Muhammad Febri Akbar        14405244008
Â
Pengaruh Iklim Terhadap Jenis-Jenis Hutan Di Pulau Jawa
Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merujuk pada tipe hutan di kawasan tropis yang selalu diguyur hujan sepanjang tahun. Tingkat curah hujan kawasan ini cukup tinggi, lebih dari 1200 mm per tahun. Hutan ini memiliki musim kering yang pendek. Hutan hujan tropis ditumbuhi beragam jenis pohon yang membentuk lapisan tajuk. Secara umum terdapat pohon bertajuk tinggi yang membentuk kanopi menaungi tanaman lainnya, kemudian pohon menengah seperti tanaman merambat dan perdu, dan terakhir tanaman permukaan tanah seperti rumput dan lumut. Pohon-pohon di hutan ini kebanyakan berdaun lebar, bercabang banyak, dan rimbun. Dengan bentuk daun seperti itu, tingkat penguapan cukup tinggi, sehingga kawasan hutan selalu lembab. Hutan hujan tropis memiliki suhu yang stabil, suhunya berada pada kisaran 20-34°C. Di hutan hujan tropis tidak ada jenis pohon tertentu yang mendominasi kawasan. Semua berbagi tempat dalam ekosistem dengan jumlah yang sedikit-sedikit tapi keragamannya tinggi. Di pulau Jawa hutan ini terdapat di daerah jawa barat.
Hutan Musim
Ekosistem hutan musim merupakan ekosistem hutan campuran yang berada di daerah beriklim muson (monsoon), yaitu daerah dengan perbedaan antara musim kering dan basah yang jelas. Di hutan ini memiliki musim hujan yang cukup panjang serta musim kemarau yang tidak kalah panjang. Tipe ekosistem hutan musim terdapat pada daerah-daerah yang memiliki tipe iklim C dan D (tipe iklim menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson) dengan rata-rata curah hujan 1000 mm per tahun dengan rata-rata suhu bulanan sebesar 21°-32°C. Di pulau Jawa hutan ini terdapat di daerah Jawa Timur.
Vegetasi yang berada dalam ekosistem hutan musim didominasi oleh spesies-spesies pohon yang menggugurkan daun di musim kering, sehingga type ekosistem musim disebut juga hutan gugur daun atau deciduous forest. Pada ekosistem hutan ini umumnya hanya memiliki satu lapisan tajuk atau satu stratum dengan tajuk-tajuk pohon yang tidak saling tumpang-tindih, sehingga masih banyak sinar matahari yang bisa masuk hutan sampai ke lantai hutan, apalagi pada saat sedang gugur daun. Hal ini memungkinkan tumbuh dan berkembangnya berbagai spesies semak dan herba yang menutup lantai hutan secara rapat, sehingga menyulitkan bagi orang untuk masuk ke dalam hutan.
Â
Mengapa di pulau Jawa memiliki jenis hutan yang berbeda?
Â
Hal ini dikarenakan adanya perbedaan curah hujan di pulau jawa itu sendiri, perbedaan curah hujan itu di akibatkan oleh angin monsoon barat. Angin monsun barat ini terjadi ketika letak matahari berada di bagian selatan bumi (Australia) yang menyebabkan daerah selatan bersuhu lebih tinggi (bertekanan rendah). Sedangkan di bagian utara bumi (Asia) bersuhu lebih rendah (bertekanan lebih tinggi). Dengan sifat angin yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju yang bertekanan rendah, maka angin pun akan berhembus dari Asia menuju Australia. Sehingga pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia akan memiliki curah hujan yang tinggi karena angin ini berhembus dengan membawa banyak massa uap air ketika melalui lautan luas dari arah Timur Laut dari Pasifik menuju  ke Selatan – Tenggara. Bagian indonesia di sebelah barat mendapat curah hujan sangat tinggi karena uap air yang dibawa oleh angin monsoon barat masih sangat banyak termasuk juga daerah jawa barat. Akan tetapi semakin ketimur uap air semakin sedikit sehingga curah hujan di indonesia bagian timur semakin sedikit termasuk Jawa Timur, akan tetapi hal ini tidak berlaku pada daerah Maluku Utara dan daerah Papua. Jadi tingginya curah hujan di Jawa Barat membuat hutan hujan tropis tumbuh baik di daerah tersebut, sedangkan dibagian Jawa Timur yang memiliki curah hujan yang lebih rendah terdapat hutan musim.
Â