Meta-cognitive Week 11

Meta-cognitive Week 11

by NURRITA SABRINA 14301244010 -
Number of replies: 0

Pada minggu ke-11 saya menonton vidio mengenai Improving Learning Using Principle of Instructional Design.

Pendidik mampu mengembangkan kombinasi antara “Substantive Expertise” (kemampuan pendidik) dengan  “Instructional Design Principal” untuk membuat penyajian lebih efektif .

Instructional design adalah memberikan pelatihan dengan tujuan orang-orang belajar dengan cara yang terbaik. Ini tidak hanya mengenai menjadi guru yang pintar akan tetapi juga mengenai memberikan suatu tambahan yang mampu membuat pembelajar lebih mudah dalam belajar

Bagaimana kita dapat membuat belajar menjadi lebih efektif ?

  1. Dengan memiliki struktur yang jelas
  2. Memberikan contoh yang relevant
  3. Melibatkan skill
  4. Mengadakan diskusi
  5. Menanamkan praktikal aktivitas
  6. Menyediakan petunjuk/LKS yang membantu

Ini salah satu dari hal yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih efektif. Untuk membantu pelaksanaannya dibutuhkan beberapa principle yakni :

  1. Belajar berdasarkan masalah yang nyata (Real based problem)

Pembelajaran akan lebih efektif jika pembelajar mampu menghubungkan masalahnya dengan masalah yang nyata (real world problem) .Pendekatan ini dapat dilakukan dengan

  1. Memperlihatkan masalahnya didepan, artinya guru tidak memberikan secara langsung permasalahan dan penyelesaiannya dari masalah yang dikemukakan. Sebaiknya pendidik hanya memberikan petunjuk dan menuntun apa yang siswa itu dapat lakukan dan tujuan dari pemberian masalah itu apa sehingga siswa lebih paham apa yang akan mereka lakukan dan ini merupakan hal yang sangat penting untuk menjadikan pembelajaran lebih efektif.
  2. Membuatpermasalahan menjadi nyata ( real ), artinya masalah yang diangkat dapat berasal ataupun dikaitkan dari permasalahan sehari-hari.
  3. Membuat masalah yang progressive.
  4. Existing knowledge (prior knowledge) aktif akibat dari adanya new knowledge, prior knowledge ini menjadi pondasi utama untuk new knowledge. Siswa mampu menghubungkan pengetahuan yang telah dia ketahui dan pengetahuan yang baru maka akan membentuk suatu schema baru. Hal ini dapat diaktifkan dengan cara memberikan suatu pertanyaan pengantar mengenai apa yang telah ia pelajari sebelumnya. Untuk siswa yang sekiranya belum memiliki prior knowledge sediakan juga informasi-informasi yang dapat mengarahkan mereka terhadap tujuan dari pembelajaran itu sendiri salah satunya dengan memberikan gambaran umum , memberikan contoh-contoh permasalahannya serta memberikan petunjuk bagaimana cara mereka mengembangkan kerangka berfikir.
  5. Informasi yang baru didapat dapat ditunjukan dan dikomunikasikan oleh pembelajar. Artinya pembelajaran akan menjadi lebih efektif jika pendidik memberikan petunjuk apa yang akan dipelajari. Pengetahuan dibagi dalam tiga kategori yakni :
    1. Konsep atau  pemahaman , baiknya dalam penyampaian konsep pendidik baiknya memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep tertentu.
    2. Skill atau kemampuan untuk melakukan sesuatu , baiknya dalam pendidik menunjukan cara untuk menyelesaikan suatu masalah.
    3. Proses yang menggambarkan mengenai langkah kerja, baiknya pendidik memberikan gambaran mengenai bagaimana proses itu terjadi salah satunya dapat menggunakan gambar.
    4. Pengetahuan baru dapat digunakan oleh pembelajar.  Menggunakan disini artinya pendidik memberikan kesempatan pada siswa untuk latihan ketika pendidik telah menyampaikan tiga kategori pengetahuan (Konsep, skill dan proses). Dalam proses latihan ini pendidik tidak serta merta melepas peserta didik untuk menyelesaikannya sendiri , disinilah peran pendidik sebagai fasilitator yakni menuntun siswa jika ada yang mengalami kesulitan dalam latihan, memberikan saran , pendapat dan masukan yang tepat bagaimana sebaiknya permasalahan itu diselesaikan dengan efektif.  Jadi dalam point ini ada tiga point utama yakni memberikan contoh, latihan dan feedback (review mengenai apa yang telah mereka dapatkan).  
    5. Pengetahuan baru itu mampu diintegrasikan pada dunia pembelajar. Siswa membutuhkan waktu untuk memikirkan kembali apayang telah ia pelajari. Saat mereka melakukan refleksi inilah waktu yang tepat untuk mereka berdiskusi bagaimana mereka dapat mengintegrasikan pengetahuan yang mereka dapatkan. Dalam proses diskusi jangan lupa untuk memberikan handout yang berisi petunjuk dari tujuan capaian belajar mereka. Dalam proses didkusi inilah pengetahuan baru dikonstruk. Biarkan mereka bereksplorasi dan membentuk pemahaman baru mengenai suatu informasi, pendidik hanya membantu mengarahkan dan menjaga agar tidak terjadi misconceptions.

Jadi dari prinsip-prinsip di atas dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran alokasi keaktifan peserta didik lebih dominan dibandingkan dengan pendidik itu sendiri. 

 

 

602 words