Beberapa tingkatan berfikir dari yang terendah:
1. Mengingat
2. Memahami
3. Mengaplikasi
4. Menganalisis
5. Mengevaluasi
6. Menciptakan
Beberapa strategi dalam memahami materi pembelajaran:
a. strategi "mnemonics"
b. strategi "flash card"
c. strategi "concept map"
Untuk menggunakan strategi tersebut, terlebih dahulu guru harus memahami tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Materi pembelajaran ada yang bersifat prosedural, konseptual, dan konditional. Kemudian ketika guru sudah menggunakan salah satu strategi tersebut dan berniat untuk mengembangkannya, seorang guru harus mengetahui karakteristik pembelajaran dan tingkatan berfikir siswa.
Pembelajaran Bermakna (learning with understanding)
Yaitu pembelajaran yang menjadikan siswanya mengerti dan paham, bukan hanya sekedar tau. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk bisa mendapatkan pembelajaran yang bermakna, yaitu siswa harus mengkontruksi sendiri materi pembelajarannya dan siswa harus mempunyai prior knowladge.
Adapun prinsip pembelajaran bermakna:
1. pengetahuan baru ada berdasarkan pengetahuan awal yang sudah dimiliki
2. selama proses pembelajaran berlangsung, pengetahuan awal (prior knowladge) siswa harus diaktifkan
3. mengerti dan memahami pengetahuan konseptual dan pengetahuan konditional
4. siswa melatih diri dengan meta-cognitif
Meta-cognitif akan membantu siswa secara sadar mengantarkan pada proses belajar yang efektif.
Adapun strategi-strategi meta-cognitif:
a. dialog, guru memberi pertanyaan yang memancing siswa untuk berfikir tentang materi apa yang telah dipahami sebelumnya
b. memberi konfirmasi apakah pembelajaran yang dipahami siswa sesuai dengan pembelajaran yang sebenarnya
c. mencari tambahan untuk mengembangkan materi pembelajaran yang diterima