Pada pertemuaan minggu keempat, saya belajar materi presentasi dari Ibu Endah yang ada di besmart, di antaranya sebagai berikut.
       Memori merupakan proses menerima, menyimpan dan menimbulkan kembali informasi-informasi atau kesan-kesan. Terdapat 3 sistem memori yaitu :
1. Sensory memory (penyimpanan serapan indera)
Merupakan suatu sistem memori yang dirancang untuk menyimpan informasi yang diterima dari sel-sel reseptor dalam waktu yang amat pendek. Memori sensori mencatat informasi/stimulus yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indera yaitu secara visual melalui mata, pendengaran melalui telinga, bau melalui hidung, rasa melalui lidah, dan rabaan melalui kulit.
2. Short Term Memory (ingatan jangka pendek)
Merupakan proses penyimpanan informasi yang bersifat sementara. Informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek berisi informasi yang terpilih dari memori sensori. Jumlah informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek lebih kecil bila dibandingkan dengan yang tersimpan dalam memori jangka panjang.
3. Long-term Memory (memori jangka panjang)
Merupakan penyimpanan informasi yang bersifat permanen. Memori jangka panjang memungkinkan manusia mengingat kembali informasi masa lalu dan menggunakan informasi yang ada untuk mengerti apa yang terjadi saat ini.
      Selain itu, saya juga mempelajari mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar (Cognitive Load Theory) di antaranya sebagai berikut.
1. Intrinsic Cognitive Load
Kaitannya dengan element of interactivity yaitu bagaimana keterkaitan suatu materi dengan materi yang lain. Misalnya untuk mempelajari materi mengenai program linear, maka siswa harus mengerti terlebih dahulu mengenai materi bilangan, cara menggambar grafik, penentuan titik pojok, daerah penyelesaian, garis selidik, dan lain sebagainya. Semakin kompleks suatu materi, maka semakin sulit untuk dipahami oleh siswa.
2. Extranous Cognitive Load
Kaitannya dengan bagaimana materi disajikan. Penyajian materi yang baik adalah penyajian yang tidak membuat konsentrasi siswa terpecah (split attention). Guru harus mampu menyajikan materi sejelas mungkin sehingga tidak membuat siswa kesulitan dalam memahaminya.
3. Germane Cognitive Load
Kaitannya dengan faktor dari diri siswa, yaitu yang membantu siswa untuk lebih memahami materi terdiri dari : self efficacy, self directed learning, self belief about intellegence, self belief about knowledge, metacognitive skill, dan self esteem. Apabila germane cognitive load siswa rendah, maka siswa akan kesulitan dalam belajar.