Ringkasan perkuliahan minggu ke-8
Pada minggu ke-8 membahas mengenai strategi pembelajaran matematika. Dimana pembelajaran matematika harus bersifat konstruktifistik yaitu membangun sendiri pengetahuan (berpusat pada siswa). Pada suatu pembelajaran guru perlu mengembangkan kompetensi berbicara dengan cara ceramah baik secara verbal/tertulis(LKS), tetapi ceramah tidak disarankan karena ceramah kurang mendukung siswa dalam membangun sendiri pengetahuannya.
Karakteristik matematika yaitu
- deduktif dimana deduktif yaitu dari definisi ke contoh.
- Umumnya matematika secar logis menekankan pendekatan deduktif, bersifat abstrak, kaku, dan juga hierarkis.
- matematika berisi kumpulan aktivitas penyelesaian masalah/problem solving, dan matematika dapat digunakan sebagai alat penyelesaian masalah.
Dalam suatu pembelajaran siswa hendaknya memiliki prior knowledge dimana prior knowledge digunakan untuk memahami informasi yang diperoleh siswa sehingga dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.
Siswa jika memperoleh prior knowledge yang cukup, siswa dapat menyelesaikan masalah sekaligus mampu memahami konsep (menemukan pengetahuan) yang baru dalam masalah yang diberikan.
Ada strategi yang digunakan apabila siswa kurang memiliki prior knowledge yaitu:
General strategy polya: huristics strategy (strategi menyelesaikan masalah secara umum).
- Sistem ini biasanya dilakukan oleh siswa yang pantang menyerah, biasanya dilakukan dengan coba-coba (trial and error).
- Means-ends analyze.
- Working backword.
Strategi yang digunakan ketika siswa memiliki prior knowledge
Problem solving ada dua yaitu well defined dan ill defined.
PBL/PjBL/CBL/DL/IL = pendekatan tidak langsung (pembelajaran implisit)
DL/IL= problem posing : mencari masalah sendiri contohnya pada pembuatan skripsi.
Pada strategi pembelajaran diatas siswa menemukan sendiri pengetahuan baru yang secara implisit ada dalam masalah tersebut, semua strategi diatas memiliki karakteristik yang sama yaitu siswa menyelesaikan masalah.
Syntaksnya :
- Masalah
- Penyelesaian masalah : dapat dilakukan dengan diskusi ataupun individu.
- Komunikasi.
Kelemahan strategi diatas adalah apabila siswa tidak memiliki prior knowledge yang cukup maka siswa akan menggunakan huristics strategy, yang menurut penelitian strategy ini tidak akan membuat siswa menemukan dan memahami pengetahuan baru. Untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan tersebut diperlukan suatu alternatif yaitu dengan menggunakan pendekatan langsung (eksplisit).
Problem posing yaitu memahami lebih mendalam sebuah pengetahuan.
Contohnnya :
Diket....
Ditanya.....
Dijawab,,,,,
Itu semua adalah spesific problem solving strategi.
Strategy polya:
- Identifikasi masalah
- Plan: merencanakan srategi
- Carry out : mengeksekusi
- Look back : setelah menyelesaikan masalah dikoresi lagi.
Agar pengetahuan siswa berkembang siswa perlu mempunyai pengetahuan awal (prior knowledge). Prior knowledge yang kurang dimiliki oleh siswa, bisa diatasi dengan diberikan contoh, model, dll.
Apabila prior knowledge sudah dimiliki oleh siswa maka siswa dapat diberikan strategi pembelajaran PBL/PjBL/CBL/DL/IL. Apabila siswa kurang memiliki prior knowledge maka bisa diberikan suatu strategi EBL/GPBLÂ (harus yang mudah dipahami) yaitu dengan diberikan contoh, diberikan model, dan diberikan petunjuk. GPBL (guided questioning) bertujuan untuk memberikan petunjuk yang dapat membantu siswa memahami pengetahuan agar lebih mendalam.
Split attention: petunjuk yang membingungkan, yang menyebabkan heavy cognitive load.
Pembelajaran harus efektif (benar, tepat) dan efisien (waktu yang tepat).
Redundant information dan split attention information mampu menyebabkan siswa kurang memahami suatu materi yang sedang diajarkan.
PBL: biasanya menghasilkan produk (apa yang dipahami dibentuk dalam desain) contoh : produk buku, media pembelajaran (sesuatu yang dapat dilihat).
Strategi diskusi kelompok yaitu bisa dengan pairs(dyads) ataupun small group