Meta-cognitive minggu ke-5
Pada minggu ke-5 membahas mengenai silabus silabus matematika pada siswa SMA. Silabus SMA ini yang berpedoman pada kurikulum 2013. Pada minggu ke-5 ini diberikan sebuah tugas untuk menyebutan kompetensi dasar dari materi matematika untuk siswa SD hingga SMA, dan setiap kelompok diberikan tugas sesuai dengan bagiannya. Kelompok saya membahas mengenai standar kompetensi dasar untuk kelas XII berdasarkan kurikulum 2013. Pada materi matematika untuk kelas XII dibagi menjadi dua yaitu matematika peminatan dan juga matematika wajib. Pada matematika wajib 2013 materi yang diajarkan antara lain : matriks determinan, operasi matriks, invers matriks, bunga, pertumbuhan, dan peluruhan barisan dan deret aritmetika barisan dan deret geometri, Induksi matematika, diagonal ruang, diagonal bidang, bidang diagonal, integral tentu. Pada matematika peminatan 2013 materi yang diajarkan antara lain: matriks, skalar vektor, matematika keuangan, bunga majemuk angsuran anuitas, komposisi transformasi geometri, dimensi 3, trigonometri, integral tentu, dan integral parsial.   Â
Selain itu membahas mengenai teori teori pendidikan:
Teori pendidikan klasik
Pada teori ini berorientasi agar siswa menjadi seorang ilmuan. Materi yang diajarkan berupa pengetahuan yang berguna bagi siswa dan terorganisasi secara logis dan jelas.
Guru berperan sebagai seorang ahli dan model sementara siswa berperan sebagai individu yang pasif. Teori ini masih berkembang diindonesia yaitu pada pesantren-pesantren, ataupun sekolah yang berbasis pesantren.
Teori pendidikan teknologik
Orientasi pada teori ini adalah untuk menciptakan tenaga profesional dan juga berkompeten. Materi yang diajarkan sesuai kompetensi dan guru disini guru yang expert atau menguasai materi, sementara siswa disini sangat aktif, teori pendidikan teknologik hampir sama dengan teori pendidikan klasik hanya saja teori pendidikan teknologik mengutamakan penguasaan kompetensi.
Teori pendidikan personal
Teori ini berorientasi pada pengembangan aspek kepribadian siswa. Materinya berupa pengalaman siswa dan guru sebagai fasilitator dan siswa berperan aktif dalam pembelajaran. Teori ini berkembang pada siswa pada jenjang PAUD ataupun SD.
Teori pendidikan interkasional
Orientasinya adalah menciptakan siswa menjadi warga masyarakat yang baik. Guru berperan sebagai fasilitator dan juga siswa belajar dengan cara berdialog dan juga berinteraksi dengan orang lain.
Berdasakan teori-teori tersebut ada kelemahan dan juga kelebihan masing-masing, tidak ada teori pendidikan yang paling efektif atau paling baik diberikan kepada siswa. Hanya saja teori teori tersebut semuanya efetif dan baik sesuai dengan kondisi siswa dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa.