Meta-Cognitive Activity (WEEK-12)

Meta-Cognitive Activity (WEEK-12)

by KHOIRUDIN 14301244002 -
Number of replies: 0

SPM-PMI 2014

Selasa, 3 Mei 2016

Pertemuan ke-12 Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Matematika membahasa tentang Strategi Questions and Answer (QAR) atau yang dikenal dengan Metode Tanya Jawab. 

Sudirman (1987:120) yang mengartikan  bahwa “metode tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa,  tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.” 

Strategi Tanya Jawab dapat membantu siswa untuk mengaktifkan prior knowledge mereka. Kemudian hal ini juga dapat memotivasi siswa untuk memahami pengetahuan baru. 

 

Tipe siswa ada dua yaitu:

1. Free Riding

Siswa tipe Free Riding seringkali memanfaatkan guru-guru yang cepat puas. Mereka juga cenderung tidak mau mengungkapkan pemikirannya.

2. Social Loafing

Siswa tipe ini mempunyai karakter musical/interpersonal. Mereka senang

memberikan opini verbal di dalam kelas.

 

Respon guru kepada siswa terdiri dari :

A. Verbal teacher responses

1. Acceptance

Teacher explicitly/implicity accepts of student answer as appropriate/correct.

Secara eksplisit maupun implisit, guru menerima jawaban siswa secara benar. Contoh: "OK", "YES"

2. Praise

Guru memberikan pujian bentuk kebagiaan dengan hasil ekerjaan siswanya. Contoh: "GOOD JOB"

3. Higher level questioning

Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk berpikir.

4. Criticism

Guru memberikan kritik kepada siswa. Kritik ini dapat berupa positif maupun negatif. Kritik ini bertujuan untuk memperkuat pekerjaan siswa agar bisa lebih baik lagi ke depannya.

B. Non Verbal Teacher Responses

1. Wait time

Respon ketika guru memberikan waktu kepada siswa paling sedikit 5 detik untuk

berpikir.

2. Physical closeness

Respon guru dengan berdiri atau duduk dengan lengan pada posisi yang tidak berubah-ubah.

Kemudian kami membuat skenario bagaimana sebuah tanya jawab itu berlangsung di dalam kelas. Ada tiga jenis siswa yang sedang menyelesaikan soal. Pertama, siswa A tidak paham maksud soal sehingga bingung untuk memulai mengerjakan. Kedua, siswa B sudah bisa memahami soal akan tetapi pada pertengahan pekerjaan mereka bingung untuk menggunakan rumus yang mana. Ketiga, Siswa C yang sudah mahir mengerjakan soal sehingga dia perlu dipancing lagi agar pemikiran siswa tersebut dapat lebih berkembang lagi.

 

Contoh Kasus 1 (Siswa A)

Setelah permasalahan diberikan, siswa mengerjakan permasalahan tersebut. Kemudian guru melakukan observasi untuk melihat hasil pekerjaan siswa. Saat melakukan observasi, guru menemukan Nana yang sedang mengalami kesulitan memahami maksud permasalahan tersebut.

Guru : “Gimana Nana? Sudah sampai mana pekerjannya?”
Nana : “Ini Bu…saya belum bisa memahami maksud permasalahannya.”
Guru : “Sudah kamu gambar belum kubusnya?”
Nana : “Sudah Bu…”
Guru : “Sekarang lihat kembali soalnya. Di soal ditanyakan jarak titik A ke Bidang BDE. Bidang BDE yang mana Na?”
Nana : “Yang ini Bu…” (Nana melihatkan Bidang BDE ke Bu Guru)
Guru : “Dari yang sudah Ibu jelaskan, jarak titik ke bidang itu apa Na?”
Nana : “Jarak antara sebuah titik dan sebuah bidang adalah ruas garis yang menghubungkan titik itu dengan proyeksinya pada bidang tersebut.” (sambal melihat kembali catatan )
Guru : “Nah….proyeksi A ke bidang BDE yang mana? “
Nana : “Jadi proyeksinya dari titik A dibuat garis tegak lurus terhadap bidang BDE dan perpotongannya berada di titik T.”

Guru : “Jarak A ke bidang BDE yang mana?”
Nana : “Garis AT Bu.”
Guru : “Nah, sekarang kamu hitung AT.”
Nana menghitung AT pada segitiga EAT menggunakan Theorema Pythagoras, Kemudian Nana bingung karena ET tidak diketahui. Begitu pun sebaliknya menggunakan segitiga ATR)
Guru : “Sekarang kamu perhatikan segitiga AER. Kamu masih ingat luas segitiga itu apa?”
Nana : “½ alas x tinggi Bu.”
Guru : “Kalau dari segitiga AER. Mana saja yang bisa dijadikan alas dan tinggi?”

Nana : “Jika AR sebagai alas maka AE sebagai tinggi dan jika ER sebagai alas maka AT sebagai tinggi.”
Guru : “Coba kamu hitung luasnya dari segitiga dengan dua cara tersebut.”
Nana : “Baik bu. Berarti menggunakan rumus luas segitiga AER dengan las AR dan tinggi AE sama dengan luas segitiga dengan alas ER dan tinggi AT, bu?”
Guru : “iya begitu, setelah selesai, nanti lanjutkan ke soal berikutnya ya.”
Nana : “Baik bu. Terimakasih bu.”

637 words