Pada pertemuan ini, saya mendengarkan dan mencatat apa yang telah disampaikan oleh dosen pengampu, Ibu Endah Retnowati.
Matematika itu bersifat deduktif, dari aksioma membentuk teori teori dan contoh soal dan penerapan. Matematika terdiri dari bahasa simbol yang abstrak, terstruktur dan kaku. Matematika lebih terpaku pada pemecahan masalah. Prior knowledge sebagai landasan pembelajaran diperlukan untuk mengartikan apa yang diterima siswa. Jika mempunyai cukup prior knowledge, siswa dapat mememcahkan masalah dan dapat menemukan konsep baru. Sebaliknya, jika prior knowledge tidak cukup atau tidak ada samasekali, siswa tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik, lebih lebih untuk menyusun konsep sendiri.
Heuristik strategy/general problem solving strategi.Β Siswa yang tidak mudah menyerah akan mencoba leihat apa yang diketahui, apa masalah yang dihadapi, bagaimana menyelesaikan dan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Siswa yang kekurangan prior knowledge akan melakukan trial & error atau mean-ends analysis/working backwards, yaitu melihat hasil dahulu lalu mencari caranya. Ini adalah kekurangan dari strategi PBL, dimana siswa yang kekurangan prior knowledge malah akan coba-coba dan tidak mendapat ilmu apapun karena berorientasi kepada hasil.
Cara menangani hal ini adalah dengan Exaple Based learning (EBL) atau Guided Problem Based Learning. Caranya dengan memberikan contoh, memberikan model, dan memberikan petunjuk. Cara yang seperti ini efektif, efisien dan tepat sasaran karena memberikan contoh sesuai dengan apa yang diharapkan siswa mampu lakukan. Perlu diusahakan untuk mengurangi cognitive load, dengan menghindari split attention dan memperbanyak mengulang ulang materi.