Metakognitif 9, 5 April 2016

Metakognitif 9, 5 April 2016

by ARI DHAMAYANTI 14301241045 -
Number of replies: 0

Pentingnya Prior Knowledge

Dalam teori belajar yang pernah dipelajari sebelumya, kita tahu bahwa ada dua model pembelajaran yaitu

  1. Model Kognitivisme yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga guru lebih aktif dan siswa cenderung pasif.
  2. Model Konstruktivistik yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan siswa mandiri. Guru hanya sebagai fasilitator, guru menjelaskan secra verbal dan tertulis melalui Lembar Kerja Siswa (LKS).

Karakteristik matematika itu adalah abstrak, simbol, deduktif. Ada yang mengatakan bahwa matematika adalah alat penyelesaian masalah, ada pula yang mengatakan matematika sebagai kegiatan menyelesaikan masalah.

Prior Knowledge adalah pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa yang tersimpan dalam long-term memory­. Prior Knowledge digunakan untuk memahami masalah yang diberikan kepada siswa dan digunakan untuk memahami konsep baru yang ada dalam problem solving.  Jika siswa memiliki prior knowledge yang cukup maka siswa akan dapat menyelesaikan problem solving dengan baik. Akan tetapi apabila prior knowledge yang dimiliki kurang, maka siswa kesulitan menyelesaikan masalah. Ketika hal itu terjadi kepada siswa, maka apa yang akan dilakukan oleh siswa?

Siswa akan melakukan strategi Heuristic yaitu strategi yang disarankan oleh Polya, yaitu strategi menyelesaikan masalah secara umum. Pola penyelesaian masalah adalah :

  • Secara terstruktur mulai dari diketahui, ditanyakan, mencari hubungan antara diketahui dan ditanyakan, bagaimana menyelesaikan, dan look back.
  • Penyelesaian masalah dengan cara trial and error, means-ends analysis dan working backward

Namun, strategi Heuristic tidak bisa membantu siswa menyelesaikan masalah karena membutuhkan waktu yang lama, sehingga kompetensi yang harus dicapai tidak dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Lalu bagaimana cara guru untuk menyelesaikan masalah tersebut? Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Pendekatakan secara tidak langsung (implisit) ada beberapa macam yaitu :
  • Problem Based Learning
  • Project Based Learning
  • Case Based Learning
  • Discovery Learning
  • Inquiry Learning

Syntax dari pendekatan ini adalah

  • Masalah
  • Penyelesaian ( diskusi atau individu )
  • Komunikasi

Ini sangat ideal, karena siswa mengomunikasikan informasi, mengonstruk pengetahuan sendiri, sehingga menghasilkan suatu produk.

  1. Pendekatan secara langsung (eksplisit)

Menurut Polya, syntax dari pendekatan ini antara lain :

  • Identifikasi masalah
  • Plan
  • Carry out
  • Lock back

Model pembelajarannya :

  • Example Based Learning
  • Guided Problem Based Learning ( biasanya berisi pertanyaan-pertanyaan )

Tidak mudah memberikan contoh, model dan petunjuk kepada orang lain. Sehingga sebaiknya guru memiliki kemampuan untuk memberikan contoh, model, petunjuk yang mudah dipahami dan dipelajari. Hindari split attention, yaitu kurangnya informasi yang bisa menyebabkan heavy cognitive load.

376 words