Metacognitive week 4

Metacognitive week 4

oleh NURRITA SABRINA 14301244010 -
Jumlah balasan: 0

Teori beban kognitif merupakan teori tentang keterbatasan kapasitas kognitif. Teori ini mengatakan bahwa manusia memiliki kapasitas kognitif yang terbatas. Menurut teori ini jika sumber daya perhatian dan kapasitas memori kerja seseorang telah mencapai batas (kognitif overload), maka kinerjanya akan semakin menurun. Oleh karena itu dalam pengembangan Strategi Pembelajaran Matematika pendidik harus mempertimbangkan beban kognitif yang siswa terima agar tidak terjadi kognitif overload.

Teori beban konitif mengatakan bahwa pengetahuan disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skemata. Menurut teori ini, untuk  meningkatkan efektivitas belajar beban kognitif dalam suatu materi perlu diminimalisirkan agar memori yang bertugas untuk mengorganisasikan informasi, memberi makna informasi dan membentuk pengetahuan dapat bekerja secara maksimal untuk selanjutnya disimpan di memori jangka panjang. Memori kerja sangat terbatas dalam kapasitas dan durasi dalam menangani informasi baru. Oleh karena itu dalam penyampaian materi pelajaran pendidik baiknya mempertimbangkan banyak atau tidaknya element of interactivity serta prior knowledge yang dimiliki peserta didiknya. Suatu materi memiliki element of interactivity yang banyak namun rata-rata priorknowledge pendukung materi ini sedikit dan jika dalam penyampaiannya materinya tidak memperimbangkan kedua hal tadi maka besar kemungkinan akan terjadi kognitif overload. Jadi pendidik harus benar-benar mempertimbangkan strategi pembelajaran yang diterapkan natinya tidak mengakibatkan kognitif overload. 

Menurut teori ini terdapat tiga tiga faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran  yakni :

  1. Intrinsic Cognitive Load

Merupakan tipe yang mendukung proses penerimaan informasi (mencapai tujuan). intrinsic cognitive load ditentukan oleh banyak tidaknya element of interactivity ( seberapa simple dan kompleksnya suatu materi) dan juga ditentukan oleh tujuan instruksional serta prior knowledge dari pembelajar. Semakin banyak prior knowledge pendukung dari pembelajar maka proses penerimaan informasi baru juga akan semakin cepat begitupun sebaliknya. Iintrinsic cognitive load ini merupakan sesuatu yang harus dikembangkan dalam diri pembelajar agar terciptanya proses belajar yang mudah dan efektif.

2. Extraneous Cognitive Load

Merupakan tipe yang dapat menggangu terjadinya proses penyerapan informasi (mencapai suatu tujuan) dan biasanya ini terjadi akibat dari adanya gangguan seperti design pembelajaran yang memberikan materi terlalu kompleks tanpa mempertimbangkan prior knowledge siswa, suara-suara yang mengganggu konsentrasi, split attention ataupun informasi yang berlebih. Hal-hal yang mengganggu ini merupakan sesuatu yang harus diminimalkan untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif.

3. Germane Cognitive Load

Merupakan hasil dari mempersembahkan sumber kognitif untuk pembentukan skema dan otomatisasi daripada kegiatan mental yang lain akibatnya beban kognitif germane memiliki hubungan positif dengan pembelajaran. Germane cognitive load ini dapat dikembangkan salah satunya dengan memberikan memotivasi kepada peserta didik. Germane cognitive ini perlu dikembangkan untuk mempermudah proses siswa dalam belajar.

 

Jadi dapat disimpulkan bahwa menurut teori beban kognitif dalam mengembangkan strategi pembelajaran pendidik harus mempertimbangkan beban kognitif dari setiap materi yang akan diajarkan dan meminimalkan terjadinya kognitif overload yakni dengan cara mengembangkan intrinsic dan germane kognitiv load serta meminimalisirkan extranous cognitive load untuk menciptakan pembelajaran yang mudah dan efektif.

451 kata