JIGSAW
    Menurut Sudrajat (2008:1) mengartikan pembelajaran jigsaw sebagai sebuah tipe pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, dimana dalam kelompok tersebut terdiri dari beberapa siswa yang bertanggung jawab untuk menguasai bagian dari materi ajar dan selanjutnya harus mengajarkan materi yang telah dikuasai tersebut kepada teman satu kelompoknya.
    Teknis pelaksanaan jigsaw yaitu:
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
- Guru membentuk kelompok awal, terdiri dari 5-6 orang
- Setiap anggota diberikan topik yang berbeda dalam satu lingkup pembahasan yang masih sama. Contohnya yaitu Pembahasan mengenai Luas dan Volume bangun ruang, dengan topiknya yaitu Luas dan Volume Kubus, Balok, Prisma, Limas, dan Tabung.
- Setiap siswa yang mendapatkan topik yang sama berkumpul membentuk kelompok ahli, dan mendiskusikan masalah/topik tersebut
- Guru melakukan observasi dengan membimbing dan mengarahkan siswa secara periodik ke semua kelompok
- Kelompok ahli akan membubarkan diri saat sudah menyelesaikan topik
   Setiap siswa dalam kelompok ahli kembali ke kelompok awal, dan bertanggungjawab menjelaskan hasil diskusi nya kepada anggota kelompok awal yang lain, begitu seterusnya hingga semua mendapat giliran untuk menjelaskan.