Trima Mustika (14405241065)
Rosalyna Indah E (14405244021)
Trie kurnia H (14405244022)
KUSKUS BERUANG
Kuskus beruang merupakan binatang endemik khas Sulawesi yang keberadaannya mulai terancam punah dan di dilindungi oleh pp no 7 1999. Kuskus beruang merupakan hewan dari ordo Marsupialia, family phalangeridae. Marsupialia merupakan jenis hewan berkantung. Berdasarkan reverensi, diketahui bahwa lebih dari 300 spesies marsupial hidup di benua Amerika dan Australia. Marsupial (mamalia berkantung) sangat berperan dalam ekologis di Australia yang memiliki kemiripan dengan marsupial di benua lainnya. Hewan marsupial berkembang pertama kali di Amerika utara yang saat ini menjadi sarang marsupial. Penyebaran marsupial sampai ke benua Australia diduga akibat adanya pergeseran benua. Keberadaan marsupial di benua Australian terjadi pada saat Amerika selatan dan antartika menyatu yang pada saat itu merupakan bagian dari supercontinent (dikenal dengan Gondwana).
Menurut pendapat para ahli, pulau Sulawesi terbentuk dari pulau-pulau kecil bagian dari daratan asia, Australia, dan pulau-pulau kecil yang awalnya berada pada samudera pasifik, yang disebabkan oeh pergerakan kulit bumi, pulau pulau ini kemdian membentuk Sulawesi. Sehingga hewan marsupial yang ada di pulau Sulawesi merupakan satu famili dengan marsupial yang ada di Australia. Meskipun demikian, marsupial yang ada di Sulawesi memiliki perbedaan ciri dengan marsupial Australia. Misalnya pada hewan Kuskus Beruang.
Kuskus Beruang yang ada di Sulawesi memiliki ukuran tubuh yang besar dan kuskus Australia (kuskus kerdil) memiliki tubuh yang kecil. Hal ini diduga karena Sulawesi memiliki hutan yang cukup luas sebagai habitat sekaligus sumber makanan bagi kuskus beruang yang merupakan hewan herbivora. Sedangkan ketersediaan makanan di Australia dapat diatakan kurang memadai karena sebagian besar daerahnya berupa sabana. Ketersediaan pakan ini membuat pertumbuhan morfologi kuskus tersebut selalu meningkat seiring dengan proses evolusi dan adaptasi terhadap habitat. Selain itu, perbedaan ciri fisik yang lain adalah ekor kuskus. Kuskus Beruang memiliki ekor yang lebih panjang dan bagian bawah ekor memiliki bintil-bintil hitam. Jika dilihat fungsinya, bintil-bintil hitam ini berfungsi saat kuskus bergantung menggunakan ekornya di dahan pohon. Bintil-bintil ini akan menahan kuskus agar tidak mudah jatuh. Berbeda dengan kuskus Australia, ekornya hanya berupa bulu yang halus. Ekornya pun tergolong pendek. Kuskus beruang adalah hewan yang aktif pada siang hari. Sebagian besar aktivitas hariannya digunakan untuk beristirahat dan tidur. Sehingga kuskus Beruang dikenal sebagai hewan yang pemalas. Sifat kuskus Beruang ini ternyata merupakan adaptasinya terhadap lingkungannya. Mengapa demikian? Karena kuskus Beruang yang hidup di Sulawesi memiliki habitat hutan, dimana hutan di sana memiliki banyak sumber makanan. Sehingga kuskus tidak membutuhkan banyak gerak untuk mendapatkan makanannya. Selain itu, karena tempat tinggalnya di atas pohon kuskus juga tidak merasa keamanannya terusik oleh predator. Pohon-pohon di hutan Sulawesi yang relative tinggi menyebabkan predator tidak bisa menjangkaunya. Oleh karena itu, kuskus menjadi hewan yang pemalas.ย