Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)Â
Langkah-langkah :
Guru mengawali dengan memberikan permasalahan konstektual – Siswa memecahkan masalahnya sendiri.
Pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran PBL :
- Pendekatan Saintifik
-Â Â Â Â Â Â Â Â Mengamati
-Â Â Â Â Â Â Â Â Menanya
-Â Â Â Â Â Â Â Â Mencoba
-Â Â Â Â Â Â Â Â Menalar
-Â Â Â Â Â Â Â Â Mengomunikasikan
- Pendekatan Problem Solving (Polya)
-Â Â Â Â Â Â Â Â Identifikasi masalah
-Â Â Â Â Â Â Â Â Menyusun strategi
Siswa diminta untuk mengingat kembali untuk dapat memecahkan masalah. Contohnya membuat tabel.
-Â Â Â Â Â Â Â Â Mengeksekusi strategi
-Â Â Â Â Â Â Â Â Look back
Siswa dimita untuk mengevaluasi apakah jawaban sudah benar atau belum.
- Pendekatan Kooperatif
Siswa diminta untuk berdiskusi. Ada 2 jenis diskusi yakni colaboratif learning dan cooperatif learning. Â
- Colaboratif learning
Pengelompokan siswa lebih umum.
- Cooperatif learning
Pengelompokan siswa lebih spesifik. Cooperatif learning merupakan turunan dari sosial konstruktivistik yang memiliki ketentuan :
- Siswa perlu komunikasi dan motivasi agar pembelajaran lebih efektif.
- Prestasi sebuah kelompok ditentukan oleh presstasi setiap anggotanya.
- Pemberian hadih.
Dimaksudkan agar setiap anggota kelompok ikut memantau teman sekelompoknya.
                  Ada berbagai hal yang mengakibatkan diskusi kelompok menjadi tidak efektif, yakni:
- Free rider (hanya ikut apa yang berlangsung di kelompok tersebut)
- Ada siswa yang cenderung menguasai atau menonjol dalam suatu kelompok.
Tujuan Utama PBL : Agar siswa memahami prosedur memecahkan masalah bukan hanya mendapatkan jawaban dari sebuah masalah tertentu.
Kelemahan PBL
- Siswa hanya akan mencoba-coba untuk mendapatkan jawaban jika siswa tidak memiliki prior knowledge yang cukup.
- Siswa tidak fokus pada konsep karena siswa cenderung fokus mendapatkan jawaban.
- Waktu pembelajaran tidak efektif.
Kelebihan PBL
- Ada suatu motivasi tersendiri bagi siswa saat siswa dapat memecahkan masalah.
- Memberika kesempatan siswa untuk bereksplorasi mencari data, berdiskusi, dsb.
Bagaimana mengatasi kelemahan yang ada pada PBL sedangkan siswa dituntut untuk menguasai kompetensi standar dan juga menghindari pembelajaran yang berpusat pada guru.
Agar pembelajaan tetap ideal yakni student centered, develop problem solving skill, dan construct concept and procedure maka alternatif pembelajarannya yaitu example based learning (EBL) and Guidance Based Learning (GBL).
Prinsip menyusun worked example :
- Kata kunci tertulis dengan jelas.
- Langkah-langkah penyelesaian jelas.
- Menghindari split attention.
- Menghindai redundant information.
- Soal bervariasi.
- Mengarahkan proses meta-cognitive.Â