Prinsip Cooperative Learning
Cooperative learning muncul karena adanya perkembangan dalam sistem pembelajaran yang ada. Pembelajaran kooperatif menggantikan sistem pembelajaran yang individual, yang mana guru yang bertindak sebagai pemberi informasi (teacher centered learning) dan peserta didik hanya mendengarkan. Â Dalam pembelajaran kooperatif, peserta didik dituntut aktif, bukan hanya aktif untuk meningkatkan kapasitas diri sendiri, tetapi juga aktif dalam kelompoknya dan membantu teman sekelompoknya.
Berikut ini beberapa prinsip cooperative learning
Face to face interaction
Pembelajaran di sekolah diharapkan selalu berbentuk interaksi tatap muka dan sangat meminimalisir penggunaan e-learning. Peserta didik diharapkan dapat selalu berkomunikasi dengan teman sekelompoknya, tidak hanya di sekolah melainkan juga di luar sekolah jika memang diperlukan, misalnya untuk belajar bersama atau mengerjakan tugas kelompok. Jika peserta didik tidak aktif dalam kelompoknya, dia akan tertinggal dibanding teman-teman yang lain.
Student’s uncountability
Dalam pembelajaran kooperatif, setiap individu memiliki tanggung jawab di dalam kelompoknya. Pengelompokkan yang sering terjadi adalah mengelompokkan begitu saja tanpa mempertimbangkan banyak hal, padahal kemampuan siswa dan cara siswa belajar adalah berbeda-beda. Jika dalam kelompok umumnya, akan terjadi adanya siswa yang sangat aktif dan sangat pasif, dan cooperative learning mengatasi itu, setiap individu diberi tanggung jawab untuk memahami materi dan membantu siswa lain untuk memahami materi. Dan penghargaan/reward akan diberikan kepada kelompok yang dapat menciptakan kenaikan nilai yang signifikan pada anggota kelompoknya, sehingga peserta didik akan semangat membantu temannya yang belum memahami materi.
External motivation
Reward/penghargaan sangat penting bagi kebanyakan metode cooperative learning, agar siswa termotivasi belajar untuk dirinya dan juga membantu temannya, sehingga kelompoknya akan menciptakan kenaikan nilai yang signifikan dan mendapatkan penghargaan. Tetapi, perlu juga reward untuk individu yang paling berperan dalam kelompoknya.
Communication skills/social skills
Dalam pembelajaran kooperatif, selain pemahaman terhadap materi, peserta didik diharapkan memiliki kemampuan komunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain, menghargai orang lain, dan kemampuan tersebut sangat penting karena kelompok yang mereka tempati adalah kelompok yang heterogen, baik dari akademis maupun kepribadian setiap individunya.
Positive Interdependence
Menimbulkan adanya ketergantungan satu dengan yang lain, tetapi ketergantungan ini bersifat positif. Jika berkelompok secara fisik, tetapi pengerjaan tugasnya tetaplah individu, itu bukanlah cooperative learning, maka dari itu sangat perlu untuk menciptakan rasa saling membutuhkan, agar peserta didik memiliki ketergantungan dengan kelompoknya yang cukup besar dan positif.
Â
Akan tetapi, tidak semua materi pelajaran dapat dilakukan dengan cooperative learning, perlu dipertimbangkan kemampuan peserta didik, prior knowledge yang dimiliki peserta didik, dan materi yang akan didiskusikan. Â