Minggu ke sepuluh saya mempelajari mengenai salah satu model dalam strategi pembelajaran matematika yakni Model kooperatif. Model pembelajaran ini dilaksanakan secara berkelompok dengan anggota kelompok yang heterogen dan satu kelompok biasanya terdiri dari 4-5 orang siswa. Penekenan pembelajaran secara koopertaif ini adalah setiap anggota kelompok bertanggung jawab dalam membantu teman satu kelompoknya untuk sama-sama memahami suatu materi pelajaran yang baru. Parameter keberhasilan suatu kelompok dilihat dengan setiap anggota kelompok mampu menguasai materi pelajaran yang ditugaskan oleh seorang guru. Jika ada satu anggota yang tidak bisa maka kelompok tersebut dikatan belum berhasil dalam belajar. Ada beberapa ciri dari pembelajaran dengan model kooperatif learning (Hamzah,Ali &Muhlisrarini,2014) :
- Saling ketergantungan positif
- Tanggung jawab perseorangan
- Tatap muka
- Komunikasi antaranggota
- Evaluasi proses kelompok
Kelebihan dari belajar kooperatif ini adalah adanya kelompok heterogen yang dapat membantu dan mendukung setiap anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu kelompok yang heterogen ini dapat juga melatih siswa untuk berinteraksi dengan orang-orang yang secara kasar berbeda kepribadiannya, jenis kelamin, agama dan lain sebagainya. ย
Ada beberapa tipe model pembelajaran kooperatif diantaranya adalah STAD,Jigasw, PBI(Problem Based Introduction),Artikulasi,Mind Mapping, Make-a Match, TPS(Think Pair and Share),debate, Role playing, Group Investigation, Talkingg Stick, Examples and Non Examples, Picture and Picture, Numbered Head Together, Cooperative Script dan lain sebagainya.