Pada minggu kelima ini saya mendapatkan materi baru dari hasil presentasi teman-teman dan penjelasan dari bu Endah, yaituΒ :
1. Teori pendidikan klasik
Pada teori ini, guru berperan sebagai ahli dan sumber ilmu yang utama, sedangkan siswa yang menerima ilmu/berperan pasif dalam kelas. Pendidikan juga dianggap sebagai pemeliharaan dan pewarisan ke generasi selanjutnya. Teori ini berdasarkan filsafat perenialisme dan esensialisme.
2. Teori pendidikan personal
Disini guru sebagai fasilitator, dan siswa sebagai pelaku utama pendidikan. Teori ini beraliran progresivisme (pengalaman menjadi materi pembelajaran), dan pragmatisme
3. Teori pendidikan teknologik
Guru sebagai ahli, namun siswa juga aktif, sehingga proses pembelajaran terjadi 2 arah. Dalam teori ini pembentukan kompetensi lebih diutamakan.
4. Teori pendidikan interaksional
Guru sebagai fasilitator, dan belajar dianggap sebagai usaha sendiri. Siswa belajar bersosial, dan belajar bagaimana manusia saling berinteraksi. Teori ini berlandaskan filsafat pragmatisme.
Dari beberapa teori diatas, tidak ada satu teori paling efektif dalam pendidikan, karena disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan pembelajaran.
Belajar adalah proses kognitif dalam merubah tingkah laku sebagai hasil interaksi, namun ada juga yang berpendapat bahwa belajar adalah mengkonstruksi pengengetahuan baru.
Karakteristik matematika secara umum diantaranya :
- Memiliki objek kajian yang abstrak
- Bertumpu pada kesepakatan
- Berpola pikir deduktif
- Konsistensi dalam sistemnya
- Memiliki simbol yang kosong dari arti
- Memperhatikan semesta pembicaraan
Sedangkan karakteristik matematika di sekolah diantaranya :
- Penyajian
- Pola pikir
- Semesta pembicaraan
- Tingkat keabstrakan
Belajar matematika berarti memberi bekal siswa dalam bentuk kemampuan berpikir logis dan praktis.
Matematika terbagi menjadi 2, yaitu matematika horizontal dan matematika vertikal. Matematika horizontal berarti matematika yang mudah ditemukan siswa di kehidupan sehari-hari, sedangkan matematika vertikal berarti matematika yang abstrak, tersusun secara hierarki dan dituliskan secara simbolik. Guru bisa mengajarkan matematika horizontal terlebih dahulu ataupun sebaliknya, namun perlu diingat jika matematika akan menarik jika siswa menganggap matematika itu mudah.