Metacognitive Week 9
Selasa, 12 April 2016
Pada pertemuan minggu ke-9, saya belajar mengenai Problem Based Learning. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang berbasis pada pemecahan masalah. Adapun langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah terdiri dari :
- Pendekatan saintifik
    Pendekatan saintifik atau yang lebih dikenal dengan 5M terdiri dari :
    a. Mengamati, artinya mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui melalui panca indera
    b. Menanya, artinya merumuskan pertanyaan dan hipotesis
    c. Mengumpulkan Informasi dengan berbagai teknik
    d. Mengasosiasi, artinya mengolah data dan informasi
    e. Mengkomunikasikan, artinya menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yangÂ
       diperoleh
2. Pendekatan Polya
  Pendekatan ini terdiri dari bebarapa langkah, yaitu :
  a. Identifikasi, maksudnya mengidentifikasi masalah dan segala komponennya
  b. Strategi (plan), menyusun strategi untuk menyelesaikan masalah dengan cara  Â
      mengingat-ingat masalah serupa.
  c. Carry out, maksudnya mengeksekusi strategi yaitu pemilihan strategi yang paling tepat
     untuk menyelesaikan masalah.
  d. Look back, maksudnya melihat dan memonitor kembali hasil pemecahan masalah.   Â
     Apabila hasil telah sesuai, maka pemilihan strategi pemecahan masalah tepat. Namun,  Â
     sebaliknya apabila hasil belum sesuai, maka perlu dievaluasi kembali.
3. Pendekatan kooperatif
   Inti dari pendekatan ini adalah mendiskusikan masalah dalam kelompok, artinya siswa
   harus bertemu secara fisik (face to face interaction),  terdiri dari :
   a. Colaborative learning
      Bersifat umum, kemudian siswa dikelompokkan untuk saling berdiskusi dan
      melanjutkan pembelajaran selanjutnya.
   b. Cooperative learning
      Bersifat lebih khusus dan diturunkan dari sosio contructivistic. Strategi yang digunakan
      dalam cooperative learning di antaranya strtegi jigsaw, Team Game Tournament (TGT),
      investigation group, dan lain sebagainya.
      Ciri dari pendekatan kooperatif adalah :
      1) Hasil dari setiap prestasi kelompok ditentukan oleh prestasi setiap individu dalam
          kelompok
      2) Kelompok dikatakan belum berhasil apabila prestasi setiap individu masih buruk
      3) Menghindari permasalahan dominan dalam kelompok
      4) Menghindari free rider
      5) Pemberian hadiah/reward, misalnya berupa sertifikat
      6) Kompetisi dalam kelompok akan memotivasi setiap kelompok untuk saling
          bekerjasama.
      7) Mengukur student accountibility
Â
Kelebihan dari PBL adalah :
- Ada motivasi tersendiri yang dimiliki oleh siswa
- Merasa memiliki pelajaran tersebut
- Ada kepuasan tersendiri ketika siswa mampu menyelesaikan masalah
- Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan dan berdiskusi
Adapun kelemahan dari PBL adalah :
- Ketika siswa tidak memiliki kemampuan awal yang baik, maka siswa hanya mencoba menyelesaikan permasalahan dengan General Problem Solving.
- Siswa hanya fokus pada hasil, tidak pada pemahaman konsep.
- Terlalu kritikal.
- Membutuhkan waktu yang lama.
- Hanya cocok diterapkan pada siswa yang telah memiliki prior knowledge yang baik
Untuk meminimalisir kelemahan dari PBL, maka guru harus mengetahui kapan waktu yang tepat model pembelajaran tersebut diterapkan. PBL diterapkan ketika siswa sudah mempunyai kemampuan prasyarat yang baik.  Namun, bagaiamana ketika prior knowledge siswa masih rendah? Ketika prior knowledge siswa masih rendah, maka alternatif model pembelajaran yang lain adalah Example Based Learning (EBL) / Guidance Based Learning (GBL). Artinya, guru memberikan contoh dan petunjuk sejelas mungkin sehingga siswa yang melakukan dan memahami sendiri contoh-contoh tersebut. Prinsip penyusunan worked example yang baik adalah:
- Kata kunci tertulis jelas
- Langkah-langkah penyelesaian jelas
- Menghindari split attention
- Menghindari redundant information
- Variatif, tetapi dengan modifikasi yang cukup
- Mengarahkan proses metakognitif.
 Adapun prinsip dari Example Based Learning adalah (1) mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa, (2) mengkontruksi konsep dan prosedur pemecahan masalah, dan (3) student centered.
Â