Pada pertemuan minggu ini membahas tentang bagaimana matematika menjadi suatu problem solving.
Dalam pembelajaran yang Cognitif siswa membangun sendiri pengetahuan, namun masih tetap ada penjelasan dari guru, baik yang tertulis maupun tidak tertulis(LKS).
Karakteristik matematika :
- Deduktif        : Dimulai dari pembahasan umum menuju pembahasan khusus
- Induktif          : Dimulai dari pembahasan khusus menuju pembahasan umum
- Abstrak, formal, hirarkis, terstruktur
- Dianggap sebagai pemecahan masalah.
Matematika dianggap sebagai pemecahan masalah terbagi menjadi dua hal:
- Sebagai alat                : matematika dianggap sebagai alat pemecahan masalah, karena dengan menggunakan pola matematika kita dapat mendapatkan suatu pemecahan masalah.
-  Sebagai kegiatan       : matematika dianggap sebagai kegiatan pemecahan masalah, karena dengan melakukan kegiatan matematika kita dapat mendapatkan suatu pemecahan masalah setelah kita menyelesaikan kegiatan tersebut.
Hal yang tidak kalah penting dalam penyelesaian masalah adalah Prior Knowledge (PK). Prior Knowledge adalah poengetahuan awal yang dimiliki oleh siswa. Dengan PK kita dapat mengaktifkan/memahami informasi yang diketahui oleh siswa tersebut.
Ada dua kondisi dimana PK mempengaruhi Problem Solving:
- Apabila PK cukup, siswa dapat menyelesaikan P.Solving dan juga mengembangkan/ menemukan pengetahuan yang baru
- Apabila PK kurang, siswa tidak dapat menyelesaikan P.Solving
Strategi umum P.S jika siswa kurang dalam PK adalah dengan menggunakan Heuristic. Heuristic memuat beberapa cara , seperti :
- Trials and Eror , atau yang biasa kitta sebut dengan coba-coba
- Means and analysis
- Working backward, dengan meninjau kembali langkah-langkah penyelesaian.