PBL pada umumnya memiliki karakteristik berikut :
- Guru memulai dengan masalah kontekstual
- Siswa menyelesaikan masalah kontekstual dengan prior knowledge nya sendiri
- Siswa diarahkan untuk menerapkan pendekatan saintifik (5M) atau 4 langkah strategi Polya
- Pendekatan kooperatif (siswa berdiskusi)
- Collaborative learning
   Lebih umum, berkelompok secara acak, siswa diharapkan merasa tidak segan dalam kelompoknya.
- Cooperative learning
   Berparadigma sosio-constructivistic, lebih kooperatif, dan berkembang menjadi banyak strategi : TGT, jigsaw, SPAD, investigation group, dll
Cooperative learning pada prinsipnya :
- Belajar harus terjadi face to face interaction
- Prestasi kelompok ditentukan oleh prestasi individu anggota kelompok
   Apabila nilai individualnya kurang tetapi hasil kelompoknya bagus, maka kelompok tersebut tidak efektif, begitu sebaliknya
3. Â Adanya motivasi
- Adanya kompetisi antar kelompok
- Tiap anggota kelompok saling memastikan bahwa sudah semua anggota sudah paham
- Adanya reward berupa hadiah, bukan hanya verbal
Tujuan problem solving
- memahami konsep dan prosedur yang mendasari penyelesaian masalah
- menyelesaikan masalah
Struktur problem solving :
1. Abstraksi
  proses kognitif untuk menerjemahkan konteks-konteks umum ke dalam ide-ide MTK.
  contoh : memisalkan banyak buah adalah x
2. Memodelkan
3. menerjemahkan bahasa sehari-hari ke dalam bahasa MTK (simbol, hubungan operasi/operator, dsb)
4. Menggunakan aturan MTK
  contoh : menyelesaikan persamaan linear dengan aturannya
5. Memanipulasi model
6. Mengembalikan bahasa MTK ke dalam bahasa sehari-hari
PBL dilaksanakan saat siswa sudah mempunyai kemampuan prasyarat
Kelemahan pembelajaran berbasis masalah (PBL)
- Ketika siswa tidak mempunyai kemampuan abstraksi, memodelkan, dan prior knowledge, siswa hanya menggunakan heuristic strategy
- Siswa menjadi tidak fokus, karena tujuannya hanya hasil akhir
- Membutuhkan waktu lama
Kelebihan PBL
- Mempunyai motivasi tersendiri karena siswa dapat mendapat jawabannya sendiri
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi sendiri, mencari informasi sendiri, dan berkomunikasi dengan teman
Diperlukan alternatif saat siswa tidak siap melakukan PBL, namun tetap berpusat pada siswa, kemampuan problem solving tetap berkembang, dan dapat mengembangkan konsep. Yaitu EBL dan GPBL
Prinsip menyusun EBL dan GPBL yaitu :
- Menyusun contoh-contoh atau petunjuk yang memuat kata kunci yang jelas/konsep
- Langkah-langkah penyelesaian jelas
- Menghindari split attention
- Menghindari redundant information
- Variatif, tetapi dengan modifikasi yang cukup
- Mengarahkan proses metacognitive