Pada minggu ke delapan ini saya mempelajari tentang PBL (Problem Based Learning). Problem Based Learning Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman baru, keterampilan pemecahan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Peran guru dalam pembelajaran berbasis masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Tujuan utama pembelajaran berbasis masalah adalah untuk menggali daya kreativitas siswa dalam berpikir dan memotivasi siswa untuk terus belajar. Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi pembelajar yang mandiri.
Ada pembelajaran yang mirip dengan PBL yaitu Project Based Learning (PjBL), Case Based Learning (CBL), Discovery Learning (DL), dan Inquiry Learning (IL). Pjbl adalah sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek (kegiatan) sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). CBL adalah penggunaan pendekatan berbasis kasus yang melibatkan siswa dalam diskusi dari situasi yang spesifik dan contoh kejadian nyata di dunia. Metode ini berpusat pada siswa dan melibatkan secara intens interaksi antara peserta diskusi. Pembelajaran berbasis kasus focus pada membangun pengetahuan dan kerja kelompok dalam menguji kasus. DL adalah metode pembelajaran dimana siswa tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi mereka diharapkan mengorganisasi sendiri, yaitu memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. IL adalah model pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh percaya diri.
PBL memiliki banyak kelebihan antara lain, pengetahuan terintegrasi dengan lebih baik, mengembangkan keterampilan belajar jangka panjang, yaitu bagaimana meneliti, berkomunikasi dalam kelompok, dan bagaimana menangani masalah. Selain itu PBL juga dapat meningkatkan motivasi, minat dalam bidang studi, dan kemandirian belajar, serta meningkatkan interaksi siswa-siswa dan siswa-guru. Akan tetapi, PBL memiliki kelemahan, ketika prior knowledge siswa kurang, maka siswa cenderung menggunakan Heuristic Strategy, seperti Trial and error (coba-coba) yang belum tentu membuat siswa memahami konsep pengetahuan, dan juga Means-Ends Analysis.
Â
Â