berusaha memenuhi tuntutan perannya dalam pekerjaan dan usaha tersebut dipengaruhi oleh kemampuan orang yang bersangkutan untuk memenuhi tuntutan keluarganya atau sebaliknya, dimana pemenuhan tuntutan peran dalam keluarga dipengaruhi oleh kemauan orang tersebut dalam memenuhi tuntutan pekerjaannya (Frone,1992).

 

Sebuah penelitian mengenai seorang Ibu yang bekerja sebagai Teller BANK didapati hasil sebagai berikut:

Hasil tersebut menunjukkan hipotesis yang diajukan peneliti diterima yaitu terdapat hubungan negatif antara kepribadian hardiness dengan work-family conflict pada ibu yang bekerja sebagai teller bank BRI Semarang. Semakin tinggi kepribadian hardiness maka semakin rendah work-family conflict yang dialami. Kepribadian hardiness memberikan sumbangan efektif sebesar 10,6% terhadap variasi kecenderungan work-family conflict.

Sehingga kesimpulannya kepribadian hardines sangat berperan utnuk meminimalisir terjadinya  work family conflict, penelitian ini berhasil diteliti dengan subjek penelitian seorang Ibu yang pada dasarnya memiliki kepribadian yang sangat sensitif.

 

Source:https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/15415

In reply to KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by setyabudi indartono -

Heni Ambarwati                  : Jelaskan Belief, Value, dan Attitude berperan dalam pengelolaan SDM strategis!

In reply to setyabudi indartono

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by HENI AMBARWATI 16808144025 -

Unsur-unsur SDM seperti Belief, Value, dan Attitude tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, seperti norma-norma dan nilai-nilai masyarakat, tingkat pendidikan dan peluang-peluang yang tersedia. Unsur-unsur tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi peranan dan perilaku manajer dalam organisasi. Orang-orang dalam organisasi dapat dibedakan satu dengan yang lainnya berdasarkan unsur-unsur SDM tersebut. Perbedaan-perbedaan tersebut sangat penting untuk diketahui oleh manajer dan sedapat mungkin mengakomodasikannya. Pengakuan atas perbedaan potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap SDM. juga menuntut adanya penyesuaian manajer terhadap karakteristik-karakteristik tersebut. Mengingat sangat pentingnya peran SDM bagi kepentingan organisasi, maupun kepentingan pribadi, maka pengembangan SDM dan peningkatan kualitas SDM dalam setiap organisasi merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan oleh setiap manajer.

In reply to KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by setyabudi indartono -

Kinanthi Agatha P                 : jelaskan bagaimana pengelolaan kemampuan intelektual dan kemampuan fisik yang seimbang menurut (Robbin,2007:57) 

In reply to setyabudi indartono

Re: Hasil Diskusi kelompok 3 - Individual Charakteristics

by KINANTHI AGATHA PUTRI WRESNIWULAN 16808144030 -

Menurut Robbin (2007: 57) kemampuan adalah kapasitas seseorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Kemampuan terdiri atas dua kelompok faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik. Kemampuan intelektual (intelectual ability) yaitu kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktifitas mentalberfikir, menalar dan memecahkan masalah sedangkan kemampuan fisik (physical ability) yaitu kemampuan melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, keterampilan, kekuatan, dan karakteristik serupa.

Berpikir adalah meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan Bigot dkk., (1950: 103) dalam (Suryabrata, 2005: 54). Berpikir, memecahkan masalah, dan menghasilkan sesuatu yang baru adalah kegiatan yang kompleks dan berhubungan erat satu dengan yang lain. Suatu masalah umumnya tidak dapat dipecahkan tanpa berpikir, dan banyak masalah memerlukan pemecahan yang baru bagi orang-orang atau kelompok. Sebaliknya, menghasilkan sesuatu (bendabenda, gagasan-gagasan) yang baru bagi seseorang, menciptakan sesuatu, itu mencakup pemecahan masalah.

Dalam melakukan sebuah aktivitas/ pekerjaan sesorang dituntun untuk mampu mengaplikasikan kemampuan fisik dan intelektual dengan tahap seimbang. Pada tahap keseimbangan tersebut seseorang akan mampu berpikir dan bertindak kreatif. Berpikir kreatif merupakan kegiatan berpikir yang dimulai karena adanya masalah yang menuntut seseorang untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan tindakan yang cepat dan tepat untuk menyelesaikan masalah dengan gagasan yang orisinil.