SPM Meta-cognitive week 8

SPM Meta-cognitive week 8

by PONY SALIMAH NURKHAFFAH 14301241006 -
Number of replies: 0

Metacognitive Week 8

Selasa, 05 April 2016

Pokok bahasan pada pertemuan kali ini adalah Problem Based Learning. Problem Based Learning atau yang biasa dikenal dengan istilah pembelajran berbasis masalah menekankan prinsip kognitivistik, artinya siswa membangun sendiri pengetahuannya, berpusat pada siswa, serta guru sebagai fasilitator. Matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang memiliki karakteristik  problem solving. Problem solving terdiri dari well defined problem solving (permasalahan dengan satu cara dan satu jawaban) serta ill-defined problem solving (membutuhkan investigasi). Problem solving di sini dapat berupa alat maupun kegiatan. Kemampuan problem solving seseorang dipengaruhi oleh prior knowledge yang dimiliki. Prior knowledge digunakan untuk mengartikan dan memahami masalah yang diberikan kepada siswa. Apabila prior knowledge siswa cukup, maka siswa dapat memecahkan masalah sekaligus memahami konsep baru dari problem solving yang diberikan. Sebaliknya, apabila prior knowledge siswa belum cukup, maka siswa tidak dapat menyelesaikan masalah dengan baik.

Ada pembelajaran yang mirip dengan PBL yaitu Project Based Learning (PjBL), Case Based Learning (CBL), Discovery Learning (DL), dan Incquiry Learning (IL). Pembelajaran tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut. (1) Siswa diminta mencari sendiri masalah, (2) Bersifat konstruktivistik, (3) Menggunakan pendekatan tidak langsung (implisit).

Kelemahan dari pembelajaran tersebut adalah apabila prior knowledge siswa kurang, maka siswa cenderung menggunakan Heuristic Strategy. Strategi tersebut merupakan strategi yang tidak dapat membuat siswa membangun sendiri konsep pembelajaran. Heuristic terdiri dari :

1. Trial and error

                Bagi siswa yang prior knowledge nya belum cukup, maka biasanya menggunakan strategi coba-coba. Strategi ini sebenarnya kurang tepat diterapkan karena siswa kemungkinan bisa menyelesaikan masalah tetapi belum tentu dapat menemukan konsep pengetahuan.

2. Means-Ends Analysis

                Pada strategi ini siswa cenderung bekerja dari belakang (working backwards), artinya mengidentifikasi informasi apa yang diketahui untuk kemudian menjawab masalah.

Selain menggunakan strategi heuristic, siswa akan menyelesaikan maslaah dalam waktu yang lama sehingga standar kompetensi minimal tidak tercapai yang membuat tidak efektifnya pembelajaran.

Solusi agar pembelajaran  berjalan efektif adalah dengan pendekatan langsung (eksplisit) yang sering disebut dengan Example Based Learning (EBL). Dalam pembelajaran tersebut, guru diharapkan dapat memberikan contoh yang jelas, model yang baik, dan petunjuk yang mudah dipahami, sehingga tidak mengakibatkan split attention yang menyebabkan heavy cognitive load. Example Based Learning dapat diartikan sebagai Guided Based Learning, artinya siswa memerlukan bimbingan guru untuk memahami suatu informasi.

Strategi lain yang dapat digunakan adalah General Problem Solving Strategy yang dikemukakan oleh Polya. Terdapat empat langkah dalam strategi tersebut yaitu (1) Identifikasi masalah; (2) Plan; (3) Carry Out; dan (4) Look Back.

1. Identifikasi Masalah

Peserta didik harus mampu memahami masalah sebelum dapat menyelesaikan suatu permasalahan.  Untuk dapat memahami suatu masalah yang perlu dilakukan adalah memahami bahasa atau istilah yang digunakan dalam masalah tersebut, merumuskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan, apakah informasi yang diperoleh cukup, kondisi/syarat apa saja yang harus terpenuhi, dan lain sebagainya. Kemampuan dalam menyelesaikan suatu masalah dapat diperoleh dengan rutin menyelesaikan masalah.

2. Merencanakan Pemecahan

Peserta didik harus memilih rencana pemecahan masalah yang sesuai. Pemilihan tersebut bergantung dari seberapa sering pengelaman peserta didik menyelesaikan masalah sebelumnya. Semakin sering mengerjakan latihan pemecahan masalah maka pola penyelesaian masalah itu akan semakin mudah didapatkan.

3. Melaksanakan Rencana

Pada tahap ini peserta didik menjalankan strategi yang telah dibuat dengan ketekunan dan ketelitian untuk mendapatkan penyelesaian.

4. Melihat Kembali

Pada langkah ini, peserta didik menganalisis dan mengevaluasi apakah strategi yang diterapkan dan hasil yang diperoleh sudah tepat, apakah ada strategi lain yang lebih efektif, apakah strategi yang dibuat dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sejenis, dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menetapkan keyakinan dan memantapkan pengalaman untuk mencoba masalah baru yang akan datang.

 

 

576 words