Ringkasan Perkuliahan Minggu ke-9

Ringkasan Perkuliahan Minggu ke-9

by SUCI RENITA SARI 14301241052 -
Number of replies: 0

Ringkasan perkuliahan minggu ke-9

Pada perkuliahan minggu ke 9 membahas mengenai pembelajaran konstruktivistik dan e-learningUntuk mendukung pembelajaran guru harus melihat dari beberapa aspek yaitu aspek kognitif dan juga aspek afektif

Problem based Learning

Biasanya dilakukan dengan diskusi atau bisa juga dengan guru mengawali pembelajaran dengan pertanyaan kontekstual, dan pada problem based learninng ini siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya, dalam pembelajaran ini biasanya menggunakan pendekatan saintifik (5M), tetapi ada juga yang menggunakan pendeatan polya.

Pendekatan polya ini meliputi:

a)    Identifikasi masalah,

b)   Menyusun strategi (dalam hal ini siswa diminta mengingat-ingat apa yang telah diketahui sebelumnya), bisa dengan cara dibuat diagram, ataupun yang lainnya.

c)    Carry out (mengeksekusi strategi yang telah disusun), dan

d)   Loo back ( siswa diminta untuk mengoreksi pekerjaannya)

e)    Jika belum sesuai bisa dilakukan  evaluasi

Pendekatan kooperatif

Perbedaan pendekatan kooperatif dan kolaboratif adalah pada pendekatan kooperatif lebih spesifik, paradigma berfikirnya sosio konstruktivistik, sementara pada kolaboratif lebih umum dalam hal penyelesaian masalah yang diberikan dan dalam kelompok dapat dibagi secara homogen.

Pendekatan kooperatif dapat dilakukan dengan metode jick show, TOT, TTS, games, investigation group atau yang lainnya. Pada pendekatan ini biasannya ada face to face interaction. Prestasi setiap kelompok ditentukan oleh hasil setiap individu setiap kelompok. Di dalam kelompok biasanya ada yang mendominasi dan cenderung menguasai kelompok. Kooperatif learning menghindari hal tersebut dengan cara melihat hasil individu dalam kelompok. Dalam kooperatif leraning ada kolaborasi dalam kelompok, harus memastikan setiap anggota kelompok memahami materi dan saling memotivasi. Reward yang diberikan guru kepada kelompok yang mempunyai capaian tinggi dapat memotivasi. Ciri khas dari kooperatif learning adalah adanya reward.

PBL ini biasanya dilakukan dalam kelompok bisa dengan menggunakan kolaboratif learning ataupun kooperatif learning disesuaikan dengan apa yang paling dibutuhkan siswa dalam pembelajaran. PBL digunakan agar siswa memahami apa yanng mendasari konsep dari materi selain untuk menyelesaikan masalah.

Langkah-langkah PBL

a)      Abstraksi, yaitu proses kognitif untuk menerjemahkan konteks-konteks umum kedalam ide-ide matematika.

b)      Memodelkan, yaitu menerjemahkan bahasa sehari-hari kedalam bahasa matematika, contohnya simbol.

c)      Menggunakan aturan-aturan matematika

d)     Memanipulasi model

e)      Mengembalikan bahasa matematika ke dalam bahasa sehari-hari.

 

Contohnya:

Budi membeli 2 keranjang buah ternyata ada satu buah yang busuk sehingga dibuang. Sisa buah yang tidak dibuang adalah 5. Berapa isi buah dalam setiap keranjang?

Penyelesaian

  1. Misalkan : banyak buah dalam setiap keranjang adalah x. (abstarksi)
  2. 2x-1=5 (memodelkan).
  3. Menerapkan sifat-sifat persamaan untuk memanipulasi persamaan tersebut sehingga ditemukan nilai x. (menggunakan aturan matematika)
  4. X=3 (memanipulasi model)
  5. 5.      Setiap keranjang ada 3 buah (mengembalikan bahasa matematika ke dalam bahasa sehari-hari).

Kelemahan PBL

  1. Siswa jika tidak mengetahui pengetahuan sebagai prasyarat dalam menyelesaikan masalah maka akan menggunaan cara trial and error ( mencoba-coba dan menerapkannya secara umum).
  2. Siswa tidak fokus pada yang mendasari masalah karena hanya memfokuskan pada hasil masalah.
  3. Memberikan waktu yang lama dalam proses PBL akan menyebabkan siswa suka-suka atau tidak serius dalam mengerjakan suatu permaslahan yang diberikan.
  4. PBL hanya dapat diberikan ketika siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat

    Kelebihan PBL

    1. Ada motivasi yang dimiliki siswa
    2. Ada kepuasan tersendiri ketika siswa menemukan jawaban
    3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi, mencari data ataupun informasi
    4. Bisa berkomunikasi

    Dalam PBL biasanya ada yang dinamakan work example yaitu contoh soal dan juga lembar kegitatan siswa ataupun latihan soal. Prinsip penyusunan work example:

    1. Kata kunci tertulis dengan jelas
    2. Langkah-langkah penyelesaian jelas
    3. Menghindari split attention
    4. Menghindari redundant attention
    5. Variatif, tetapi dengan modifikasi yang cukup
    6. Mengarahkan proses metacognitive

551 words