Guru dalam menjelaskan materi pembelajaran di dalam kelas bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu secara verbal dan tertulis. Pembelajaran tertulis bisa dituangkan dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Pembelajaran matematika sendiri mempunyai karakteristik, seperti terdiri dari angka-angka, simbol, bersifat abstrak, kaku, formal, dan terstruktur. Pembelajarannya bisa dilakukan dengan pembelajan deduktif maupun induktif. Pembelajaran deduktif yaitu pembeljaran yang dimulai dari definisi baru ke contoh, sedangkan pembelajaran induktif yaitu pembelajaran yang dimulai dari contoh baru ke general. Matematika dianggap sebagai kegiatan dan alat untuk menyelesaikan masalah. Dalam hal ini, prior knowladge tidak akan pernah lepas dalam setiap pembelajaran, termasuk matematika, karena prior knowladge berfungsi untuk menyelesaikan problem solving dan memahami konsep baru dalam problem solving.
Â
Heuristic Strategy by Polya (General Problem Solving Strategy)
Dalam metode ini, siswa akan berusaha dengan keras untuk menyelesaikan masalah. Beberapa cara yang akan dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah, seperti:Â
- coba-coba (trial and error)
- means-ends analysis (berfikir mundur, dari pertanyaan ke informasi)
- working backward (hanya mencari apa yang ditanyakan, namun tidak memahami teorema yang ada) --> terjadi karena tidak tau teoremanya, tidak bisa menerapkan teorema, atau mungkin tidak ada variasi soal.
Untuk mengatasi kebiasaan siswa tersebut, ada beberapa langkah Heuristic yang bisa diteapkan siswa:
- Identifikasi
- Plan
- Carry out
- Look back
Â
Ada beberapa problem solving dalam matematika:
- Ill-defined, yaitu problem solving yang membutuhkan investigasi terlebih dahulu, karena banyak cara dengan satu jawaban, satu cara banyak jawaban, atau banyak cara banyak jawaban.
- Well-defined
Â
Selain itu, kami juga membahas sedikit tentang Problem Based Learning
Filosofi: siswa membangun informasi sendiri, menyelesaikan masalah, mencari sendiri untuk menemukan pengetahuan baru, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator.
Kelemahan:
- Siswa akan menggunakan heuristic strategy jika tidak punya prior knowladge
- alokasi waktu untuk siswa dalam menyelesaikan pembelajaran akan lama jika tidak punya prior knowladge
Lalu startegi pembelajaran alternatif apa yang cocok???
Ada dua kemungkinan:
- Jika prior knowladge siswa bagus, bisa menggunakan pendekatan tidak langsung atau pembelajaran implisit, seperti srategi PBL, PjBL, CBL, DL, IL. Syntax yang dilakukan yaitu masalah --> penyelesaian (individu atau kelompok) --> dikomunikasikan.
- Jika prior knowladge siswa kurang, bisa menggunakan pendekatan langsung atau pembelajaran eksplisit, seperti strategi EBL, GPBL
Â