Strategi Pembelajaran Matematika ~ week 3

Strategi Pembelajaran Matematika ~ week 3

oleh 'AZZANIE KARIMA ARROIDA 14301241017 -
Jumlah balasan: 0

Berikut ini, definisi belajar menurut para ahli.

Ernest R Hilgard

Belajar merupakan proses yang aktif untuk membangun pengetahuan dan keterampilan siswa.

H.C. Witherington

Belajar sebagai suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru dari reaksi berupa kecakapan, sikap, kebiasaan kepribadian atau suatu pengertian.

Harold Spears

Learning is to observe, to read, to imitate, to try something them selves, to listen, to follow direction (Belajar adalah mengamati, membaca, meniru, mencoba sesuatu pada dirinya sendiri, mendengar dan mengikuti aturan).

Gagne

Belajar merupakan proses membangun atau mengonstruksi pemahaman seseorang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Belajar dan pembelajaran yang diselenggarakan di sekolah, tidak hanya sekadar belajar, tetapi sangat diharapkan untuk mencapai tahap pembelajaran yang bermakna.

Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan dingat siswa. Agar pembelajaran bermakna bagi siswa, pembelajaran tersebut harus sesuai dengan pengalaman siswa tersebut, atau hal-hal yang biasa ditemui di lingkungannya.

Pembelajaran bermakna ini dikembangkan untuk seluruh mata pelajaran di sekolah, termasuk matematika. 

Bruner

Belajar matematika adalah belajar mengenai konsep-konsep dan struktur matematika yang terdapat di dalam materi yang dipelajari serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur-struktur matematika itu.

William Brownwell
Belajar matematika merupakan belajar bermakna, dalam arti setiap konsep yang dipelajari harus benar-benar dimengerti sebelum sampai pada latihan atau hafalan.

Menurut William Brownwell di atas, bahwa pada sejatinya pembelajaran matematika haruslah bermakna, belajar matematika merupakan belajar yang bermakna. Karena pada matematika materi yang dipelajari sekarang, sangat terkait dengan materi-materi sebelumnya, jadi tidak mungkin siswa hanya menghafal dan menghafal, tetapi juga harus memahami materi-materi yang diberikan.

Pada pembelajaran matematika yang bermakna, siswa memahami tujuan belajar matematika. Lebih spesifiknya siswa mampu memahami kompetensi yang akan dicapai pada setiap bab(materi) agar belajar lebih efektif.

Agar pembelajaran matematika disebut bermakna maka haruslah memenuhi beberapa prinsip, diantaranya pendekatan spiral, bertahap, dan pendekatan induktif. 

Pendekatan Spiral

Konsep atau suatu topik matematika selalu dikaitkan dengan topik sebelumnya.

Contoh :

Pada materi kelas X SMA terdapat materi Dimensi Tiga. Untuk bisa memahami materi dimensi tiga seorang siswa diharuskan sudah memahami materi bangun datar dan bangun ruang, sebagai materi prasyaratnya. Materi bangun datar dan bangun ruang sudah diajarkan pada tingkat SMP. Materi Dimensi Tiga ini merupakan pengembangan dari materi bangun datar dan ruang yang telah dipelajari di SMP.

Bertahap

Dimulai dari konsep-konsep yang sederhana, menuju konsep yang lebih sulit.

Menggunakan peraga benda-benda konkrit, kemudian menggunakan gambar-gambar pada tahap semi konkrit dan akhirnya ke simbol-simbol pada tahap abstrak.

Contoh :

Pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, guru dapat menjelaskan konsep SPLDV dengan cara ilustrasi sederhana namun nyata ada di lingkungan siswa. Seperti pembelajaran dengan memperagakan jual beli pensil dan bolpoin di kelas. Kemudian nantinya akan menggunakan simbol-simbol abstrak, seperti dimisalkan dengan 'x' atau 'y' dan sebagainya.

Pendekatan induktif

Matematika adalah ilmu yang bersifat deduktif, yang dimulai dari sebuah definisi, diturunkan menjadi aksioma dan teorema, setelah teorema dibuktikan kebenarannya, barulah dapat diterima di masyarakat.

Akan tetapi, di tingkat sekolah, matematika tidak dapat diberikan secara deduktif, tetapi diberikan dengan cara induktif agar lebih mudah dipahami. Tidak diawali dengan definisi tetapi langsung pada contoh-contoh nyata.

Contoh

Belajar materi bangun ruang dimulai dengan mengenali bentuk bangun-bangun ruang bukan dimulai dari definisi. Dengan memperhatikan contoh-contoh dari bangun ruang, siswa dapat belajar mengenal namanya, menentukan sifat-sifat yang terdapat pada bangun ruang tersebut sehingga didapat pemahaman konsep bangun-bangun ruang itu.

559 kata